Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Rumah Orang Tua Cantika


__ADS_3

Selepas kepergian Mama, kesepian mulai terasa meskipun ada beberapa orang pelayan dan petugas keamanan yang tinggal di paviliun belakang.


"Sebaiknya aku berkunjung ke rumah Mamaku, mumpung Gilang belum pulang" mengambil salah satu kunci mobil Gilang


"Maaf Nyonya Muda mau kemana" sopir pribadi mama datang menghampiri Cantika


"Aku mau berkunjung ke rumah kedua orang tua ku" Sambil membuka pintu mobil


"Nyonya aku antarkan saja ya, aku takut kena amukan Tuan Gilang nantinya. karena tuan berpesan harus mengantar kan Nyonya untuk pergi kemana pun"


"Tidak perlu aku bisa sendiri" mulai menghidupkan mesin mobil


"Jangan Nyonya... Tolong Kasian ni saya, jika Tuan Gilang tahu saya bisa di pecat. bagaimana nasib anak istri saya nanti nya"


"Okey baiklah" Cantika mengalah dan pindah duduk ke jok belakang


Mobil pun melaju melewati persimpangan jalan kearah Rumah Cantika, senyum tidak lepas dari bibirnya, kerena rasa bahagia akan berjumpa keluarga nya.

__ADS_1


Melintasi sekolah tempat dimana Cantika pernah mengenyam pendidikan, terbayang masa awal Cantika memasuki SMA, Gilang dan Larasati saat itu sudah kelas Tiga


"Aaahhk....masa yang paling indah dan menyenangkan" gumamnya pelan


Mobil pun sudah memasuki gerbang menuju Rumah Cantika, nampak


kedua orang tua Cantika telah menyongsong kedatangannya


Tuan Anwar dan istrinya tersenyum bahagia sambil merentangkan kedua tangan menyambut kedatangan Putri bungsu nya itu


"Bagaimana kabar Mama dan papa"


"Seperti yang kamu lihat nak kami terlihat sehat dan bahagia, apalagi setelah mendengar kabar mu dari orang suruhan papa yang bekerja sebagai pelayan di Rumah Gilang, dia mengatakan jika kamu diperlakukan sangat baik bak seorang putri oleh mereka'" ucap Anwar


"Iya pa, Gilang terlihat memang sudah berubah, tapi aku mas belum yakin sepenuhnya" ucap Cantika mengikuti langkah orang tuanya memasuki Rumah


Cantika mengedarkan pandangannya kesekeliling rumah besar itu, dimana dia selalu kejar-kejaran dengan Larasati, dan nenek yang selalu berpihak kepada sang kakak, jika mereka berantem atau berebutan mainan. sekarang Rumah yang dulu ramai dengan canda tawa mereka , telah terlihat sepi semenjak nenek telah berpulang. Sementara kakaknya Larasati menetap dengan keluarga kecil mereka dijakarta, sekarang tinggal lah Anwar berdua dengan sang istri.

__ADS_1


"Kamu sudah makan sayang, atau ngobrol dulu bareng papa biar Mama Masakin makanan kesukaan mu" membelai perut Cantika yang sudah mulai terlihat berisi


"Okey ma"


Sementara dikantor nya Gilang mengangkat panggilan sopir yang mengantarkan Cantika kerumah orang tuanya.


"Okey, kamu kembali pulang saja, biar nanti sore selepas pulang kantor, aku sendiri yang akan menjemput Cantika kerumah orang tua nya" ucap Gilang


"Ya bos... saya pamit dulu sama Nyonya" pak sopir pun menutup panggilan


Cantika merebahkan tubuhnya di kamar yang sudah lama tidak ditempati nya itu, namun masih terlihat bersih dan rapi, karena Mama selalu memerintahkan pelayan untuk membersihkan nya.


"Sayang ini kamar bunda, bagaimana kamu merasa nyaman ngak jika malam ini kita nginap di sini" berbicara dengan bayinya sambil mengelus pelan


Cantika memejamkan matanya yang mulai terasa berat, selepas makan banyak bareng orang tua nya, dilanjutkan ngobrol diruangan keluarga, membuat Cantika sudah merasa capek, dan mulai menguap, sehingga Mama mengantarkan nya kekamar untuk istrahat dan tidur.


Tidak butuh waktu lama Cantika telah terbang menuju alam mimpi...

__ADS_1


__ADS_2