Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Mama dan Papa Gilang


__ADS_3

Gilang memperlakukan Cantika penuh dengan kelembutan, berdasarkan cinta dan kasih sayang tulus, sehingga tidak membuat cantika merasa trauma lagi dan ikut terhayut dengan sentuhan demi sentuhan yang membuatnya begitu bergairah.


"Aaaahh....mmmhhh" desahan tertahan yang dari mulut cantika


"Mendesahlah sayang....tidak akan ada orang yang mendengar" bisik Gilang


"Kak Gi....lang....aaahhhhsss" terdengar bisik lembut Cantika


Gilang seperti mendapatkan angin segar, dia terus memperdalam ciumanya, dan memanjakan Cantika dengan sentuhanya, hingga sebagian pakaian mereka tinggal dalaman yang menutupi bagian terpenting saja.


Gilang menatap wajah Cantika seakan meminta izin dari istrinya tersebut, untuk dia berbuat lebih jauh lagi.


Cantika membuka matanya pandangan mereka bertemu, hembusan nafas Gilang yang menggebu menyentuh kulit wajah Cantika, perlahan Cantika memejamkan mata seakan memeberi signal dan izin atas dirinya.


Gilang kembali mencumbu Cantika, setelah melihat cantika yang sudah bisa dan terlihat rileks menerima perlakuanya dan terlihat sangat menikmati. dengan gerakan pelan dan hati-hati Gilang melakukan tugas nya sebagai suami.

__ADS_1


Gilang mersakan penyatuanya kali ini benar- benar nikmat dan indah, tanpa ada rasa dendam dan kebencian seperti dulu. sekarang hanya perasaan cinta dan ingin selalu melindungi.


Mereka melakukan hingga Cantika beberapa kali mencapai kepuasan, mengingat istrinya yang tengah hamil. gilang menyudahi permainanya dia yidak ingin sesuatu terjadi pada calon bayi mereka nanti.


Gilang mencium kening cantika lama, dan membisikan lembut ditelinga Cantika disertai kecupan kembali


"Terima kasih sayang ku....met bobo.....,,


Tidak terdengar jawaban yang keluar dari bibir mungil istrinya itu yang sudah memejamkan matanya, tapi senyum yang sedikit mengembang di sudut bibirnya sudah cukuo memberikan jawaban yang diinginkan Gilang.


Gilang yang ikut berbaring disisi Cantika, kembali memberikanya pelukan hangat. yang tidak butuh waktu lama bagi keduanya sudah terdengar dengkuran halus yang menandakan jika keduanya sudah tertidur pulas menyambut mimpi indah bahtera rumah tanggga mereka.


"Kamu yakin mereka tidur sekamar dan telah melakukan itu****" ucap mama yang semula masih agak ragu


"Yakin sekali nyonya, karena saya juga menguping suara itu**** dan juga terdengar seperti suara desahan Nyonya Cantika" ucap pelayan

__ADS_1


"Apa Gilang memaksa dan berbuat kasar" mama mulai kwatir lagi


"Sepertinya tidak nyonya"


"Syukurlah jika begitu, tetap awasi mereka dan segera kabari aku kembali. tentang perkembangan hubungan mereka selanjutnya" ucap mama gilang senang dan menutup panggilan mereka


"Pa....ternyata keputusan kita untuk memberikan anak menantu kita berduaan dirumah tidak salah. buktinya mereka sudah tidur sekamar sekarang" mama begitu antusias memberitahu suaminya


"Ya ma, aku ikut senang mendengarnya" ucap Tuan Husein, dan juga mengajak isrtinya itu untuk ikut kemar mereka.


"Ah...papa ngapain sich. ikut- ikutan genit"


"Ayolah ma...bentar aja" bujuk Tuan Husen mulai mengelus tangan istrinya


"Ngapain sich pa" mama masih enggan untuk meninggalkan sofa tempat mereka biasanya bersantai

__ADS_1


"Mama mulai pikun ya....sekarang, kita harus bikin dedekklah untuk Gilang, biar nanti anak mereka ada teman buat bermainnya" tersenyum mesum menatap mama


" Astagfirullah...,, papa ingat umur dong" ucap mama sedikit kesal, namun dia mengikuti juga langkah suaminya tersebut menuju kamar tidur mereka.


__ADS_2