
Cantika mengedarkan pandangannya ke ruangan kerja yang begitu luas dan melewati berbagai bagian divisi, sambil sesekali berjalan menunduk menghilangkan perasaan gugup dan grogi ditambah lagi tatapan mata para karyawan diruangan yang dilewati Cantika. dengan langkah pelan Cantika terus menuju ruangan yang dimaksud, dimana terdapat tulisan "Ruangan Presdir Gilang"
Cantika tepaku bingung didepan pintu ruangan itu,
Apa reaksi yang ditunjukkan kak Gilang nantinya, jika aku datang kekantor dan membawa makanan ini. pasti dia berpikir aku tertarik padanya dan ingin mencari simpati.
aaahhk...,, sebaiknya aku tunggu Mama di ruangan itu saja, saat melirik ke sebuah sofa disudut ruangan yang menghadap langsung keluar jendela kaca memperlihatkan keindahan kota kecil itu.
"Cari siapa kamu" terdengar suara dengan nada sinis dan ketus
Cantika terkaget dari lamunan nya refleks menoleh ke asal suara, membalas dengan senyuman lembut kearah wanita yang terlihat begitu seksi namun judes. Cantika melirik cardnama wanita itu yang tertulis "Sekretaris Lestari"
Cantika mengulurkan tangan ramah " perkenalkan nama saya Cantika"
Lestari melonggos kadar dan mengabaikan uluran tangan Cantika
"Jawab pertanyaan ku, untuk apa kamu mendatangi ruangan khusus Presdir dan berdiri seperti orang meminta sumbangan di depan pintu khusus ruang kerja nya, apa kamu salah satu wanita penggoda"
Lestari menatap lekat tubuh Cantika dari ujung kaki sampai kepala, pakaian sederhana dan sopan, serta lekuk tubuh yang terlihat berisi, namun sangat cantik, sehingga Lestari merasa kalah saing dengan penampilannya yang serba seksi dan bedak tebal, namun tidak bisa mempertahankan dan mendapatkan hati Gilang.
"Aku ingin mengantarkan makanan ini untuk kak Gilang" Cantika memperlihatkan kotak yang berisi makanan itu
"Hey wanita bod*** kalau ingin menggoda lelaki itu tidak seperti ini, kamu pikir bos Gilang akan tertarik melihat makanan mu itu, disini semua nya sudah tersedia" Lestari tertawa seakan mencemooh Cantika
__ADS_1
"Kenapa masih bengong, cepat pergi... Sudah banyak wanita penggoda seperti mu ini datang ke kantor ini. dan aku selalu berhasil mengusir mereka, apa kamu juga mau aku perlukan seperti mereka yang masih nekat berdiri disini"
Lestari maju beberapa langkah dan mendorong kasar tubuh Cantika..
"Jangan mbak....,,
Cantika yang ketakutan langsung memegang perutnya, dengan kedua belah tangan takut terjadi sesuatu pbayi yang dikandung nya. disaat yang bersamaan Gilang keluar dari ruangan bersama Dion sang asisten, dengan gerakan spontan Gilang langsung menangkap tubuh Cantika.
"Lestari apa yang kamu lakukan" bentak Gilang dengan sorot mata tajam, tubuh Gilang terlihat gemetar menahan kemarahan.
"Maaf bos, wanita ini ngotot ingin bertemu nos, meskipun sudah saya peringatkan" lestari menunduk ketakutan
"Apa matamu itu tidak bisa membedakan Orang, aku hanya memberikan mu perintah untuk mengusir jika yang datang berkunjung wanita penggoda yang berpenampilan seperti dirimu" bentak Gilang
"Dion kamu sudah paham kan apa yang harus kamu lakukan pada Lestari" dan menghempas pintu kasar
"Paham sekali bos" sambil melirik Lestari yang sudah ketakutan membayangkan nasib karir yang dibangga-banggakan selama ini akan berakhir dalam sekejap.
Gilang merebahkan tubuh Cantika diatas sofa yang empuk, dan duduk di sebelah nya.
"Cewek manja, jika ingin datang kekantor ku. kamu kan bisa memberi tahu terlebih dahulu, bagaimana nasib bayiku dalam kandungan mu itu jika aku tidak segera datang dan menangkap tubuh mu itu" ucap Gilang
"Ini bayi ku" ucap Cantika pelan mengusap-usap perutnya
__ADS_1
Gilang tidak menghiraukan ucap Cantika barusan, setelah merasa kemarahan nya mereda, Gilang melirik bungkusan yang dibawa Cantika
"Apa itu"
"Ma...Mama yang menyiapkan nya, dan menyuruh membawa kesini" jawab Cantika memalingkan muka, untuk mengalihkan tatapan Gilang
Tiba-tiba ponsel Gilang berdering tanda panggilan masuk
"Hallo ma"
"Gilang nanti kamu antarkan Cantika pulang ya, atau dibawa jalan-jalan dulu juga boleh. kasian dia terkurung terus dirumah. bilang Cantika jangan tunggu mama karena Mama sudah pulang duluan" ucap Mama tanpa rasa bersalah
"Iya ma"
Gilang menutup panggilan karena sudah paham dengan apa yang telah terjadi, Mama telah mengatur dan merencanakan pertemuan nya dengan Cantika.
Gilang mengambil dan membuka Bungkusan makanan itu,
"Cepat makan" menyuapi Cantika
Cantika menutup mulutnya rapat
"Aku tidak lapar, dan Mama menyediakan untuk kak Gilang"
__ADS_1
"Aku tidak ingin bayi ku kelaparan, dengan sikap keras kepala mu itu" dan saat mulut Cantika terbuka Gilang langsung memasukkan sendok berisi makanan