
Tanpa sadar Rama tertidur begitu saja dalam pondok kecil di tepi pantai itu, merasa seperti bermimpi seseorang mendekap dan mencium lembut bibirnya, dan rabaan tangannya terus menyusuri setiap lekuk tubuh Rama.
Rama berfikir mungkin Anyelir yang melakukan itu, karena dia tidak menyadari keberadaan nya sekarang, dan mengganggap bahwa dia berada di kamar bersama Anyelir. dengan mata yang masih terpejam Rama membalas ciumannya dan bibir mereka saling mengulum dan menikmati setiap sentuhan wanita itu ditubuhnya.
Perlahan namun pasti, Rama merasa kan resleting di bagian bawah nya telah dibuka, tangan lembut wanita itu bermain-main disana. Rama dengan susah payah mengumpulkan kesadaran nya. semakin dia berusaha semakin nikmat sensasi yang diberikan wanita itu, Rama seolah tidak bisa mengendalikan dirinya.
Suasana tepi pantai yang temaram, membuat Rama tidak bisa dengan jelas melihat wanita yang bercinta dengan nya. saat tiba-tiba Rama teringat dengan keberadaan nya sekarang. spontan dia mendorong tubuh wanita itu.
"Hey,, siapa kamu? berani sekali kamu menyentuh tubuhku" Rama membentak sambil mengumpulkan kesadaran nya, yang masih bertebaran karena permainan mereka tadi.
Wanita itu diam tanpa menjawab, Rama meraba ponsel di saku celana nya, namun sudah tidak ada sama sekali " kamu mengambil ponselku ? Cepat serahkan sebelum aku berbuat kasar" bentak Rama yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya, ketika wanita itu terus bungkam. Rama menarik tangannya kasar hingga wanita itu berteriak kesakitan dan berusaha untuk melepaskan tangan" Om lepas, tangan Cantika bisa patah" ujar nya.
__ADS_1
"Cantika kamu...?" ujar Rama seolah tidak percaya gadis kecil itu begitu berani bermain dengan tubuhnya " ayo kita kembali ketempat pesta, dan aku akan beritahu papa mu tentang kelakuan buruk mu ini" ancam Rama
"Jangan Om, papa pasti tidak akan mengampuni Cantika , please ya om" dengan memelas Cantika berusaha membujuk Rama
"Apa kamu sadar dengan perbuatan mu barusan, dan sudah berapa kali kamu melakukannya dengan laki-laki lain?"
"Sadar Om, tapi Cantika tidak pernah melakukan nya dengan lelaki manapun, hanya om Rama laki-laki satu-satunya yang Cantika sentuh. karena langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sama Om" Cantika berkata jujur, karena selama ini dia belum pernah pacaran hanya sebatas kegenitan nya saja, pada lelaki yang dianggap nya tampan.
"Om kita langsung pulang saja ya, pesta telah usai sedari tadi" ucap Cantika berjalan mengimbangi langkah Rama yang panjang.
Rama mengedarkan pandangannya keseliling pantai " dimana kita sekarang dan kenapa kamu bisa bersama ku ? Rama bingung sekeliling nampak gelap, angin kencang menerpa tubuhnya yang mulai kedinginan. sepertinya mau hujan lebat.
__ADS_1
"Kita sudah terpisah jauh dari lokasi pesta Om, sebenarnya aku mengikuti Om diam - diam dari belakang, sewaktu Om berjalan sendirian menyusuri tepi pantai ini" kemudian Cantika berpegangan pada lengan Rama karena kewalahan berjalan dengan mengunakan gaun dan haghgels.
Rama menghentikan langkahnya " sebaiknya copot saja sepatu mu itu, menganggu saja" gerutu Rama
Cantika mencopot sepatu yang tinggi nya mencapai satu jengkitu. dan membuangnya begitu saja, karena kalau dibawa sekalian dia bakal lebih repot lagi, harus memegang gaunya yang panjang.
Rama dan Cantika sudah jauh berjalan, namun belum juga sampai dilakasi pesta semula " Om capek, gendong ya..." rengek Cantika
Rama terus berjalan tanpa mempedulikan Cantika yang terus merengek.
"Wwehuusshh...angin bertiup begitu kencang, diikuti hujan yang turun begitu deras, Rama dan Cantika kelimpungan berlari mencari tempat berteduh.
__ADS_1
"Om sebaiknya kita kesana saja" ucap Cantika menarik tangan Rama. berlari menuju sebuah bangunan kosong tanpa penghuni....