Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Pulang kampung


__ADS_3

Sesuai janjinya, setelah melihat tumbuh kembang putra bungsu nya yang sehat. Rama mengutarakan keinginannya untuk mengajak Anyelir pulang ke kampung halamannya. dan menempati sebuah villa yang dibangun megah oleh Rama diatasi perbukitan. yang dikelilingi perkebunan teh yang menghijau.


Anyelir tidak kuasa menahan haru, saat Rama mengatakan ingin mengadakan pesta pernikahan mereka yang sempat tertunda dari dulu. karena banyak nya masalah yang pernah menimpa hubungan mereka berdua.


"Bagaimana sayang, apa kamu setuju dengan ideku itu" ucap Rama antusias dan menatap istrinya lekat. menunggu jawaban dari bibir mungil Anyelir yang terlihat bergetar. dan tiba-tiba air matanya lolos sempurna.


"Sang setuju sekali Pi" memeluk tubuh Rama erat.


"Besok kita sekeluarga akan terbang kesana dengan helikopter perusahaan, sekarang kamu bersiaplah sayang"


"Baiklah" Anyelir yang dibantu beberapa orang pelayan. menyiapkan pakaian ketiga buah hatinya, termasuk dirinya dan Rama.


"Bik, nanti ikut beresin pakaian Opa ya" ucap Anyelir pada salah satu pelayan


"Baik Nyonya" balasnya dan langsung pergi


Paginya sebelum berangkat, Rama dan Kelu pergi terlebih dahulu menuju pemakaman mami Merlin. dia ingin meminta restu kepada sang Mami. yang semasa hidupnya ingin sekali mengadakan pesta pernikahan besar-besaran untuk anak menantunya itu.

__ADS_1


Namun sebelum keinginannya terkabulkan, Mama Merlin telah berpulang terlebih dahulu.


Sampai di pemakaman elit dan mewah itu, papi langsung tertunduk lesu menatap foto sang istri di depan batu nisannya. dan mengusap-usap pelan.


"Sayang.....,, semoga kamu tenang disana. nanti selepas ini kami akan pergi menuju kampung halaman Anyelir, menantu kita. didesa yang indah itu. anak kita akan mengadakan pesta pernikahannya yang selama ini kami impikan. Rama telah berhasil mewujudkan keinginan dan mimpi Anyelir. sekarang desa itu sudah maju dan serta tidak ada lagi anak yang putus sekolah. apalagi menikah diusia dini." ucap Opa


"Iya mi, Anyelir sangat bahagia dan bangga sekali pada mas Rama" ucap Anyelir


"Oya mi, ini namanya Zaki. cucu ketiga mami dan papi" ucap Rama yang mengajak ketiga anaknya.


Setelah memanjatkan doa dan surat, untuk ketenangan mami disana. Rama pun mengajak keluarganya untuk meninggalkan pemakaman mami. menuju langsung ke tempat helikopter perusahaan yang telah menunggu mereka.


"Pi tempat mami indah banget ya Pi" ucap Zio senang


"Tentu dong nak, dan penduduknya juga ramah-ramah" balas sang Mami


Tidak butuh waktu lama, helikopter mendarat tidak jauh dari lokasi villa, Rama dan keluarganya turun. sambil tersenyum senang melihat tingkah kedua anaknya yang sangat kegirangan.

__ADS_1


Mereka langsung memasuki mobil jemputan yang telah menanti kedatangan mereka bertiga, termasuk bi Romlah dan mas Rendi.


mereka saling berpelukan hangat melepaskan kerinduan. karena sudah lama tidak bertemu.


Mobil terlebih dahulu membawa Anyelir. menuju sebuah rumah kecil dan terlihat sangat sederhana sekali. senyum mengembang sempurna dibibir Anyelir, saat mobil yang membawa mereka berhenti di halaman rumah itu.


"Rumahku...., ayah....ibu. aku Anyelir anak yang kalian bangga kan dulu telah kembali" gumam Anyelir


Anyelir turun, sementara Zaki kecil. diambil oleh bi Romlah dan membawanya kedalam gendongannya.


"Duh... tampan nya cucu nenek" mencium pipi gembul Zaki


Anyelir langsung berjalan menuju makam kedua orang tua nya, yang diikuti Rama. sampai di sana Anyelir langsung bersimpuh memanis. sambil memeluk batu nisan itu.


"Ayah, ibu... Anyelir begitu merindukan kalian, rumah kita serta kampung ini hu...hu..."


Rama yang semula diam mengikuti, mendekati Anyelir dan membawa kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Ayah, ini semoga kalian tenang disana. karena Anyelir sekarang juga sudah bahagia bersama ku. dan aku berjanji akan selalu menjaga dan membuatnya bahagia. dan aku juga telah mewujudkan impiannya. bukti cintaku terhadap anak ayah dan ibu ini." ucap Rama


Setelah berdoa sebentar, Rama mengajak Anyelir kembali kerumah. mengingat hari sudah sangat sore. sementara Zaki juga sudah kehausan minta mimik. Rama mengandeng Anyelir meninggalkan pemakaman itu.


__ADS_2