Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Bisikan mesra Gilang


__ADS_3

"Sayang sebaiknya kamu langsung kekamar, karena menurut dokter kamu masih butuh banyak istirahat dalam masa pemulihan ini" Zein menuntun istrinya menuju kamar tidur mereka berdua


"Iya nak, untuk sementara waktu kami akan tinggal dan membantu mu disini, sampai kamu benar-benar pulih" ucap Mama sambil tersenyum tulus menatap anak tirinya yang pernah tidak disukainya dulu.


"Terimakasih ma"


Terdengar suara lembut Larasati yang langsung mengikuti pelan langkah kaki Zein. namun Larasati kembali membalikkan badannya.


"Ma nanti Cantika dan Gilang suruh tidur dikamar lantai bawah saja ya, kasihan dia nanti kalau harus naik turun tangga rumah."


"Tentu nak, kamu tidak usah khawatir. yang terpenting sekarang kamu juga memperhatikan kondisi dan kesehatan kamu"


"Iya ma"


Tanpa banyak bicara lagi, Larasati masuk kekamar yang sudah beberapa hari ditinggalkan nya.


"Hha...a aa...aku rindu sekali suasana kamar ini Uda" Larasati merebahkan tubuhnya, dan tidak melepaskan pegangannya di tangan Zein. malah dia menarik tangan itu untuk ikut berbaring tidur disebelahnya.


"Sayang aku merindukan tidur diperlukan mu" bisik Larasati


Zein ikut berbaring dan mengikuti kemauan istrinya, mereka tidur sambil berpelukan hangat. Zein mengelus-elus pelan punggung itu. pikiran nya kembali menerawang pada masa beberapa waktu kemaren, bagaimana frustasi dan takut nya dia saat dokter mengatakan jika Larasati tidak bisa tertolong lagi.

__ADS_1


Zein merasa dunia nya seakan terhenti saat itu, namun sang pencipta mengabulkan dan mendengar doa-doa Zein dan Catania. sehingga tidak membiarkan Zein dan Putri kecil mereka kehilangan sosok istri dan ibu yang baik. sehingga kebahagiaan mereka kembali lengkap.


Tidak begitu lama Larasati sudah tertidur pulas dalam dekapan Zein, dengkuran halus terdengar dari helaan nafas nya yang lembut. Zein menatap sayang wajah cantik istrinya. perlahan melepaskan pelukannya dan menyelimuti tubuh Larasati.


"Selamat tidur sayang, moga mimpi indah" bisik Zein sambil mencium kening itu sekilas. laku berjalan keluar kamar. penutup pintu pelan-pelan agar Larasati tidak terganggu tidurnya.


Sampai dibawah Mama sudah menyiapkan makan dibantu Cantika, sementara Catania bermain bersama Opa. Zein mengayunkan langkah mendekati mereka.


"Cantika kemana Gilang ?"


"Kayaknya lagi diteras belakang kak !"


"Ooooo begitu, pantas nggak kelihatan" Zein berjalan menuju teras belakang, untuk menemui Gilang. karena semenjak mereka datang kesini, Zein belum pernah ngobrol panjang lebar bersama Gilang, sampai di sana nampak Gilang tengah sibuk dengan laptop.


"Eh mas Zein, ngak sibuk kok cuma lagi memeriksa beberapa laporan kerja, yang dikirim kan oleh asisten ku dan kebetulan juga sudah siap kok" menutup laptopnya


"Gilang bagaimana hubungan kalian sekarang, aku berharap kalian bisa membina rumah tangga yang sesungguhnya. dan tidak menyakiti Cantika. kasian dia karena dia sebenarnya anak yang baik"


"Iya mas, aku juga sangat mencintai Cantika sekarang dan menyesali perbuatan buruk masa lalu ku." Gilang


"Aku senang mendengarnya" ucap Zein

__ADS_1


Tengah asyik ngobrol, Mama datang menghampiri mereka.


"Nak Zein dan nak Gilang, makanan nya sudah siap. yuk kita makan dulu ngobrol nya dilanjutkannya nanti saja" ucap Mama sambil tersenyum senang melihat keakraban kedua menantunya.


Mama mengambilkan makanan untuk Catania papa dan Zein, sementara membiarkan untuk Gilang. karena dia ingin memperhatikan reaksi Cantika yang terlihat masih sedikit canggung dengan Gilang.


"Nak ayo ambilkan makanan untuk suami mu" bisik Mama


"I...iya ma"


Gilang tersenyum bahagia saat Cantika mengambil makanan untuk nya,


"Ya Tuhan semoga saja Cantika bisa menjadi isteri dan ibu yang baik, untuk ku dan anak-anak kami kelak"


Mereka menikmati makanan dengan tenang dan nyaman, karena jarang mereka mempunyai waktu untuk berkumpul dan makan bersama seperti itu.


Malam nya dikamar Cantika, merasa deg-deg karena kembali tidur satu kamar bersama Gilang. percintaan mereka sewaktu kemaren kembali terlintas di memori ingatan Cantika. rasanya dia kembali ingin mengulang kembali percintaan itu, entah kenapa semenjak malam itu gairah Cantika terasa begitu meningkatkan. mungkin juga karena faktor kehamilannya.


Begitupun Gilang merebahkan tubuhnya di samping Cantika, semula mereka berdua canggung dan saling membelakangi satu sama lain. namun entah karena naluri mereka yang sama-sama tumbuh benih cinta dan mempunyai hasrat yang sama.


Secara reflek keduanya membalikkan badan dan saling berhadapan, mereka berdua saling tersenyum. Gilang yang terpesona dengan kecantikan istrinya, tanpa sadar tangan nya membelai wajah lembut Cantika, yang memejamkan matanya menikmati sentuhan Gilang.

__ADS_1


Melihat reaksi Cantika yang tanpa penolakan, Gilang melanjutkan permainannya, bibirnya mereka telah saling menya tu dan saling melum***" hingga kedua nya sudah sama-sama polos. dan jleppp......**""" sampai beberapa kali sehingga tertidur karena kelelahan.


"Terimakasih Sayang, aku mencintaimu" bisik Gilang mesra sebelum mereka tertidur pulas, senyum tersungging di sudut bibir Cantika seakan mengiyakan.....


__ADS_2