Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
San Diego Hills


__ADS_3

Suasana di pemakaman ini begitu ramai, sehingga harus menambah beberapa tenda lagi, proses pemakaman pun diliput berbagai media. mengingat keluarga Aleksander terkenal sebagai pengusaha yang sukses dan dermawan.


Zio menangis histeris saat melihat Oma nya akan dikuburkan, Anyelir berusaha membujuk Zio, dan memberi nya pengertian. Aria yang masih kecil dan belum mengerti apa-apa, hanya menatap bingung dalam pangkuan Rama.


Banyak orang yang datang melayat, keluarga Selena juga ikut datang datang sementara Selena hanya menyaksikan dari jauh dengan mengunakan kaca mata hitam dan Kedundung.


Proses pemakaman berjalan hikmat, setelah selesai para pelayat telah meninggalkan lokasi pemakaman mewah itu, yang tidak sembarangan orang mampu membelinya, ada juga diantara pelayat mengabadikan momen itu dengan berfoto Selfi. Papa Rama juga memesan satu lagi kavling pemakaman tepat disebelah istri tercinta nya.


Setelah semua terasa sepi, karena hanya tinggal Rama, Anyelir dan papa, sementara Zio dan Ariani telah pulang duluan bersama pengasuh mereka.

__ADS_1


Rama duduk menjongkok di sebelah papa mencoba membujuk nya dan mengajak pulang, karena hari sudah begitu sore, namun papa masih tidak bergeming kenangan masa lalu nya terus berputar-putar indah.


Kembali ke masa puluhan tahun silam, saat dia mengejar-ngejar gadis cantik blesteran Jawa Jerman itu, Merlin saat itu merupakan salah satu wanita tercantik di kampus mereka, papa harus bersaing dengan para pria lain yang ikut mengejar cinta Merlin.


Saat Merlin didekati pria kaya dan mereka pacaran, saat itu papa begitu terpukul dengan berbekal sebidang tanah peninggalan kedua orang tua nya, papa merintis usaha dari bawah, berkat kegigihan nya usaha nya maju dan berkembang.


Setelah mereka cukup mapan papa memberanikan diri mendekati Merlin, yang diawali persahabatan. setelah Merlin putus dengan kekasihnya, papa maju bak dewa penolong yang selalu berada disamping Merlin.


"Papa kita pulang ya, karena sudah sore sekali, besok kita akan mengunjungi Mama kesini lagi" ucap Anyelir yang mencoba membujuk bersama Rama.

__ADS_1


Papa terkaget dan menoleh ke arah Anyelir


"Kasian Mama disini sendirian Anyelir" ucap papa sedih


"Tapi kita harus pulang pa, kalau tidak Mama akan lebih sedih lagi melihat kondisi papa yang seperti ini" ucap Rama membantu papa berdiri dan berjalan pelan meninggalkan lokasi pemakaman, sambil sesekali papa masih menoleh kebelakang.


Sepanjang perjalanan menuju pulang, dipenuhi dengan karangan bunga bela sungkawa. mobil memasuki gerbang utama nampak masih banyak tamu dan kerabat yang melayat. dan pengajian di lantai utama Rumah besar itu.


Rama memapah papa masuk kekamar lantai dua, sebelah Kamar Zio. mengingat papa yang butuh istrahat karena begitu terpukul kehilangan orang yang begitu dicintainya.

__ADS_1


Rama sengaja ingin memindahkan kamar papa untuk sementara waktu, sampai papa sudah benar-benar ikhlas dan tidak merasa sedih lagi kehilangan istrinya.


Rama menemui Anyelir dan menyuruh istrinya untuk istrahat dikamar, takut terjadi sesuatu pada kehamilan Anyelir yang begitu sibuk hari ini. setelah memastikan Anyelir istrahat dengan benar dikamar, Rama ikut bergabung dengan para tamu dan kerabat yang lain untuk mengikuti pengajian.


__ADS_2