
Gilang menuruni satu persatu anak tangga menuju meja makan, tapi saat matanya bertemu tatapan lembut Cantika. Gilang merasakan nafasnya seakan sesak, dan jantungnya pun seakan ikut kompromi ribut bersenandung tidak menentu. Akirnya Gilang meneguk sedikit minuman nya, dan langsung berjalan pergi
"Gilang sarapan dulu" ajak Mama
"Ngak ma, hari ini ada meeting penting jadi Gilang harus cepat sampai kekantor" Gilang sengaja membatalkan niatnya sarapan dirumah untuk menghindari duduk bersebelahan dengan Cantika.
Gilang melajukan mobilnya ke pusat kuliner yang menyediakan khusus berbagai macam makanan untuk para karyawan kantor. dan menikmati sarapan diruangan khusus tamu VIP, dengan santainya karena dikantor memang hari ini tidak mengadakan meeting, itu alasan yang dibuat-buat Gilang.
Dirumah Mama Gilang terus mondar-mandir bingung memikirkan cara untuk bisa mendekatkan Gilang dan Cantika. Sementara suaminya Husein juga telah pergi ke luar kota, karena akan bekerja sama dengan anak cabang Perusahaan MNCR Groups. yang akan membuka pabrik pengolahan teh. dan perkebunan disalah satu daerah perbukitan.
Sekarang tinggal dia berdua saja dengan Cantika dirumah
"Aku harus menemukan ide, agar anak dan menantu ku bisa dekat dan bersatu. aku merasa mereka sudah saling tertarik satu sama lain, tapi masih menjaga gengsi dan rasa Ego mereka yang terlalu tinggi
Aaahhk...,, bagaimana jika siang ini aku ajak Cantika untuk berkunjung ke kantor Gilang, dan dengan begitu Cantika juga tidak terlalu bosan menghabiskan waktu dengan dirumah terus
"Cantika siang ini temani Mama shoping yuk...!
"Shoping ma ?
"Iya...,,
Melihat reaksi Cantika yang biasa saja, Mama pun merobah idenya
__ADS_1
"Atau kita jalan-jalan saja gimana sayang, lagian bosan kan tiap hari kita hanya menghabiskan waktu dirumah saja, sementara Gilang dan papanya lebih sibuk diluaran" bujuk Mama
"Baiklah ma..,, Cantika bersiap dulu"
"Terimakasih Sayang, Mama senang sekali bisa jalan-jalan"
Cantika memakai pakaian santai dan membiarkan rambut panjang indah nya tergerai, dengan menjepit bagian poni. Mama tergagum melihat penampilan menantunya yang sangat cantik. dan mengandeng nya menuju mobil yang telah dibuka kan pintu oleh sopir pribadi mama.
Mama mengajak Cantika memasuki butik mahal dan meminta Cantika untuk memilih barang Branded keluaran terbaru, namun Cantika selalu merespon dengan senyuman dan menggelengkan kepala. akhirnya Mama mengambil beberapa pakaian dan tas bermerek yang dirasa cocok dan pas buat Cantika dan membayar.
"Ini kamu Tarok dibagasi mobil semua nya" menyerahkan pada sopir yang setia mengikuti mereka dari belakang
Mama mengandeng Cantika memasuki kafe
"Jus mangga aja ma"
"Untuk Makanan nya" tanya Mama
"Ngak ma Cantika lagi tidak selera makan"
"Kamu capek ya sayang, gimana kalau kita pesan makanan nya saja. dan mengantarkan ke kantor Gilang. soal nya dia lagi sibuk banget Akir ini. setelah dari kantor Gilang kita langsung pulang saja kerumah dan istrahat" bujuk Mama
"Tapi ma"
__ADS_1
"Cantika kamu tidak perlu merasa khawatir dan takut lagi dengan Gilang, dia tidak akan berani menyakiti mu. mengingat surat perjanjian mu dengan nya, serta ancaman kami selaku kedua orang tua nya yang akan menyita seluruh aset untuk Gilang dan mencoret namanya didaftar harta warisan kekayaan Husein. yang intinya sangat memberatkan Gilang, dengan harapan dia bisa berubah dan menjadi Gilang yang dulu lagi" Mama tiba-tiba mengusap air matanya
"Baiklah ma" merasa tidak tega melihat wanita yang sangat baik padanya itu bersedih
Setelah menerima bungkusan yang berisi beberapa kotak makanan, mereka menuju kantor Gilang yang berada tidak terlalu jauh dari lokasi tempat mereka sekarang ini.
Cantika meremas kedua tangannya untuk menghilangkan perasaan yang bercampur aduk dihatinya, pandangan mata nya tertuju pada Keluar kaca jendela mobil yang melaju.
"Cantika ayo turun nak, kita telah sampai"
Cantika tersadar dari lamunan nya melirik sekeliling gedung yang terlihat ramai, berjalan pelan mengikuti langkah Mama memasuki lobby yang luas dan terasa sejuk dan nyaman.
"Aduhhh....,, Cantika sayang bagaimana ini kepala Mama tiba-tiba mendadak pusing sekali. kamu Masuk duluan saja ya dan tunggu Mama diruangan Gilang, Mama akan ke Rumah Sakit yang tidak terlalu jauh dari sini untuk cek up"
"Tapi ma"
Cantika merasa enggan masuk keruangan Gilang sendirian, tapi Mama tidak menghiraukan nya. berlalu pergi sambil menyerahkan bungkusan makanan Ketangan Cantika
Cantika berjalan bingung tidak tahu dimana Ruangan Gilang, dan menghampiri dua orang Resepsionis yang tersenyum ramah melihat nya
"Selamat siang mbak, Ruangan kak Gilang lantai berapa" ucap Cantika
"Lantai delapan, kamu pasti saudara nya bos ya. .cantik dan ayu sekali" ucap salah satu Resepsionis. karena tadi mereka sempat melihat Mama Gilang datang bersamanya.
__ADS_1
Cantika tersenyum membalas ucapan mereka, dan berjalan menuju lantai yang dimaksud