
Selena menatap iba kearah wanita yang terbaring lemah itu, sambil mengayunkan langkah pelan mendekati nya.
"Tan...Tante Merlin" ucap Selena berdiri disamping tempat tidur
Mama Rama itu pun menoleh dengan pelan sambil meringis seperti menahan sesuatu.
"Selena" terdengar suara yang begitu pelan, dan raut wajah keterkejutan nya, melihat Selena yang tiba-tiba berdiri disampingnya. sementara Anyelir melangkah keluar mengangkat panggilan telepon.
"Ya Tante" tersenyum menatap wanita yang pernah begitu baik terhadap nya
"Jangan rusak kebahagiaan Rama lagi" ucap nya lirih dan pelan sekali, sambil mengeluarkan air mata yang terus mengalir
"Ya Tante, aku tidak akan merusak kebahagiaan mereka. aku kesini untuk cekup dan Masuk ke ruangan ini, saat melihat sekilas wajah Tante dari kaca jendela itu" Selena mengusap lembut air mata Tante Merlin dengan tissue
"Semoga Tante cepat sembuh ya, aku pergi dulu sebelum Anyelir Kembali, aku tidak mau dia salah paham jika melihat ku"
" Terima kasih ya Selena" ucap tente Merlin melihat kepergian Selena.
Anyelir Kembali masuk keruangan tempat Mama dirawat, menaruh ponselnya diatas nakas dan duduk di korsi sebelah Mama yang terbaring lemah dengan mata tertutup.
"Mungkin Mama sedang tidur pulas" batin Anyelir
__ADS_1
Anyelir beberapa kali menguap menahan kantuk, dan melirik ke arah Mama yang masih tidur, papa masuk sehabis dari ruangan dokter.
"Bagaimana keadaan Mama mu Anyelir? tanya papa yang memperlihatkan Mama
"Tadi kondisi Mama hanya terbaring lemah pa, saat aku mengganti kan pakaiannya dan Mama tidak mengeluhkan apapun" beranjak pindah kesofa gantian dengan papa untuk duduk disamping Mama yang masih terlihat tidur
Rama masuk sambil menenteng beberapa makanan dan minuman, serta susu hamil untuk Anyelir.
"Sayang makanlah sekalian minuman susumu" menyerahkan bungkusan itu pada Anyelir. dan meletakkan diatas meja bungkusan satu nya lagi untuk papa.
Rama berdiri disamping papa, kemudian menatap wajah mama yang begitu disayangi Rama, perlahan Rama mengelus lembut kening wanita yang telah melahirkan nya itu.
"Pa kok tubuh Mama dingin sekali" tiba-tiba Rama merasakan perasaan yang begitu cemas dan takut terjadi sesuatu atau kehilangan mamanya.
"Cepat panggil dokter Rama" papa langsung panik dengan memencet tombol berkali-kali yang terhubung dengan meja perawat.
Sementara Rama yang tidak sabaran langsung berlari ke luar ruangan, menuju Ruangan dokter
"Ada apa Tuan" tanya salah seorang perawat
"Cepat panggil kan dokter, dan periksa Mama saya segera" bentak Rama
__ADS_1
Anyelir terus menangis karena dia sudah menduga sesuatu yang buruk, teringat saat orang tuanya yang meninggal dulu persis seperti wajah mama yang pucat sekarang, dan sangat dingin saat disentuh.
Dokter masuk bersama beberapa orang perawat
"Tolong semua nya keluar dari ruangan ini dulu" ucap dokter
Papa, Anyelir dan Rama hanya patuh dan berjalan keluar saat perawat Rumah sakit itu menutup pintu ruangan.
Papa terduduk lemas, nampak wajah cemas dan kesedihan yang mendalam. sementara Rama terus mondar-mandir di depan ruangan sambil mengusap kasar wajah nya.
Anyelir tidak berani mengeluarkan suara nya, untuk sekedar memberi papa semangat untuk tetap tenang dan bersabar, Anyelir hanya bisa mengusap air mata sambil berdoa semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa Mama mertuanya itu
Tidak begitu lama pintu ruangan terbuka, dokter keluar menemui papa
"Maaf Tuan kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi yang diatas berkehendak lain" ucap dokter sambil memegang bahu papa seolah memberi kekuatan
"Apa dokter" papa kembali terhenyak menangis
Anyelir langsung berlari ke dalam yang diikuti Rama, melihat tubuh yang telah terbungkus kain putih itu, tangis mereka pecah.
"Mama kenapa seperti ini, Mama pergi begitu cepat dan terasa begitu tiba-tiba" ucap Anyelir menangis disamping Mama yang terbujur kaku
__ADS_1
Rama tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dia hanya membenamkan wajahnya disamping Mama, nampak tubuhnya berguncang menangis.