
Sementara itu, Anyelir masih asyik menonton program televisi Luar Negeri. yang menayangkan sebuah acara pembukaan Pameran Lukisan tingkat Dunia, dia terpesona dengan penampilan dan kecantikan peserta asal Indonesia yang bernama Jesika Young.
"Wah... cantik dan berbakat sekali, seandainya aku bertemu dengannya aku ingin miminta tanda tangan nya."
Rama masuk dan berjalan pelan, lalu memeluk manja Anyelir dari belakang. Anyelir keget, hampir saja dia berteriak histeris mendapatkan serangan mendadak dari Rama yang menciumi wajahnya bertubi-tubi.
"Sedang apa kamu Ci?" tanya Rama sambil merenggangkan pelukannya.
"Liat acara Pameran Lukisan Tingkat Dunia, dan salah satu peserta nya dari Negara kita dia sangat cantik sekali." ucap Anyelir Antusias.
"Tuh liat Televisi nya kak.. dia muncul lagi."
Rama membulatkan bola mata nya yang seakan ingin lompat dari sarangnya.
"Je... Jesica?" perasaan Rama campur aduk antara marah dan perasaan rindu, bagaimana pun mereka pacaran sudah begitu lama. Jesica tampil dengan anggunnya, disesi wawancara itu.
"Apa?dia bilang adek?"
Rama tidak mengetahui kalau Jesica ternyata mempunyai seorang adek, karna dihari pertunangan mereka Jesica hanya bersama ayahnya dan mengatakan kalau mamanya sudah meninggal. dia sengaja tidak mengatakan Rangga adik nya dalam penjara dan seorang pecandu. dia tidak ingin imeg keluarga tercoreng.
__ADS_1
"Apa kakak kenal dengan kakak cantik itu? " ujar Anyelir.
Rama membuang nafas kasar, kerinduan nya berubah jadi benci mengingat Jesika yang tanpa perasaan meninggalkan dirinya.
"Ya... dia salah satu Wanita yang terobsesi dengan ku." jawab Rama asal.
"Sudahlah, ayok kita pulang" ajak Rama sambil menarik tangan Anyelir berdiri.
"Aaduhhh.... kak, jalanya yang pelan." ucap Anyelir yang tanpa sadar memegang area sensitif nya.
Rama baru ingat, dan langsung menggendong Anyelir keluar dari ruangan kantor yang kemudian diikuti Zein dari belakang.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan area parkir MNCR Groups,
" Boss apa sebaiknya kita makan malam di restoran itu dulu" tanya Zein
"Baiklah " ucap Rama singkat.
Mobil pun melesat cepat memasuki area parkir sebuah Restoran mewah, Anyelir mengandeng tangan Rama mesra dan menduduki Kursi yang telah disediakan.
__ADS_1
Sesekali Rama menyuapi Anyelir dan mengelap bekas makanan di bibinya. Zein kikuk sendiri memperhatikan tingkah mereka berdua yang seperti abg dimabuk cinta. dia juga sedih meratapi nasibnya. karena di umurmu nya yang sudah tidak muda lagi, tetapi masih menyandang status jomblo sejati.
"Kak Rama..., jangan suapi aku terus, ucap Anyelir sewot, kasian Zein tau , dia manyun terus menyaksikan kita. atau kak Rama gantian aja nyuapi kita berdua."
"Apa?" Rama menaikan suaranya.
Sementara Zein tertawa lepas mendengar penuturan Anyelir tersebut.
Mereka bertiga makan, sambil sesekali tertawa. sementara dimeja belakang sepasang mata terus memperhatikan Anyelir yang tengah bermanja-manja dengan Rama. dia mengepalkan tangannya menyaksikan adegan itu, hatinya hancur disaat dia ingin merubah jalan hidup nya menjadi lebih baik, dan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya, namun harus kandas wanita itu telah memiliki kekasih.
"Anyelir kamu milikku, apapun terjadi aku akan merebut mu darinya," sambil bersenandung pelan.
" Harusnya aku yang disana.....
" Dampingimu dan bukan dia....
" Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia....
" Ku tak bahagia melihat kau, bahagia dengan nya...
__ADS_1
" Aku tersiksa tak bisa dapatkan kan kau sepenuhnya....