
Mama Cantika tidak kuasa menahan tangis mendengar apa yang telah menimpa anak gadis nya itu, tubuhnya melorot jatuh kelantai dengan kepala terus menunduk, Mama bersimpuh hanya bahu yang terlihat bergetar hebat menandakan jika dia begitu terluka dan kecewa.
"Ya Allah ampunilah dosa masa lalu ku, mungkin ini balasan atas kesalahan ku" terus menangis hingga tidak sadar kan diri
"Mama"
Teriak Cantika menghambur memeluk, luka terasa bertambah dalam melihat reaksi Mamanya, Madam Jane yang menyaksikan itu panik, segera berlari keluar kamar memangil dua orang yang terlihat masih bersitegang.
"Tolong Nyonya pingsan" berteriak panik
Mereka semua berlari menuju kamar, dan membaringkan Mama diatas ranjang, tidak begitu lama setelah dipercikkan air, Mama tersadar kemudian kembali menangis.
Cantika kembali memeluk mamanya, Tuan Husein tidak sanggup menyaksikan kesedihan mereka akibat ulah anaknya, perlahan dia melangkah meninggalkan tempat itu.
Sampai di rumah nampak sang istri telah menunggu depan teras Rumah besaitu
"Bagaimana kondisi Cantika pa? tanya Mama Gilang
Lama Tuan Husein terdiam, dan memejamkan sebentar mata. mencoba menenangkan pikiran yang begitu berkecamuk, antara perasaan bersalah, malu. terutama capek tubuh dan pikiran hingga dia tidak menghiraukan pertanyaan istrinya yang terlihat tidak sabar lagi menunggu penjelasan.
__ADS_1
Tuan Husein menjelaskan semua tentang kondisi Cantika yang tengah mengandung cucu mereka, termasuk kemarahan keluarga Anwar yang tidak terima perlakuan Giang terhadap Putri mereka.
"Mama bingung pa, antara senang mendapatkan cucu, sedih dan malu pada perbuatan anak kita" berkata pelan
"Semoga saja mereka mau berdamai dan menerima Gilang sebagai menantu mereka, ma"
"Mudah-mudahan pa"
Sementara di Belanda Gilang menghabiskan waktu di dalam kamar hotel, mencoba menghindar dari amukan kemarahan papanya, termasuk Ancaman papa yang menyuruhnya segera menikah dengan Cantika. kalau tidak terpaksa semua fasilitas dan aset yang dimiliki Gilang dibekukan kembali oleh papanya.
"Aaahhk brengsek, aku terjebak permainan ku sendiri kenapa Aku tidak memikirkan ini dari semula" melempar gelas bekas minuman nya asal
Orang-orang suruhan Tuan Husein berhasil menemukan tempat penginapan Gilang, mereka dengan sabar memantau Gilang dilobby hotel.
"Bos kita telah berhasil membekuk Tuan Muda Gilang"
"Bagus, bawa segera kembali ke Indonesia"
Gilang membuka mata yang masih terasa begitu pusing, melihat sekelilingnya bingung karena sekarang sudah berada di kamarnya sendiri. dia memijit pelipisnya mencoba mengingat kembali kejadian saat berniat menuju Club, dan sebuah tangan dari arah belakang membekap mulutnya hingga dia tidak ingat apa-apa lagi dan tersadar setelah sampai di kamar nya sendiri.
__ADS_1
"Ah sial orang-orang suruhan papa berhasil menemukan ku" berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket
Setelah bersih dan rapi kembali Gilang mondar-mandir dikamar nya memikirkan kembali langkah yang harus diambilnya. tiba-tiba pintu kamar diketuk secara tidak sabaran. dengan kesal Gilang berteriak
"Masuk"
"Tuan Muda Gilang diminta segera turun keruangan keluarga menghadap Tuan dan nyonya besar" ucap seorang pelayan
Dengan langkah panjang Gilang menuruni tangga, menuju ruangan yang sudah terlihat kedua orang tua nya. Gilang duduk di sebelah sang Mama yang sudah tidak mengabaikan nya lagi.
"Gilang kamu telah mencoreng nama keluarga, kami orang tua mu benar-benar malu mempunyai anak seperti kamu" ucap Mama
Gilang refleks memeluk mamanya minta maaf, dan segera memundurkan tubuhnya ketika papa berdiri dari duduknya. Gilang takut akan menerima pukulan yang keras dan bertubi-tubi menghantam tubuhnya sewaktu dibelanda kemaren, membuat Gilang bergidik ngeri membayangkan.
Setelah diambil kesepakatan keluarga Gilang mendatangi kediaman Anwar. untuk mengajak berdamai dan mencari solusi terbaiknya dengan menikah kan mereka berdua.
"Selamat pagi Cantika" sapa Mama Gilang saat mereka telah berkumpul bersama dalam ruangan itu
"Pagi Tante" ucap Cantika pekan tidak berani mengangkat wajahnya, ditambah lagi ada Gilang saat ini, yang membuat Cantika masih merasakan sakit nya perlakuan Buruk Gilang
__ADS_1
"Baiklah aku bersedia berdamai dengan keluarga Gilang, dan mau menikah kan mereka, mengingat anakku yang telah mengandung cucu kalian" ucap Anwar mencoba mengendalikan kemarahan nya
"Pa, ma... Cantika nggak papa lok, meskipun harus membesar kan bayi ini sendiri, Cantika tidak mau menikah dengan kak Gilang" Cantika masih takut bertemu dengan Gilang bayangan kejadian itu terus berputar-putar di ingatan nya, apalagi harus menjalani hidup bersama nya