
Hari demi hari terus berputar, seiring berjalannya waktu... sikap Gilang sudah menunjukkan perubahan yang sangat baik dan begitu perhatian pada Cantika, meskipun selalu mendapat respon yang kurang baik dengan sikap acuh yang ditunjukkan Cantika.
Cantika suka sekali menghabiskan waktu ditaman belakang, yang posisi nya berdekatan dengan kamar nya. menikmati bunga yang sedang bermekaran, yang memberikan nya ketenangan yang begitu damai dan indah. saat hendak memetik salah satu bunga mawar merah
"Aduhhh....,, tangannya terkena duri hingga mengeluarkan sedikit darah
Mama yang berdiri tidak jauh dari Cantika,
"Sayang tangan Kamu kenapa berdarah begini....,,
Mama sengaja berteriak agak keras agar Gilang yang sedang ngobrol dengan papa mendengar,
"Ah.... tidak apa-apa kok ma, cuma tertusuk duri kecil bunga Mawar saja" balas Cantika yang melihat Mama yang sengaja melebih-lebihkan kan dan terlihat sangat Lebai
Benar saja, tidak begitu lama Gilang dengan langkah panjang langsung berlari ke arah Cantika, mengisap jemari untuk mengeluarkan darah itu
"Cantika kamu tidak apa-apa" ucap Gilang
Cantika menggelengkan kepalanya, dan melanjutkan kesukaan nya merawat dan menikmati keindahan bunga itu. melihat tingkah Cantika yang seperti itu, Gilang membalikkan badannya untuk melanjutkan ngobrol dengan papa.
__ADS_1
Mama melonggos kecewa, melihat usaha nya kembali gagal, namun Mama tidak putus asa "Aku punya ide lagi.." sambil tersenyum
"Aduh .....,, kepala Mama kembali pusing" berakting seolah-olah ingin oleng dan jatuh
Dengan gerakan refleks Gilang dan Cantika yang tidak begitu jauh dari posisi Mama, langsung menangkap tubuh Mama, di saat itu juga secara tidak sadar tangan Cantika dan Gilang berdempetan menopang tubuh Mama
Pandangan mata Cantika dan Gilang bertemu, seolah-olah bahasa tubuh mereka sangat menikmati Sentuhan tidak sengaja itu, Gilang merasa begitu nyaman dan bahagia bisa bersentuhan dengan kulit tangan Cantika yang lembut, begitu juga Cantika jantungnya berdetak cepat merasa kan hangat tangan Gilang.
Mama tersenyum melihat anak menantu nya itu, Cantika yang tersadar ingin menarik tangan kembali, namun tiba-tiba Mama mengeluh
"Aduh..ayo kalian berdua bantu Mama menuju kamar, dengan istrahat pusing Mama ini akan hilang dengan sendirinya" ucap Mama mengedipkan mata ke arah Gilang
"Gilang semalam Mama dan papa mu telah memutuskan untuk tinggal di Apartemen kita yang di Belanda"
"Kenapa ma ??? ucap mereka serempak
Mama tersenyum..." kalian kompak sekali Mama senang mendengarnya"
"Mama ingin menyelesaikan pengobatan Mama disana"
__ADS_1
"Jadi bagaimana dengan ku ma, apa madam jane juga ikut pindah ke Belanda? ucap Cantika dengan raut wajah sedikit cemas
"Iya sayang...,, karena Mama sangat butuh Jane untuk membantu Mama disana nantinya, kamu tidak perlu cemas sayang... dirumah ini banyak pelayan yang akan menjaga dan membantu mu, termasuk anak nakal ini" menunjuk Gilang
"Sebenarnya Mama sakit apa sich ? Cantika merasa penasaran karena Mama terlihat sehat dan bugar
"Ma.....ma sakit, gimana ya... Cantika susah menjelaskan nya, karena kamu tidak akan paham. nanti jika Mama telah sembuh Mama janji akan menjelaskan semua nya, dan kita akan berkumpul kembali"
"Ya udah Mama istrahat saja, Cantika keluar dulu" pergi meninggalkan kamar sambil menutup pintu pelan
Sementara Gilang masih duduk di samping Mama yang terbaring, melihat Cantika telah pergi Mama langsung duduk menghadap Gilang
"Gilang tahu ini semua sandiwara Mama" ucap Gilang mengulum senyum
"Nggak juga sih, sebenarnya Mama memang sakit, dan akan sembuh jika kamu dan Cantika sudah berbaikan dan tidur dalam satu kamar, makanya Mama dan papa sengaja memberi kalian waktu untuk berdua saja, dirumah besar ini" tersenyum mengusap rambut Gilang
"Gilang jangan menyerah dan bukti kan kesungguhan mu, bahwa kamu sudah benar-benar berubah" ucap Mama kembali
"Baiklah ma"
__ADS_1