Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Pijitan Lembut Gilang


__ADS_3

" Nara" ucap Dion kaget saat melihat sepupunya itu sekarang sudah berada di rumahnya, Meskipun kemaren mereka sempat bertemu namun dikantor saja saat melakukan tes.


"Ya adik sepupuku yang tampan" Nara berdiri mendekati Dion


"Hey Dion kenapa dengan mu, kok segitu kagetnya melihat kedatangan ku, lagian aku memasuki Rumah mu ini sudah puluhan kali semenjak dahulu" Nara mengerutkan keningnya bingung melihat reaksi yang" ditunjukkan Dion


"Bukan begitu, aku tidak menyangka kamu datang secara tiba-tiba" Dion berjalan mendekati sofa dan menduduki nya diikuti Nara disampingnya.


"Bagaimana dengan hasil tes ku, aku sudah tidak sabar ingin segera bekerja di perusahaan yang sama dengan mu" ucap Nara menatap lekat wajah Dion


"Aku tidak bisa memastikan kamu bakal diterima bekerja di perusahaan itu, Nara berdoa saja supaya Gilang mau menerima mu"


"Kenapa begitu, bukan kah hasil tes ku hasilnya memuaskan, termasuk skill dan pengalaman kerja ku di perusahaan besar" Nara tidak terima alasan Dion

__ADS_1


"Aku tahu Nara, tapi aku tidak bisa memutuskannya"


"Dion, tolong bantu aku. hanya kamu harapan ku satu- satunya Dion. lagi pula posisi pekerjaan mu sangat bagus sebagai asisten pribadi Bos. aku yakin bos Gilang mu itu mau mendengarkan pendapat mu" bujuk Nara


"Nara perlu kamu ketahui Gilang itu tidak sebodoh yang kamu pikirkan, kaki tangannya banyak. aku tidak mau mendapatkan masalah dan mempertaruhkan posisi ku, dengan memasukkan mu bekerja di sana" ucap Dion kesal melihat sikap Nara yang madih ngotot ingin bekerja di perusahaan Gilang


"Maksud mu apa Dion"


"Nara aku telah menyelidiki kasus mu, dan apa alasan yang membuat mu diberhentikan bekerja di perusahaan Rama hingga mendekam di penjara selama beberapa tahun ini" ucap Dion


"Itu semua sudah berlalu Dion, dan aku telah menerima ganjaran dari per buatanku itu. percaya lah Dion aku telah tobat" Nara menangis untuk mendapatkan simpati dari adik sepupu nya itu


Dirumah nya Gilang membantu istri kecilnya itu membawakan barang-barang belanjaan mereka, yang kebanyakan pakaian bayi yang terlihat lucu dengan pilihan warna yang netral untuk anak cewek maupun cowok.

__ADS_1


"Cantika kamu capek ya" ucap Gilang menaruh barang belanjaan mereka di atas meja dan duduk di sofa sebelah Cantika, Gilang sengaja duduk agak mendempet ke tubuhnya Cantika


"Pasti capek lah" ucap Cantika acuh meminum minuman segar yang baru saja di siapkan pelayan


"Sini kakinya" tanpa menunggu jawaban dari mulut Cantika, Gilang menaikan kedua kaki putih mulusnya Cantika diatas paha nya dan memulai memijit secara perlahan-lahan. dengan mata menatap lembut dan penuh kasih sayang


Semula Cantika ingin marah melihat Gilang yang menarik kakinya, tapi pijitan lembut dan tatapan mata Gilang membuat pertahanan nya runtuh dan menikmati sentuhan lembut dikakinya.


"Kenapa aku begitu menikmati sentuhan Gilang, gairah ku terasa menggebu,, aku yakin ini pasti permintaan mu ya nak. yang ingin sekali merasakan sentuhan papimu" Cantika mengelus-elus perut nya


"Cantika anak kita keenakan ya,,, menikmati pijitan dari papinya" ujar Gilang yang ikutan juga menyentuh perutnya


"Jangan" suara Cantika agak keras hingga Gilang kaget, refleks menarik tangan nya

__ADS_1


Melihat reaksi Gilang yang seperti itu, terbersit rasa kasihan di hati Cantika, dan menarik kembali tangan Gilang untuk menyentuh perutnya


__ADS_2