Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Pembukaan Perusahaan Baru


__ADS_3

Capek mondar-mandir tak karuan, akirnya Zein mencoba menghubungi Rama melalui ponselnya.


"Kenapa nggak dari tadi, kepikir menghubungi nya pakai ini." ujar Zein seraya memencet nomor Rama.


"Rama mengucek mata yang masih terasa berat untuk dibuka, hallo ada apa?" ucap nya dengan mata yang masih terpejam.


"Boss, lupa ya ? tujuan kita kesini untuk apa ?" ujar Zein kesal dengan bosnya, yang lebih mementingkan urusan cinta. dari pada perusahaan nya sekarang.


"Kamu handel saja dulu." ujarnya sambil kembali memeluk Anyelir.


"Tidak bisa bos, ini acara besar. pembukaan dan peresmian Perusahaan baru kita, apa kata investor yang lain dan kepala cabang. mereka sudah susah payah menyiapkan penyambutan kedatangan kita" ujar Zein berusaha meyakinkan Rama.


"Apa kamu sudah mempersiapkan, yang kuminta kemaren." Rama.


"Sudah, mereka sedang menunggu disofa depan kamar bos" Zein


Rama melirik kesebelah nya, nampak Anyelir masih tertidur dengan tenang. Rama berjalan ke kamar mandi. dan membersihkan tubuhnya setelah itu segera berpakaian kembali dengan setelan jas yang sudah disiapkan Zein sebelumnya.

__ADS_1


Rama kembali melirik Anyelir "apa dia ku tinggal kan saja dikamar ini?" dan berjalan ke arah pintu, namun Rama kembali berbalik "Kasian kalau ditinggal nanti dia bangun dan ketakutan sendiri dikamar yang luas ini."


dan menghampiri Anyelir yang masih merajut mimpi indahnya. dan niat usil muncul di pikiran Rama dan mendekatkan mulutnya ditelinga Anyelir.


"Kebakaran..... kebakaran.....tolong...." ujar Rama.


Spontan Anyelir terbangun, dengan paniknya " Mana.... mananya yang kebakaran?" lalu menghambur untuk berdiri.


Melihat reaksi Anyelir Rama langsung tertawa lepas. sambil memegang perutnya.


Anyelir langsung menarik selimut. untuk menutupi tubuhnya nya, begitu menyadari jika dia tengah dikerjai Rama. dan melempari Rama dengan bantal.


"tanpa makeup pun kamu sudah cantik. tapi aku ingin semua kolega bisnis ku iri, melihat Rama Aleksander mengandeng seorang bidadari" sambil berjalan keluar kamar menemui Asisten Zein.


Setelah mengering kan tubuhnya. Anyelir berjalan keluar, nampak tiga orang wanita telah menunggu nya.


"Nona nari kami bantu memasang kan gaun ini." ujar salah seorang dari mereka.

__ADS_1


"Baiklah," Anyelir berjalan mendekati mereka


Tiga puluh menit berlalu, Anyelir sudah siap didandani, dan berjalan dengan anggunnya kearah Rama.


Rama seakan tidak percaya dengan penglihatan nya, Anyelir benar-benar tampil cantik bak Cinderella.


Asisten Zein menyikut tangan Rama yang sedang terpesona "Benarkan Bos, seperti yang saya katakan dahulu bahwa Anyelir itu, cewek Limited Edition" ujar Zein sambil tertawa


Tapi tidak dengan Rama, dia tercekat, seperti sering mendengar nama Anyelir.


"Apa kamu hilang Anyelir? dan kapan kamu pernah mengatakan dia Limited Edition" ujar Rama heran


Zein kelimpungan, bingung harus jawab apa? dan Anyelir pun sudah sampai dihadapan mereka.


"Bos kita sudah telat, sebaiknya kita cepat kesana sekarang." ujar Zein dan mengusap dadanya merasa terbebas dari pertanyaan Rama.


Dalam mobil Rama masih kepikiran dengan ucapan Zein tadi "aku merasa ada yang disembunyikan dari ku, okey aku akan cari tahu sendiri ! dan mengikuti permainan kalian " ujar Rama

__ADS_1


Suasana di acara pembukaan ini sangat meriah, yang menghadirkan berbagai artis band ibu kota ternama, semua berdiri menyambut kedatangan mereka bertiga. dan salah seorang dari mereka maju dan melingkar kan karangan bunga dileher Rama. kilatan kamera di mana-mana, seorang pimpinan cabang, menuntut mereka menuju meja VIP yang sudah tersedia untuk mereka bertiga.


Anyelir merasa bangga sekali, belum pernah terbayangkan oleh nya, jalan hidup membawa seperti ini. seorang gadis kampung dan miskin, disambut dengan hormat dan duduk ditengah-tengah acara besar ini.


__ADS_2