
Rama tersadar dari tidur panjangnya selama lebih dari delapan jam, dia tidak merasa kedinginan lagi. dilirik nya Anyelir masih setia mendekapnya dan mentransferkan kehangatan tubuhnya.
Rama menatap wajah cantik itu dan perasaan bersalah kembali menghampiri nya, Rama menangis sambil mengusap-usap perut Anyelir yang tambah bulat dan membesar.
"Maafkan papi ya nak, papi janji tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi" Rama kembali menitikkan air mata yang membuat Anyelir terbangun dan mengusap pipinya yang kena air mata Rama yang jatuh menetes.
"Sayang kamu sudah bangun, bagaimana keadaan mu? apa masih ada yang sakit" Anyelir cemas dan memeriksa kondisi tubuh Rama dengan telapak tangan nya "dan kenapa kamu menangis sayang?" tanya Anyelir sambil mengusap air mata di pipi suaminya.
"Tidak ada yang sakit sayang tapi...?" Rama terhenti tidak sanggup mengeluarkan kegundahan hatinya, melihat tatapan lembut Mata Anyelir.
"sebaiknya aku cari waktu yang tepat untuk berkata jujur, kalau tidak perasaan bersalah ini akan terus menyiksa ku. tapi aku juga takut membayangkan Anyelir akan pergi lagi kalau mengetahui kesalahan ku itu."
Anyelir yang melihat kegalauan suaminya, bingung dengan sikap Rama itu " Sayang ada apa sebenarnya? kenapa kamu seperti ini?" menatap mata Rama, namun kelihatannya Rama tidak mau membalas tatapannya. Rama selalu menghindar dengan menunduk atau memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Rama membawa Anyelir kepelukanya dan menangis " Anyelir berjanjilah, bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan ku, dalam keadaan apapun yang akan terjadi" ucap Rama seakan tidak mau melapas pelukannya.
Anyelir tersenyum kearah Rama dan memegang kedua pipinya" aku Anyelir Romessa, berjanji tidak akan pernah meninggalkan suamiku tersayang Rama Aleksander, ayah dari anak-anak ku, dan terus mendampinginya dalam keadaan suka maupun duka" Anyelir mengucapkan sambil menangis dan mereka berdua kembali berpelukan.
"Mulai sekarang kak Rama harus tersenyum dan semangat lagi, aku siapkan makanan dulu ya, dari kemaren kak Rama pasti belum makan. karena kebanyakan tidur" ucap Anyelir sambil turun dari tempat tidur dan melangkah ke luar kamar
Sementara Zein dan Larasati juga sampai di rumah Rama "ayo sayang kita masuk ke dalam" Zein tersenyum sambil mengandeng mesra tangan Larasati.
"Walkumsalam Zein, wah istri mu cantik pisan ya" ucap Nyonya Merlin membawa mereka keruang tamu yang luas Rumah itu.
Anyelir yang baru keluar dari dalam kamar, terkaget melihat kedatangan Zein dan istrinya, Anyelir menghampiri dan ikut menyalami pasangan pengantin baru itu.
"Oya Nyonya Anyelir bagaimana kondisi bos Rama sekarang?" tanya Zein, yang sebelumnya sudah mendengar dari kedua orang tua Rama.
__ADS_1
"Kesehatan nya sudah membaik, sekarang aku mau membuat kan bubur untuk kak Rama, kalian bisa langsung masuk ke kamar kalau ingin bertemu dengan kak Rama" Anyelir pun pamit ke dapur.
Zein masuk kekamar Rama sebelumnya mengetok pintu terlebih dahulu, setelah mendapat jawaban dari Rama mereka semua masuk kedalam termasuk ke dua orang tuanya.
"Hey bos bagaimana kondisi mu sekarang?" tanya Zein yang melihat perubahan Rama yang terlihat seperti banyak pikiran.
"Baik" jawab Rama singkat.
Zein dan semua yang didalam kamar saling pandang, Rama lebih banyak diam, dan hanya menjawab seadanya jika ditanya. " Mungkin bos Rama butuh istrahat, sebaiknya kita keluar saja" ajak Zein dan menarik tangan Larasati.
"Iya Zein, Tante pikir juga begitu"
"Bos silahkan lanjutkan lagi tidur nya, kami permisi keluar dulu" ucap Zein yang dibalas anggukan kepala Rama.
__ADS_1