Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Rencana Hendro


__ADS_3

Hendro meringis kesakitan, tubuhnya terasa remuk semua. dia tidak memiliki kemampuan untuk melawan Gilang, selain hanya pasrah ketika tubuhnya menjadi bulan-bulanan kemarahan sang atasan.


Kesalahan yang dilakukannya, memang tidak sebanding dengan apa yang telah dia perbuat selama ini. Hendro, begitu terlena dengan jabatan yang diembannya. dia merasa begitu sangat berkuasa atas perusahaan itu. mengingat Gilang dan Papanya selama ini. tidak pernah memantau secara langsung.


Namun, hal itu membuat Hendro bertambah serakah. apalagi tuntutan Putri semata wayangnya, yang selama ini sudah terbiasa hidup dengan kemewahan yang diberikan nya. serta kebiasaan istri yang suka berfoya-foya. menuntutnya mau tidak mau memakai dan menggelapkan uang perusahaan. termasuk menekan gaji dan tunjangan para karyawan dan buruh perkebunan.


Lamunan Hendro buyar, ketika melihat kedatangan istri cantiknya dan putri manjanya itu. mereka berdua langsung terlonjak kaget, dan terlihat pucat saat menyaksikan kita kondisi Hendro yang terbaring lemah di klinik kesehatan pabrik, serta tubuh babak belur penuh luka lebam.


"Mas, kamu kenapa sampai begini.?" Tangis istrinya tiba-tiba pecah, melihat kondisi mengenaskan suaminya.


"Papa,"


Naura gadis cantik, dan baru mulai masuk perguruan tinggi itu, tidak mampu melanjutkan kata-kata. dia terlihat syok, sambil menutup Mulutnya dengan punggung telapak tangan. air mata menetes dikedua pipinya


"Papa seperti ini, karena mas Gilang. dia telah menyelidiki dan mengetahui jika selama ini papa. sudah banyak merugikan perusahaan, termasuk para investor pabrik yang ikut ingin menarik saham mereka. setelah mengetahui kecurangan papa. membuat kemarahan mas Gilang menjadi-jadi. sehingga dia juga menuntut papa agar mengembalikan semua uang perusahaan itu secepatnya."


"Apa.???"

__ADS_1


Ucap Naura dan mamanya serempak, sambil menggeleng kan kepala. bingung dan ketakutan. bagaimana cara mereka harus mengembalikan uang sebanyak itu. dalam waktu singkat.


"Apa tidak ada cara lain.?"


"Tidak ma." jawab Hendro lemas, tangis penyesalan keluarga Hendro pecah, kebahagiaan dan kemewahan mereka berakhir dalam sekejap.


"Pa, Mama tidak mau kehilangan semuanya. lagian uang, serta kekayaan yang kita miliki sekarang pun. tidak akan cukup untuk menganti semuanya, sebaiknya papa memilih untuk di penjara saja. agar aku dan Naura tidak kehilangan semuanya." ucap istrinya, seperti tanpa dosa


Hendro tercekat, dengan rasa penyesalan yang mendalam. tidak pernah terbayangkan jika istri yang selama ini begitu dicintai nya. tega berkata seperti itu. dan lebih memilih kehilangan dirinya dari pada harta yang mereka miliki.


"Kamu tega ma, aku juga seperti ini demi kalian berdua." ucap Hendro


"Diam kamu anak kecil, jangan ikut campur urusan orang tua." membentak Naura


"Tapi kasihan papa, ma.!"


"Memangnya apa yang kamu bisa, untuk membantu keluarga kita untuk terlepas dari masalah ini." Mama menatap lekat Naura penuh kemarahan. membuat gadis itu ketakutan mundur beberapa langkah dari sang mama.

__ADS_1


Mama tersenyum licik, seperti mendapatkan ide yang benar-benar bagus, dia spontan berdiri dan berjalan mendekati Naura.


"Ya aku punya jalan keluar yang terbaik untuk kita semua, selama ini aku mendengar jika Tuan Gilang itu, suka bermain dengan wanita cantik. bahkan Mama pernah mendengar beberapa scandal nya dengan para wanita. Mama rasa Naura bisa membantu kita pa." tersenyum senang


"Tidak..., tidak ma. Naura tidak mau." gadis itu tiba-tiba menagis, ditambah dia juga sudah memiliki seorang pacar yang begitu dicintainya.


Hendro hanya ikut terdiam, meskipun dia tidak setuju mengorbankan Putri satu-satunya, namun dia tidak bisa memungkiri. jika saat ini mereka tidak mempunyai jalan lain.


"Nak, turuti saja perkataan mamamu, anggap saja sebagai bakti mu pada kami orang tuamu." ucap Hendro


"Iya sayang, lagian kamu sangat cantik. Tuan Gilang pasti langsung tertarik saat melihatmu nantinya."


Naura tidak bisa membantah lagi, gadis itu akirnya pasrah. mengingat dia juga ikut bersalah dalam hal ini.


"Baiklah ma." Naura mencoba tegar, sambil mengusap air matanya. dan memaksakan senyumnya.


"Malam ini, dandanlah yang cantik sayang. lalu temui mas Gilang."

__ADS_1


Mereka pun mulai sibuk mengatur siasat, sambil memberikan sebungkus serbuk pada Naura.


"Campurkan serbuk perangsang ini keminumannya, agar Gilang itu, benar-benar menggaulimu ." bisik mamanya yang mulai berharap, agar putrinya nanti hamil. dan mereka tentu akan mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari masalah ini.


__ADS_2