Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Membuat kan Kopi


__ADS_3

Anyelir Kembali teringat akan kata - kata Rangga. agar dia kuat dan tidak lemah agar bisa kembali bersama Rama. dia mencoba menyemangati dirinya kembali.


"Demi Zio dan suamiku, aku harus kuat." dan membasuh mukanya, dan mengolesi tipis make up Anyelir kembali ke Ruangan nya.


"Hey Jasmin kerjakan ini dan harus kamu catat kembali semua poin penting nya. sebelum jam pulang kantor kalau tidak, terpaksa kamu harus lembur nantinya." ucap Nara sambil menyerahkan setumpuk berkas tahun sebelumnya yang sudah tidak terpakai lagi agar diperiksa Anyelir.


Dia pun berlalu sambil tersenyum puas.


"Rasain kamu, dasar cewek gatel, baru beberapa hari sudah obral diri."


Sementara Rama sudah sadar dari pingsannya, dan memijid pelan kepalanya yang masih terasa pusing. setelah meminum obat yang diberikan dokter fian.


"Saran saya, bapak Rama tidak usah memaksakan diri. untuk mengingat masa lalu bapak, karena seiring berjalannya waktu, dan rutin meminum obat. bapak akan mengingat semua nya dengan sendirinya." ucap dokter.


"Okey baiklah." ucap Rama.


"Sekarang kamu boleh pergi." dia malas berlama-lama berhadapan dengan dokter ini. Mama yang bersikeras yang mengatakan demi kesembuhan nya, maka dokter fian lah yang terbaik di negeri ini.


Rama sering mengabaikan obat pemberian dokter fian beberapa waktu ini, sehingga dia sering sakit kepala dan mengingat bayangan Anyelir lagi.

__ADS_1


"Baiklah saya permisi dulu Tuan." ucap nya sambil berlalu meninggalkan Ruangan Rama.


Sampai dalam lift, dokter fian tersenyum melihat Notifikasi pesan di ponselnya. sejumlah transferan masuk ke rekening pribadi nya. dari rekening yang memberikan atas nama Selena. dokter fian pun mengetik pesan.


"Semua terlaksana dengan baik, aman terkendali Nona."


Jam istrahat kantor pun, Anyelir melewati makan siangnya sendirian, duduk dipojokan kantin Perusahaan.


Seseorang menghampirinya.


"Boleh aku duduk disini kak?" tanya yang terdengar seperti suara seorang perempuan. Anyelir pun menoleh dan tersenyum


Mereka berjabat tangan "Perkenalkan nama saya Bunga, kalau kakak?"


"Aku Jasmine Almeera." jawab Anyelir tersenyum lembut.


"Kakak di Ruangan mana?" tanya Bunga.


"Ruangan Sekretaris, Tempat nya ibu Nara."

__ADS_1


"Kita berdekatan dong, aku diRuangan sebelahnya, mulai sekarang kita berteman ya." ucap Bunga pada Anyelir.


"Okey" mereka pun Tos bersama layaknya anak SMA.


Selesai makan, dan saling bercerita dan mengakrabkan diri, Anyelir dan Bunga berniat kembali keruangan mengingat jam istrahat Kantor sudah hampir habis. mereka pun berpisah, saat akan memasuki Ruangan kerja masing-masing.


Di dimeja kerjanya Rama, hanya duduk sambil memutar pelan kursi kebesaran nya. dia teringat gadis magang itu, yang tadi pagi dicumbunya.


"Ya aku akan mencoba bermain-main dengan mu cantik. hanya dengan mu." ujarnya sambil tertawa.


Hari ini, Rama menyerahkan semua pekerjaan nya pada Zein, semenjak kejadian pingsan pagi tadi, dia mencoba merilekskan pikiran nya untuk urusan kantor sesaat, tapi bukan untuk gadis kecil yang anak magang itu.


"Zein suruh anak magang yang bernama Jasmine, membuat kan aku kopi. " perintah Rama.


Zein yang mendapat perintah bingung.


"Kenapa harus anak itu, tapi ya sudahlah..dia pun keluar dan memanggil Anyelir.


"Tolong buatkan Tuan Rama kopi." ucapnya menatap Anyelir. sambil berlalu pergi kembali keruangan nya. semua yang di Ruangan itu terpana, Nara muncul menawarkan diri untuk membuat kan kopi, tapi diotolak oleh Zein, karena Rama hanya ingin buatan Anyelir.

__ADS_1


__ADS_2