Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Hari Ke Dua


__ADS_3

Selena berlalu dengan angkuhnya, mengabaikan uluran tangan Anyelir, yang masih mematung menatap kepergian wanita itu.


"Itu tadi kan Selena, apa dia juga bekerja di kantor ini?" ucap Anyelir sambil memainkan Tali Tas kecil nya.


Anyelir pun kembali kemeja Resepsionis. dan menanyakan ruangan ibu Nara yang akan menjadi atasan nya selama magang. dengan ramah resepsionis yang bernama Rani itu. menyuruh Anyelir memasuki lantai sebelas, menuju Ruangan Sekretaris.


Lantai sebelas, dan ruangan Sekretaris itu berdekatan dengan Ruangan Presdir Rama. Perasaan Anyelir sangat bahagia dan berbunga, layaknya Abg yang sedang kasmaran.


"Asyik aku bisa setiap hari melihat Rama."


ucap Anyelir sambil melangkah memasuki lift khusus Karyawan.


Anyelir memang sudah tidak canggung lagi, karena sudah hafal seluruh Ruangan Rama dan Ruangan Sekretaris ini. perlahan dia melangkah menghampiri Nara yang tengah asyik menyusun Agenda sang Bos.


"Selamat pagi.. Mbak Nara." sapa Anyelir ramah.


Nara mengangguk kan kepala, dan berdiri.


"Kamu yang bernama Jasmine itu?" tanya Nara.


"Iya mbak." jawab Anyelir sopan.


"Aku sengaja berbaik hati sedikit, dan mengusulkan pihak Perusahaan. menerima Rekomendasi dari University Leiden. karena dulu aku juga Mahasiswi disana. aku harap kamu bisa menempatkan diri, dan bekerjasama dengan baik disini. meja sebelah kiri itu tempat kerja mu." ucap Nara mengacungkan jari telunjuk nya.

__ADS_1


"Perlu kamu tahu, didepan kita adalah Ruangan Presdir. berhati-hatilah, dia dan Asisten Zein tidak akan mentolerir kesalahan sekecil apapun. apalagi dengan kamu yang hanya Mahasiswi magang. pikirkan saja bagaimana kamu bisa memperoleh nilai dengan hasil memuaskan."


"Terimakasih, atas saran dan masukan nya Mbak. " ucap Anyelir.


"Tugas-tugas mu hanya, membantu Karyawan yang diruangan ini saja. memfoto copy Berkas, mengantar kan file untuk ditandatangani atau tugas lain yang berhubungan dengan urusan kantor. sekarang duduklah di kursi mu "


Semua orang yang bekerja sudah sibuk dengan tugas masing-masing. terkecuali Anyelir yang sibuk membolak-balik sebuah buku Besar yang bercerita tentang sejarah berdirinya Perusahaan Rama, dan berkas lama yang harus dipelajari.


Nara kembali lagi dan memberi komando.


"Hey dengar semua, sebentar lagi audit tahunan akan dimulai persiapkan diri kalian."


Semua nampak sibuk kembali, ada juga yang melakukan doubel cek pekerjaan nya masing-masing takut terdapat kekeliruan.


Tubuh Anyelir bergetar, melihat suami yang begitu dirindukannya, ingin rasanya dia berlari dan memeluk Rama saking senangnya. dengan cepat dia kembali menguasai diri.


"Kalau kalian sudah siap dengan laporan masing-masing, segera menuju ke Ruangan Audit," ucap Nara dan menyerahkan setumpuk file pada Anyelir untuk dibawa keruangan Audit.


Tubuh Anyelir kewalahan membawa nya, ditambah Sepatu Haghgels yang dipakai nya, membuat Anyelir hilang keseimbangan dan.....,


"Bruuuaggkk k....


"Bruuuaggkk....

__ADS_1


Anyelir jatuh dikuti file yang menimpa kepala nya. dan sebagian rambut menutupi wajahnya. penampilan Anyelir yang kacau, membuat orang-orang disana tertawa lepas kearahnya.


Rama dikuti Zein keluar dari ruangan nya.


"Ada apa ini kenapa ada keributan.?" tanya Zein.


Rama menatap Anyelir yang tertunduk.


"Siapa dia?" tanya Rama.


Nara maju dan menjelaskan kan pada Rama.


Sementara Anyelir berdiri dan mencoba mengumpulkan berkas yang berserakan tadi.


Sekilas Rama dapat menangkap mata itu.


"Mata Kelinci kecil yang minta dikasihani."


Rama merasa begitu dekat dengan tatapan itu,


"Tapi siapa.?"


dia tidak mampu untuk mengingat. sementara wanita berambut gelombang yang sering datang ke mimpinya jauh berbeda dengan ini.

__ADS_1


__ADS_2