Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Pergi ke Jakarta


__ADS_3

Terdengar suara orang mengaji dan dilanjutkan dengan suara azan subuh yang begitu bergema indah, Cantika mencoba membuka mata yang masih terasa begitu ngantuk, dan berusaha mengangkat tangan Gilang yang melingkar sempurna di pinggang nya. suasana pagi yang begitu dingin membuat nya enggan untuk beranjak dari atas ranjang


"Semalam kami telah melakukan hubungan layaknya suami istri, dan aku sangat menikmati permainan kak Gilang, tanpa merasa takut lagi. ada apa ini.... apa aku telah memaafkan dan mencintai kak Gilang kembali" sambil mengingat-ingat kejadian semalam.


Cantika menatap wajah Gilang yang masih tertidur pulas, aku begitu terbuai dengan sentuhan lembut nya, yang seakan masih terasa nyata sampai detik ini.... bagaimana ini....apa kak Gilang sudah benar-benar berubah" Cantika mengenakan kembali Piyama tidur nya, dan berjalan pelan menuju kamar mandi


Setelah kepergian Cantika, Gilang juga membuka matanya. dan menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat itu


"Aku mengerti kegundahan dan keraguan mu Cantika, namun aku akan selalu berusaha untuk terus membuat mu kembali mencintai ku dan memaafkan kesalahan ku"


Gilang mengenakan pakaian dan kembali menuju kamar nya dilantai dua. sampai di sana Gilang membersihkan tubuhnya yang dilanjutkan dengan memakai baju Koko dan peci untuk sholat subuh, Gilang berdoa untuk kebahagiaan dan keutuhan rumahtangga nya kedepan, juga menyelipkan nama Larasati Semoga diberikan kesembuhan. satu hal yang sudah lama tidak dilakukan nya


Cantika melipat mukena nya, dan mengunakan dress panjang, dan memakai riasan tipis di wajah cantik nya.

__ADS_1


"Aku harus ke Jakarta untuk menjenguk kondisi kakak ku, ya aku akan meminta izin pada Gilang, tapi... bagaimana cara nya. aku sendiri sungguh malu untuk bertemu, apalagi berbicara dengan kak Gilang secara langsung" mondar-mandir di depan pintu kamarnya


Gilang sudah berpakaian rapi, karena dia tidak bisa melanjutkan tidurnya kembali setelah selesai sholat subuh.


"Sebaiknya aku datang kepagian saja kekantor, karena Cantika pasti masih mesra malu untuk bertemu dengan ku" melangkah menuruni anak tangga


Dikamar nya Cantika masih berusaha mencari cara bagaimana mengatakan kepada Gilang. jika dia ingin menjenguk kakak nya, kalau dia pergi tanpa izin dari Gilang, pasti kedua orang tua mereka mengalahkan nya, termasuk Gilang yang panik kehilanganku.


"Aku harus berani mengutarakan pada kak Gilang" melangkah cepat dan membuka pintu kamar, bertepatan Gilang yang sudah sampai di lantai bawah. pandangan mata mereka kembali bertemu, tiba-tiba Cantika menundukan wajah nya.


"Ke kantor" jawab Gilang singkat, namun pandangan mata nya tidak lepas dari Cantika yang terlihat juga sudah rapi, tidak seperti biasanya yang terlihat biasa namun tidak mengurangi kecantikan nya.


"Kamu mau kemana Cantika" tanya Gilang sambil mendekati posisi Cantika berdiri

__ADS_1


"Aku...aku ingin menjenguk kak Larasati, aku sangat mencemaskan kondisi Kakakku"


"Apa kamu bisa kuat, karena kita harus menempuh perjalanan jauh" ucap Gilang ragu


"Aku kuat dan sangat yakin jika bayiku juga kuat dan sehat"


"Okey baiklah aku akan mengantarkan mu, tapi kita harus mengunjungi dan memeriksa kondisi kandungan mu terlebih dahulu ke dokter"


"Aku setuju kak" jawab Cantika sambil tersenyum ke arah Gilang, membuat Gilang langsung klepek-klepek, tapi dia berusaha untuk bersikap wajar dan menjaga wibawa nya di depan istri tersayang


Mereka mengunjungi salah satu Rumah Sakit khusus ibu dan anak, setelah melakukan pemeriksaan dokter mengizinkan Cantika, namun harus tetap hati-hati.


Gilang pun mengajukan pertanyaaan yang berkecamuk di pikirannya semenjak semalam.

__ADS_1


"Dokter bagaimana posisi yang aman saat berhubungan intim, saat istri lagi hamil" ucap Gilang santai, namun tidak dengan Cantika yang langsung membuat wajahnya merah merona karena malu


Dokter menjelaskan posisi yang aman, yang membuat Gilang bisa bernafas lega. karena Gilang melakukannya sesuai dengan yang disarankan dokter.


__ADS_2