Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Hukuman 2


__ADS_3

Sudah lama mereka tertidur sambil berpelukan. Rama terbangun begitu mendengar dering HP nya di atas meja.


"Hallo ada apa Zein.?" ucap Rama Dengan suara serak bangun tidur.


"Bos, setengah jam lagi kita akan meeting dengan kepala divisi dan kepala cabang membahas dana proyek yang digelapkan kemaren boss"


"Ya tunggu sebentar aku bersiap dulu."


Rama menatap Anyelir yang masih tertidur pulas. lalu berdiri memungut kembali handuk nya yang berserakan di lantai. menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnnya dengan cepat dan kembali berpakaian rapi.


Rama mencium kening Anyelir seilas dan beranjak keluar, diluar ruangannya Zein telah menunggunya. dia menyembunyikan senyum melihat sikap Rama. yang nampak Segar dan senyum yang selalu mengembang dibibirnya, layaknya abg yang lagi kasmaran dan ibarat baterai yang telah di cash penuh. jauh berubah dibanding beberapa jam yang lalu.


"Zein, coba kamu suruh salah seorang karyawan wanita mencari kan pakaian yang pas untuk Anyelir"


"Baik boss "

__ADS_1


Jawab Zein singkat dan masuk ke salah satu ruangan wanita dan kembali lagi keruangan Rama.


"Apa yang terjadi di bawah tadi siang kenapa Anyelir terlambat masuk ruangan ku?" tanya Rama


"Tadi Nona Anyelir, dihalang-halangi masuk oleh Nara Sekretaris bos"


Zein pun memutar Cctv yang ada di lobby yang membuat Rama marah.


"Berani sekali dia pada Kelinci kecil ku, Zein kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan pada Nara." ucap Rama geram.


"Sudah boss"


Anyelir terbangun, dia merasakan badan begitu remuk dan area sensitif nya begitu perih. dia mencoba bangkit namun tidak bisa, Anyelir melihat kesamping lalu mengedarkan pandangannya keseliling ruangan kamar tidak nampak juga Rama.


"Apa mungkin dia sedang mandi ?" tapi Anyelir tidak mendengar suara air yang jatuh.

__ADS_1


Anyelir merasakan lengket dan menyibak selimut, nampak darah yang bercampur air sper " " " di seprai warna putih itu.


"Aku telah melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri sekarang"


Anyelir menangis sesenggukan


"Apa yang harus aku lakukan? setelah kejadian ini perasaan ku tambah kuat dan takut berpisah dari kak Rama. aku gagal membentengi diriku agar tidak jatuh cinta padanya "


Perlahan dia menyeret tubuhnyan dan berendam kedalam Bacthup, pikiran nya menjadi tenang dengan bau aroma mawar yang dicampur nya dengan air.


"Sekarang aku tidak gadis lagi, bagaimana pun ini pasti akan terjadi juga. jika aku hamil anak kak Rama perjanjian akan berakhir dan aku terbebas dari nya" Anyelir tersenyum hambar dengan perkataan nya sendiri.


Terdengar seseorang membuka pintu kamar, cepat-cepat Anyelir menyudahi mandinya, dan memakai jubah mandi berjalan keluar kamar mandi sambil berjalan pelan


"Kamu siapa?" tanya Anyelir begitu melihat seorang wanita membawa pperbag.

__ADS_1


"Maaf Nona, kami disuruh mengantar pakaian Anda" memberikan nya pada Anyelir dan berlalu keluar kamar.


Anyelir mengenakan pakaian itu, yang sangat pas dengan Tubuh mungilnya. dan memungut kembali pakaiannya yang tadi berserakan di lantai. Anyelir merebahkan kan tubuhnnya disofa dan menyalakan TV besar disana. dia merasa tenaganya belum pulih sempurna sekarang.


__ADS_2