Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Kejujuran Rama


__ADS_3

"Sayang kamu percayakan sama aku, apapun nantinya yang akan aku katakan" ucap Rama merenggangkan pelukannya.


Anyelir memberikan isyarat dengan menganggukan kepalanya, dan tersenyum seakan memberikan kekuatan pada suaminya.


"Anyelir selama ini aku selalu setia dan sangat mencintaimu, bahkan disaat aku hilang ingatan. tidak seorang pun yang berhasil mendapatkan cinta ku apalagi menggoyahkan kesetiaan ku padamu, termasuk Nara dan Selena" kemudian Rama menundukan wajah nya, mencoba mengumpulkan keberanian dan mempersiapkan diri dengan reaksi Anyelir setelah mendengar kejujuran nya nanti.


"Maksudnya kak Rama?" gemuruh dada Anyelir sudah berdetak kencang. perlahan menarik tangannya yang gemetaran dari wajah suaminya itu. Anyelir seolah sudah bisa menebak arah pembicaraan Rama.


Rama bersimpuh di kaki Anyelir dan menangis " sayang saat itu, aku khilaf dan tertawa suasana aku seakan terhipnotis " ucap Rama terhenti tidak sanggup melanjutkannya lagi.


"Kak jangan berbelit-belit, aku bingung... cepat kakak cerita kan dengan jelas" tanpa disadari air mata Anyelir mengalir deras


Rama menarik nafas berat beberapa kali, dan menghembuskan nya. dan melanjutkan ceritanya


"sewaktu acara pernikahan Zein, aku berjalan menyusuri tepi pantai karena sangat merindukan mu dan Zio, dan tanpa aku sadari, aku sudah berjalan jauh dari lokasi pesta, dan berhenti disebuah pondok kecil nelayan dan tertidur di sana.

__ADS_1


Seperti mimpi aku merasa kamu menyentuh ku, dan membalas setiap sentuhanmu itu, hingga aku tersadar bahwa itu bukan kamu, tapi Cantika adiknya Larasati yang sengaja mengikuti aku, " Rama menghentikan cerita nya.


"Lanjutkan ceritamu" ucap Anyelir dengan kemarahan yang memuncak


"Aku memarahinya atas perbuatan nya itu, dan mengajak nya kembali ke lokasi pesta, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, sehingga kami terpaksa mencari tempat untuk berteduh, dan.... dia kembali memeluk saat ketakutan dengan suara petir. aku saat itu terbuai suasana sayang sehingga tanpa sadar aku membalas ciumannya tapi aku jujur sayang aku tidak melakukan apa-apa terhadap nya, meski aku susah payah mengumpulkan kesadaran ku kembali, hingga tiba tiba aku teringat wajah mu hingga aku tidak tahan dan berlalu pergi meninggalkan nya begitu saja, tidak lebih dari itu."


Anyelir turun dari tempat tidur, saat Rama kembali ingin memeluk tubuhnya " jangan pernah sentuh aku lagi...aku jijik melihat mu" dengan suara tangis yang pecah. Anyelir memukul tubuh Rama secara membabi-buta, dia tidak peduli lagi saat ini hanya ingin melepaskan kekesalan dan kekecewaan nya yang memuncak.


Mama yang mendengar keributan itu ikut berlari kekamar Anyelir diikuti papa dari belakang " ada apa ini, kenapa kalian ribut malam hari begini ? tidak ada yang menjawab, Anyelir masih dengan tangisnya.


"Kak Rama jahat ma... dia..." Anyelir tidak sanggup melanjutkannya dan kembali menangis dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Ada apa ini Rama" bentak papa


Rama berdiri mendekati papa dan menceritakan semua kesalahan nya, yang membuat papa kehilangan kendali " plack..." pukulan keras melayang dikedua belah pipi Rama yang membuat nya tersungkur jatuh tepat dibawah kaki mamanya yang ikut menjerit kuping anak kesayangan itu.

__ADS_1


"Dasar anak kurang ajar kamu Rama, lihat istri mu apa yang kekurangan nya? dia begitu sempurna. Mama heran selama ini kamu begitu setia dan tidak mudah goyah, karena selama ini banyak gadis cantik mendekati mu, termasuk Nara dan Selena, yang mana kecantikan mereka tidak apa-apa nya dibandingkan gadis ingusan itu" bentak Mama


"Ma Anyelir mau pulang ke kampung dulu boleh ya ma, Anyelir ingin menenangkan kan diri dulu disana bersama bibi Romlah" ucap Anyelir yang masih sesungukkan


"Tidak Bisa" ucap tiga orang itu serempak.


Rama yang mendengar langsung memeluk kedua lutut Anyelir "maafkan aku sayang, kamu sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku lagi" ucap Rama


"Iya sayang, lagian sebentar lagi kamu akan melahirkan anak kedua, kami disini Ingin mendampingi mu saat melahirkan nanti" ucap Mama keberatan dengan keputusan Anyelir itu


"Atau begini saja, biar anak cunguk ini yang pergi dari rumah, biar dia kapok dan toubat atas kesalahan nya ini" Mama kembali menggiring Anyelir menaiki tempat tidur.


"Sayang aku ke apartemen dulu ya,, jaga dirimu dan anak kita" ujar Rama kembali mendekati Anyelir, namun Anyelir melongos kesal dan memalingkan muka.


Mama yang paham dengan suasana hati Anyelir, segera memberi kode dengan bahasa isyarat agar Rama pergi meninggalkan Rumah dengan segera.

__ADS_1


__ADS_2