
"Aduhhh....mati aku..."
Anyelir berteriak sambil melihat alarm yang terletak di atas nakas. sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, semalam Anyelir lupa menyetel alarm nya. bibi Romlah juga tidak membangunkan. karena dia tidak mengetahui kalau sekarang hari pertama bagi Anyelir memasuki dunia kerja, atau magang di perusahaan Rama. Anyelir berlari masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya nya secara kilat.
Penampilan Anyelir terkesan Dewasa dan Elegan. dengan menggunakan pakaian kantor, orang-orang yang mengenalnya pasti akan pangling. tak terkecuali bibi Romlah dan Sinta, yang sedang menunggu nya sarapan. nampak Anyelir tergesa-gesa menuruni tangga sambil menenteng sepatu nya. dan langsung memakai nya begitu sampai di lantai bawah.
"Ini sayang sarapannya. " ucap bik Romlah menaruh Nasi Goreng.
Anyelir hanya memakan tiga suap, dan minum segelas susu. sambil melirik Zio anak kesayangannya sedang main dengan Sinta.
"Bibi aku sudah hampir telat, ini pertama aku magang, pamit dulu ya." sambil berdiri dan mencium tangan bibinya
__ADS_1
"Hati-hati ya nak, semoga kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, doa bibi selalu bersama mu." ucap bi Romlah.
Anyelir mendekati Zio yang sudah mulai aktif berlarian,
" Zio sayang, mami pergi kerja dulu ya, dan Zio tidak boleh rewel dan nakal sama Aunty dan Oma." mencium kedua pipi gembul itu.
"Iya Mimi... ati ati and e..Pat ulang ya " katanya de gaya bahasa yang masih cadal.
Tanpa banyak bicara lagi, Anyelir langsung pergi dengan langkah cepat, dia tidak mau ada kesalahan di hari pertama nya ini. saat hendak melangkah kan kakinya untuk masuk ke dalam lift, tiba-tiba seorang menyorobot nya dari arah belakang, dia berjalan tergesa-gesa dan tidak menghiraukan Anyelir yang hampir terjatuh. orang yang begitu sombong dan angkuh itu tidak lain adalah Zein, Asisten Rama. dia tidak mengenali Anyelir sama sekali dengan Penampilan nya yang sekarang.
Anyelir membulatkan kedua mata, kaget melihat Zein kini berdiri dihadapannya, tapi Anyelir tidak berani menyapa, karena belum saatnya dia membuka jati diri yang sesungguhnya.
__ADS_1
Pagi ini Rama memerintah kan Zein. untuk menjemput Berkas lama yang tersimpan dalam ruang kerja Apartemen. karena akan ada Audit tahunan. dan dia harus segera sampai kekantor dengan cepat , karena ada sesuatu yang dia dan Rama curigai.
Sampai di lobby Zein sudah mengilang, sementara Anyelir berlari memasuki Taxi Online yang telah dipesan sebelumnya. dia terus meremas-remas tangannya yang mendadak dingin, membayangkan nanti bertemu Rama. perasaan was-was dan rindu menjadi satu.
Taxi Online yang membawanya berhenti pas di depan gedung MNCR Groups, dengan perasaan yang masih berkecamuk Anyelir menyeret langkah kakinya, masuk kedalam. tanpa sadar Anyellir berjalan kearah lift khusus direktur dan pada saat hendak memencet tombol nya, seseorang datang dari arah belakang dan menegurnya.
"Hey kamu siapa? berani sekali kamu memasuki lift khusus orang penting perusahaan ini, kamu pikir dengan wajah cantik mu itu, bisa membuka kunci Otomatis lift itu." Selena muncul dengan angkuhnya.
Anyelir memang bisa memasuki lift khusus ini. termasuk ruangan Rama, dengan hanya menempel kan telapak tangan. pada salah satu layar Monitornya. tapi dia ingat bahwa dia bukan Anyelir yang dulu lagi, yang bisa leluasa keluar masuk.
"Maaf Nona, saya tidak mengetahui dan tidak memperhatikan nya, Oya perkenalkan saya Jasmin mahasiswa dari university Leiden, Belanda yang akan magang di Perusahaan ini." ucap Anyelir sambil mengungulurkan tangannya.
__ADS_1