
"Sebaiknya kita masuk kedalam dulu" ucap nenek yang melangkah mendahului semua nya.
"Wah...wah bertambah satu lagi Om ganteng dan Tampan" ucap Cantika kecentilan tanpa mengalihkan pandangannya dari Rama.
"Mari silahkan masuk" ucap Tuan Anwar mempersilahkan Rama, sementara yang lainnya berjaga-jaga di luar.
Nenek menarik tangan Zein yang ikut duduk di sebelah Rama, sebaiknya kamu bersihkan tubuhmu yang kotor dulu nak, biar luka mu bisa diobati"
Zein mengikut saja dan masuk ke dalam kamar, yang lain duduk di ruang keluarga sambil menunggu Zein, mereka menyungguhi minuman dan berbagai makanan ringan untuk Rama dan para anggota nya.
Rama masih dengan kebingungan nya, apalagi saat melihat Larasati yang masih terlalu muda dibandingkan Zein. ditambah lagi seorang gadis yang duduk disebelah Nenek. membuat Rama risih karena selalu menatap ke arah nya, sesekali Cantika memonyongkan bibir ke arah Rama sehingga membuat Rama tersedak saat meneguk minuman nya
"Keluarga yang aneh" gumam Rama
Tidak terlalu lama Zein muncul dengan pakaian yang rapi, namun dengan wajah yang penuh luka lebam, Zein melangkah menuju sofa yang berhadapan dengan Rama.
Seorang petugas kesehatan mengobati luka Zein, setelah semua nya selesai Rama mencoba bertanya kepada Zein
__ADS_1
"Zein apa maksud nya semua? dan kenapa kamu bisa sampai ketempat sejauh ini?" ujar Rama sambil memperhatikan banyak bekas pukulan di tubuh Zein.
"Untunglah kamu selalu membawa senjata andalan mu itu, paling tidak bisa melindungi dirimu disaat terdesak. tapi aku berharap kamu tidak sembarangan dalam mengunakan nya" ujar Rama
"Cerita nya panjang bos, berawal dari pertemuan tak terduga saat Larasati menyusup masuk ke mobil ku, waktu kunjungan proyek perusahaan kita di kota X" Zein pun menceritakan semua nya secara rinci, hingga dia sampai ke tempat Ini.
Rama yang mendengar cerita Zein, akirnya bisa memaklumi tapi masih ada yang mengganjal di pikiran nya, Zein belum menceritakan masalah pertarungan nya " kenapa dengan wajah dan tubuhmu yang kotor dan penuh luka habis dipukuli ini?.
"Larasati akan dinikahkan dengan Gilang, dan dia mengajukan syarat siapa yang maju sebagai pemenang maka dia lah yang berhak, menikah dengan Larasati" ujar Zein sambil melihat reaksi Rama selanjutnya.
"Dan kamu mau saja melakukan itu?" ujar Rama penuh selidik.
"Kenapa kamu bodoh sekali Zein" ujar Rama memijit pelipisnya
"Apa kamu menyukai gadis itu" Rama kembali bertanya
Dengan ragu Zein menjawab " Mungkin boss" ujar Zein sambil menunduk merasa malu dengan ucapan nya sendiri.
__ADS_1
Larasati dan keluarga yang menguping pembicaraan mereka. ikut senang terutama Larasati dia merasa begitu bahagia, ternyata Zein juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.
"Baiklah aku mendukung apapun keputusan mu Zein" ucap Rama menepuk pelan bahu Zein
Tuan Anwar pun mengeluarkan suara nya menengahi pembicaraan mereka " sebaiknya Larasati dan nak Zein segera kita nikahkan, mengingat mereka telah lama tinggal bersama, dan kejadian kemaren malam.." ujar Tuan Anwar terputus karena tidak kuasa melanjutkan ceritanya.
"Okey aku setuju saja dengan hubungan mereka, dan kapan waktu nya karena kami harus segera kembali lagi ke Jakarta" ucap Rama
"Kenapa buru-buru sich Om ganteng" ujar Cantika mengedipkan mata berkali-kali ke Rama
"Cantika, jaga sikap mu" ujar nenek
"Dalam dua hari ini, karena aku ingin sebuah pesta yang meriah untuk Putri ku" ucap Anwar
"Apa Tuan bisa menyiapkan dengan waktu sesingkat itu" ujar Rama ragu
"Bisa. karena di daerah ini, semua kebanyakan orang orang ku yang siap membantu, mempersiapkan semuanya" ucap Tuan Anwar
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menghubungi keluarga ku dulu. mengabari dalam dua hari ini aku tidak kembali kerumah" ujar Rama karena dia ingin menyaksikan hari bahagia Zein sebagai orang terdekat nya selama ini.
"Terima kasih bos, Sahabatku" ujar Zein terharu.