
"Dasar Gilang brengxxx...,, kenapa juga aku harus bersentuhan lagi dengan lelaki itu. dan jantung ini kenapa masih berdebar tak karuan saat mencium aroma tubuh dan menatap matanya....Ya Tuhan apa setelah dia menperkosaku. Kak Gilang juga menularkan penyakit jantung ?" tidak.. tidak...,, ini pasti karena bayi dalam perut ku ini yang kaget saat bersentuhan secara tidak sengaja dengan ayahnya tadi. Ya..,, aku yakin sekali"
Dengan ragu madam jane mengetuk pintu kamar Cantika
"Ttock....tock....,, Nona apa boleh madam masuk !
Cantika terkaget membuyarkan lamunan nya, segera berjalan membuka pintu
"Ada apa madam ?"
"Nyonya besar menyuruh madam untuk mengantarkan Nona sarapan" nampak madam jane membawa mapan yang berisi susu hamil serta beberapa macam makanan dan buah segar
Cantika mengambil dengan senang hati " Terimakasih madam" kembali menutup pintu dan sarapan sendirian sambil menyaksikan siaran televisi yang menayangkan berita tentang seorang pengusaha yang dermawan yang rela menghabiskan banyak uang dan waktu nya untuk membangun desa terpencil serta menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat disana.
Cantika sangat tertarik sekali mendengar berita itu namun tiba-tiba dia hampir saja keselek makan sambil nonton televisi, saat berita itu menayangkan sosok pengusaha tampan itu.
__ADS_1
"Kak Rama..., kamu baik hati sekali dan semoga kalian selalu bahagia. dengan keluarga kecilmu kak. dan ternyata istri kak Rama sangat cantik sekali"
Cantika memandang kagum melihat kebahagiaan mereka, dan berharap suatu saat juga bisa menemukan sosok lelaki seperti Rama, yang sangat menyayangi dan mencintai istri nya.
Sementara Gilang juga merasakan kegundahan hatinya semenjak bersentuhan kembali dengan Cantika
"Aagghh bayangan gadis manja itu lagi yang muncul, apa sih maunya gadis itu?" setelah berhasil merebut perhatian kedua orang tua ku. sekarang bayangan wajah nya juga meneror ku. awas kamu Cantika" Gilang memukul stir mobil nya kesal
Hari ini Gilang telah kembali mengurus perusahaan, setelah mendapatkan ancaman dari kedua orang tuanya. dengan langkah panjang Gilang berjalan memasuki gedung Perusahaan itu. tanpa menghiraukan sapaan dari karyawan nya yang memberi hormat.
Lestari masuk berjalan kearah Gilang, dengan sedikit mengangkat rok pendek nya, berharap Gilang akan langsung bergairah seperti biasa, namun usaha nya itu tidak mendapatkan respon sedikit pun dari Gilang, jangankan tertarik menoleh pun tidak sama sekali
Lestari melongos kesal dan memberanikan dirinya duduk di pangkuan Gilang, namun dengan gerakan refleks Gilang mendorong tubuhnya. hingga jatuh kebawah
"Apa apaan kamu lestari" bentak Gilang dengan suara tinggi
__ADS_1
Lestari kaget dan langsung ketakutan melihat wajah Gilang yang memerah
"Mas Gilang kamu kenapa, biasanya kamu tidak pernah seperti ini"
ucap Lestari
"Keluar kamu dari ruangan ku segera !!
"Ya..Ya mas Gilang" berlari dan langsung menutup pintu ruangan itu, dengan nafas yang masih ngos-ngosan lestari mengusap dadanya
Dion Asisten pribadi Gilang terseyum menyaksikan itu, dia sudah menduga apa yang terjadi barusan.
"Makanya jadi wanita itu jangan keganjenan pada suami orang, dan rasakan sendiri akibatnya" tersenyum sinis menertawakan Lestari yang menatap nya tajam
"Brengxxxx kamu Dion, liat saja nanti apa yang bisa aku perbuat terhadap mu. jika suasana hati mas Gilang sudah membaik lagi terhadap ku"
__ADS_1
"Terserah aku tidak peduli, yang jelas Gilang tidak akan membutuhkan mu lagi" tertawa puas lalu pergi meninggalkan Lestari yang masih mengomel tidak jelas