Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Penculikan Zein


__ADS_3

"Pak.... bapak, tolong hentikan mobilnya dan turun kan kami disini" Zein kembali berteriak. Zein mengusap wajahnya putus asa, melihat pak sopir yang tidak mengindahkan teriakannya yang sudah berkali-kali.


"Hey berisik... kamu bisa diam tidak, apa kamu mau saya tendang kesungai yang dalam itu? seperti ponsel mu." ucap seorang lelaki bertubuh kekar dan berotot. terbangun karena mendengar teriakan Zein, yang diikuti seringai tiga teman nya yang lain.


Zein terperanjat kaget, ternyata selain mereka berdua, ada juga orang lain di bok belakang mobil itu, semula Zein tidak melihat keberadaan keempat orang ini. karena mereka tidur berselimutkan kardus bekas tidak jauh dari posisi tempat dia dan Larasati tidur.


"Jadi keempat orang ini telah membuang ponsel ku" dan melihat kearah sungai panjang dan dalam, serta arus air nya yang deras. "bisa mati aku, kalau mereka benar-benar membuang ku kesana." ucap Zein.


Zein kembali duduk disebelah Larasati yang terlihat cuek dan acuh saja. "Ada apa sebenarnya dengan cewek ini .?" Zein membatin penasaran dengan sikap Larasati yang seperti itu.


Tiba-tiba Larasati memberikan kode pada keempat lelaki bertubuh besar itu " Berhenti di depan, belikan kami berdua makanan dan minuman." perintah nya, yang membuat Zein tambah melongngo penasaran.


"Baik Nona" ucap mereka patuh


Mobil menepi disebuah warung tepi jalan, dua orang turun memberikan makanan dan minuman. sementara yang dua orang lagi berjaga-jaga di mobil.


"Siapa sebenarnya kamu?" tanya Zein menatap tajam Larasati marah merasa telah terjebak dan tertipu.

__ADS_1


"Aku Larasati Mawardy, mereka berempat ini adalah para Bodyguard suruhan papaku, yang datang membantu kita waktu diclub" ucap nya santai.


"Kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya pada ku?" ucap Zein


"Kemaren pagi, aku ingin berkata sejujurnya sama om, tapi Om buru buru pergi kekantor jadi aku urungkan saja" ucap Larasati


Sekarang dimana kita?" ujar Zein


"Kita sekarang menuju desa kelahiran papa. tepatnya menuju kerumah nenek ku desa Padang luas, kita telah tertangkap sekarang aku pasrah papa menikah kan ku dengan Gilang disana" ujar Larasati


"Apa.....kenapa kamu menjebak ku dan membawaku ke dalam masalah mu sendiri." ucap Zein


"Sekarang aku mohon, tolong kalian turunkan aku disini." ucap Zein


"Tidak bisa, kamu sudah terlalu jauh ikut campur masalah kami. dan kamu bukan orang sembarangan. bisa saja nanti kamu menuntut masalah ini" ucap ketua Bodyguard itu


"Aku tidak akan melakukan apapun, lagian aku hanya membantu gadis ini" ujar Zein

__ADS_1


"Tidak bisa, ini perintah Tuan Anwar." ucap mereka


Zein Akirnya tertunduk lemas, dan tidak mempedulikan makanan yang diberikan Larasati "Tuhan kenapa nasib membawa ku seperti ini ! ujar nya pilu.


Larasati pun tidak bisa berbuat apa-apa, selain perasaan bersalah dan rasa cinta pada Zein. sehingga dia mau pulang berharap papa nya nanti mau menikahkan nya dengan Zein. tanpa peduli bagaimana dengan Zein sebenarnya.


Zein kembali bertanya "apa kamu telah merencanakan semua ini?"


Larasati menggelengkan kepalanya " Aku sebenarnya tidak tahu, bahwa mobil bok yang menolong kita. ternyata orang suruhan papaku, tadi nya aku juga kaget melihat mereka, tapi kita bisa apa?" ucap Larasati.


"Apa maksud mereka ikut membawaku juga?" Zein bilang masih belum puas dengan keterangan mereka tadi.


Larasati pun akir nya berbicara bahasa daerah kampungnya Zein. karena dia yakin para Bodyguard papanya itu tidak akan mengerti, bahasa yang digunakan nya.


"Uda... tanang sajolah, Beko awak cari waktu nan tapek untuk pai." (Abang tenang saja, nanti kita cari waktu yang tepat untuk kabur) ucap Larasati.


Zein mengangkat kepala nya yang tertunduk sedari tadi " ternyata Larasati bisa bahasa Padang, dia juga mengetahui bahwa saya asli orang Padang" ucap Zein dalam hati.

__ADS_1


"Jadilah kalo ba itu" (Baiklah kalau begitu) ucap Zein yang masih kesal terhadap Larasati.


__ADS_2