
Rama dikantor nya mulai gelisah, sembari melirik jam tangannya berkali-kali "Kenapa Zein belum juga datang kekantor, dan Akir Akir ini sikapnya juga berubah dari biasanya" ujar Rama yang mondar-mandir tak karuan diruangan nya.
Tiba-tiba ponsel Rama berdering tanda panggilan masuk "ini pasti Zein" ucap nya segera mengambil ponselnya di atas meja kerja. tapi nama "istri ku sayang" yang tertera di layar ponselnya.
"Hallo Kelinci ku sayang.?" ujar Rama
"Hallo juga suamiku" terdengar suara manja Anyelir di rumah
"Ada apa?" belum juga siang udah hubungi aku ! masih belum puas pertempuran kita semalam." canda Rama.
"Suamiku sayang, kamu lupa ya sekarang jadwal cek up kehamilan ku?" ucap Anyelir.
"Opszz... ,, Rama menepuk keningnya. iya sayang maaf ya aku lupa" ucap Rama.
__ADS_1
"Sayang, kalau kamu sibuk? aku perginya ditemani Mama saja."ucap Anyelir
"Iya sayang, Zein jam segini belum juga masuk kantor? tidak biasanya dia seperti ini " ucap Rama sambil memijit pelipisnya.
"Udah coba dihubungi, barangkali Zein sakit atau terjadi apa-apa?" ucap Anyelir mulai cemas.
"Iya juga, kenapa aku tidak kepikiran kesana, sayang udah dulu ya" ujar Rama dan memutuskan panggilan dengan Anyelir.
Rama menghubungi ponsel Zein, namun selalu sama hanya terdengar suara operator. akhirnya Rama mengambil kunci mobilnya dan pergi sendiri tanpa sopir pribadi kantor, Rama merasa tiba-tiba cemas dengan Zein yang tidak biasanya
Akhir nya Rama masuk ke dalam Rumah Zein, karena dia sudah tau password pintu nya, dan memeriksa setiap sudut Ruangan, dilanjutkan ke kamar Zein antai dua, hasil juga nya kosong.
Rama mulai panik, mencoba menghubungi kedua adiknya yang berada di luar negeri, dan jawaban mereka sama Zein tidak datang ke sana. Rama Akir berbohong pada mereka karena tidak ingin kedua adik Zein panik, sebelum mendapatkan informasi yang jelas mengenai Zein.
__ADS_1
Rama pun akhirnya, memerintahkan orang-orangnya untuk melacak keberadaan Zein, walaupun informasi yang diperoleh dari mereka hanya kegagalan. Zein mengilang bagai ditelan bumi.
"Zein kemana lagi aku harus mencari mu." ucap Rama
Sementara Zein kembali menatap jalanan, yang tidak dia ketahui dan ini pertama kali dia menginjakkan kaki di daerah yang terasa asing bagi nya.
Mobil berjalan pelan melewati sebuah pasar tradisional yang ramai, hiruk pikuk pedagang yang menawarkan dagangannya membuat para Bodyguard itu kewalahan mengusir. dengan sigap Zein melompat turun ketika melihat sebuah pos keamanan yang berdiri tidak terlalu jauh dari keberadaan nya sekarang, dia berlari masuk ke dalam.
"Pak tolong, sayan sedang diculik komplotan itu" ujar Zein sambil menunjuk ke arah para Bodyguard.
Petugas keamanan itu malah tertawa, dan tidak mengacuhkan Zein. para Bodyguard itu pun masuk dan ikut juga menertawakan Zein.
"Ayo Om, kita ikuti saja kemauan mereka dulu karena percuma saja Om minta pertolongan, disini termasuk wilayah kekuasaan papaku dan Tuan Husein" ujar Larasati membimbing Zein kembali ke mobil.
__ADS_1
Zein menarik tangan yang dirangkul Larasati, ini pertama bagi mulai tertarik dengan wanita, dan ternyata wanita itu membawanya ke dalam Masalah besar, membuat rasa yang semula berbunga-bunga berubah menjadi kekesalan dan penyesalan.
"MAMPIR YA KE NOVELKU " Scandal (Istri Pengganti)"