
Gilang dan Cantika menikmati sore ini dengan mengunjungi pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. langkah kaki Gilang terhenti saat melihat toko yang menyediakan perlengkapan bayi yang lengkap mulai dari pakaian hingga aksesoris yang lucu dan imut.
"Cantika kita masuk ke dalam Ya...." ajak Gilang yang refleks memegang tangan Cantika
"I..iya " Cantika tergagap merasakan hangat sentuhan tangan Gilang
seperti ada sesuatu yang membuat Cantika tidak mampu menarik tangannya dari genggaman Gilang
"Kamu suka yang ini" saat melihat pandangan mata Cantika tidak lepas dari pakaian bayi yang berwarna pink muda, yang terlihat begitu imut dan lucu
"Suka sekali tapi aku belum mengetahui jenis kelamin bayiku nanti" memonyongkan bibir mungil nya, membuat Gilang gemas sendiri dan ingin ******* nya, jika tidak mengingat sekarang di tempat umum
"Bayi kita" ucap Gilang karena dia sedikit kesal Cantika selalu ! mengatakan bayi itu miliknya sendiri
Cantika melonggos tidak menghiraukan ucapan Gilang lagi, dia memilih berbagai pernak-pernik lucu
"Cantika kita pilih yang ini saja ya, warna dan bentuk nya sangat cocok untuk anak lelaki maupun cewek, dan nanti aku akan memerintahkan pelayan untuk menyiapkan kamar khusus bagi dirumah" Gilang sengaja mendekat dan berdiri tepat di belakang Cantika yang ikut memperhatikan bok bayi.
Gilang sengaja mencuri kesempatan, melihat Cantika yang sibuk memilih dia merapatkan tubuhnya dan memeluk Cantika dari belakang sambil mengelus perutnya, Cantika kaget dan ingin mendorong Gilang, namun ucapan seseorang menghentikannya
__ADS_1
"Duh pasangan yang romantis banget, coba suamiku seperti ini juga pasti aku akan bahagia sekali" ucap seorang ibu-ibu
"Mas udah Tampan, penyayang istri lagi, benar-benar suami idaman" ucap satunya lagi
"Aku juga..pengen seperti kalian ,, mas pasti menyambut anak pertama ya ..???
"Iya" ucap Gilang semangat
Cantika membalas ucapan mereka dengan seyum kikuk,
"Kalian tidak mengetahui kehidupan ku yang sesungguhnya"
Selepas kepergian ketiga ibu-ibu itu Cantika berusaha menarik dirinya dari dekapan Gilang
Melihat itu bukan takut Gilang malah mengulum senyum, menurut nya tingkah Cantika itu membuat nya gemas dan ingin sekali memakan nya
"I..iih... senyum-senyum lagi" memukul dada Gilang
Gilang menangkap kedua belah tangan Cantika itu,
__ADS_1
"Manizz...dan imut sekali istriku"
Cantika menarik tangan nya dengan muka yang bersemu merah, dengan debaran jantung yang tidak menentu...
"Tidak... tidak aku tidak boleh terhanyut dengan gombalan kak Gilang, tidak ini hanya jebakan, agar dia bisa memiliki bayi ku ini"
"Cantika tunggu.." ucap Gilang melihat Cantika berjalan meninggalkan nya
"Okey maaf ...Ya jika perlakuan ku tadi membuat mu tidak nyaman" Gilang memasang wajah menyesal nya
Cantika diam mulutnya terasa terkunci, namun dia membiarkan saja Gilang menarik kembali tangannya memasuki pusat kuliner yang membuat matanya kembali berbinar-binar bahagia.
Semenjak bertambah nya usia kehamilan. Cantika merasa kian hari Selera makanya meningkat dari biasanya. bahkan dia tidak memperdulikan bentuk tubuh nya, yang sudah tambah berisi.
Gilang senang melihat tingkah istri kecilnya itu. sambil memperhatikan gaya makanya.
Cantika menghentikan makannya, karena merasa Gilang terus memperhatikan nya
"Kak Gilang nggak ikut makan ?
__ADS_1
"Aku sudah kenyang melihat mu makan sayang..."
"Uh...Kak Gilang mulai gombal" Cantika melanjutkan makannya, dengan detak jantungnya yang berirama saat kedua mata mereka bertemu seakan menyampaikan persaan masing-masing