Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Kepergian Zein (Part Tiga Kehidupan Cantika)


__ADS_3

Rama masih sibuk dengan banyaknya tumpukan berkas yang harus dia periksa dan tanda tangani, serta beberapa pekerjaan lain yang ikut terbengkalai. selama ini Rama selalu bergantung kepada Zein untuk mengurus semua pekerjaan. yang terkadang masalah pribadi Rama Zein juga ikut membantu dan menyelesaikan nya. mereka berdua bos dan bawahan, sekaligus sahabat yang sudah sangat tergantung satu sama lainnya.


Rama merebahkan kepalanya yang terasa berat, pikiran nya masih tertuju pada saat Zein masih menjabat sebagai asisten nya. hingga suatu hari, Zein datang menemuinya dihadapan keluarga besar Rama. Zein menyampaikan keinginannya untuk mendirikan perusahaan sendiri dan membantu papa Larasati untuk mengembangkan bisnis mereka.


Hati kecil Rama berat untuk melepas Zein berhenti dari perusahaannya, mengingat mereka selalu bersama dalam merintis serta mengembangkan perusahaan. sehingga menjadi perusahaan terbesar se Asia. semenjak Zein berhenti bekerja Rama belum juga mendapatkan pengganti yang cocok yang bisa diandalkan seperti Zein.


Mau tidak mau Rama mengangkat Sekretaris Arka sebagai asisten nya. dan mencari sekretaris baru sebagai pengganti, Arka jauh lebih muda dan pengalaman kerja nya pun masih jauh dibawah Zein. sehingga Rama sering kewalahan seperti ini.


Rama melirik jam besar yang terpajang di dinding utama ruangan besar itu


"Sudah larut malam, sebaiknya aku segera pulang" menghubungi Arka selaku Asisten yang selalu bersama nya.


Mobil melaju meninggalkan gerbang utama gedung MNCR Groups, masih banyak karyawan yang bekerja lembur karena sebentar lagi akan diadakan rapat besar para kepala cabang dan investor perusahaan.


"Arka nanti kamu berhenti di perempatan jalan depan ya, dan belikan martabak jagung manis campur keju" Rama teringat makanan kesukaan Anyelir semenjak hamil anak ketiga mereka.

__ADS_1


"Baik Bos" memperlambat laju mobilnya


"Ini Bos, martabak nya" Arka menyerahkan dan melanjutkan kembali perjalanan mereka.


Malam ini seperti biasanya Anyelir tidak bisa memejamkan matanya, sebelum Rama pulang sambil sesekali melirik jam dinding. sementara kedua anaknya telah tertidur pulas.


Anyelir merebahkan tubuhnya di sofa sambil menyalakan telivisi menyaksikan acara favorit nya, sambil tangannya mengelus perut yang mulai terlihat membesar. dan tertidur begitu saja.


Rama berlari masuk kedalam rumah, berjalan mendekati sofa panjang itu, nampak istri tercinta sedang tertidur pulas menunggu nya. tangan Rama tergerak membelai sayang rambut bergelombang kesayangan nya itu.


"Kak Rama kamu sudah pulang ya?" melihat posisi nya sekarang.


"ternyata aku tidak sedang bermimpi, ternyata kak Rama benar mengendong ku keranjang"


"Tidak sayang, kamu pasti bermimpi lagi. karena aku masih dikantor sekarang" goda Rama

__ADS_1


Anyelir kesal dengan tingkah suami jahilnya itu, langsung mengetik telapak kaki Rama yang tidur disebelah nya. yang masih mengatur nafas sehabis menggendong tubuh nya.


"Ampun sayang" Rama memang tidak tahan kalau telapak kakinya digelitik.


"Kak Rama sudah makan malam" tanya Anyelir sambil menghimpit tubuh suaminya.


"Sudah, tapi makan kamu belum sayang" goda Rama


"Mandi dulu sana" Anyelir menarik tangan Rama


Rama berdiri mengikuti perintah Anyelir yang telah menyiapkan air panas dalam bactub.


"Oya sayang tadi aku beliin kamu martabak kesukaan mu, dihabiskan ya" ucap Rama


"Terima kasih suamiku" berjalan keluar kamar mengambil bungkusan yang sudah tercium aroma nikmatnya.

__ADS_1


__ADS_2