
Rama berlari kecil menuju pintu Rumah, dia sengaja pulang cepat dari kantor hari ini dengan rencana sederhana bermain bersama dua orang buah hatinya dan bermanja-manja dengan istri tercinta. paling tidak bisa menebus waktu yang hilang karena kesibukannya.
Rama langsung menuju Ruangan khusus tempat bermain kedua anaknya, namun langkah kakinya terhenti saat melihat sosok laki-laki yang sedang mengobrol bersama Anyelir.
Rama mengernyitkan kan keningnya penasaran dan berjalan mendekati mereka, Rama tidak bisa mengenali lelaki itu karena posisi duduknya yang membelakangi Rama.
Anyelir langsung menoleh ke belakang saat mendengar langkah suara kaki yang mendekat.
"Kak Rama" tersenyum memandang, menghampiri dan membantu menenteng tas kantor suaminya
"Rama baru pulang kantor ya ! Rendi berdiri dari duduknya berjalan ke arah Rama sambil mengulurkan tangan memberi salam
"Mas Rendi, untuk apa mas mendatangi kami" ucap Rama datar tanpa ekspresi
Rendi gelagapan bingung harus mulai dari mana dulu untuk mengucapkan kata-kata yang tepat, sambil sesekali melirik Anyelir yang menunduk di belakang Rama.
__ADS_1
"Mas tidak tahu harus pergi kemana lagi, ibu dan masyarakat dikampung tidak menerima kehadiran mas, termasuk anak dan istri mas yang lebih memilih hidup bersama kedua orangtuanya" Rendi menyeka air matanya yang tiba-tiba menetes.
Sementara Anyelir lebih memilih untuk diam, karena dia tidak bisa membantu mas Rendi dan menyerahkan semua nya pada suaminya dengan segala keputusan yang akan diambilnya. Rama menghempaskan pantatnya disofa yang diikuti Anyelir yang duduk disebelahnya. dan Rendi di tempat nya semula.
"Lalu tujuan mas sekarang ? mulai merendahkan nada suara nya
"Mas butuh pekerjaan dan tempat tinggal" menatap Rama dengan wajah penuh harap
"Maaf mas aku tidak bisa membantu" mengingat perbuatan yang dilakukan Rendi dulunya, yang masih membekas di hati Rama.
Lama Rama terdiam sambil memijit pelipisnya, sambil memikirkan langkah yang harus diambilnya, dan tidak mudah percaya begitu saja, tapi sekarang Rama sudah punya banyak mata - mata dan para Bodyguard yang selalu siap.
"Okey baiklah, aku akan memberikan mas kesempatan satu kali, tapi jika mas gagal aku tidak akan tinggal diam" ucap Rama saat melihat kesungguhan Rendi
"Okey, terimakasih Rama" ucap Rendi penuh semangat
__ADS_1
"Aku berencana mewujudkan impian terbesar istri ku, mendirikan sekolah-sekolah gratis dan membuka usaha dan lapangan pekerjaan untuk masyarakat miskin di kampung halamannya" ucap Rama menggenggam lembut jemari tangan istrinya
"Maksud dek Rama" ucap mas Rendi
"Aku ingin mas Rendi kembali ke kampung, dan membuktikan pada bibi Romlah dan semua orang bahwa mas telah berubah, dan cari tanah dengan lokasi yang luas untuk dibeli dan digunakan untuk pembangunan sekolah, Rumah sakit, termasuk lokasi perbukitan yang akan saya gunakan untuk perkebunan teh nantinya" ucap Rama antusias
Anyelir tertegun dan merasa sangat bahagia sekali dengan ucapan Rama, dia tidak menyangka suaminya begitu mencintai nya, dan memiliki hati begitu tulus dan dermawan terhadap orang-orang yang masih memiliki perekonomian dibawah mereka. termasuk mewujudkan mimpi terindah nya dulu. membangun desa kelahirannya agar tidak terjadi lagi perkawinan diusia dini mengingat keterbatasan perekonomian mereka yang masih tergolong rendah
Rendi kaget dengan penuturan Rama, mengingat saat terakhir kepulangan nya kekampung dulu, dimana semua orang menolak dan tidak menerima kehadiran nya dengan segala cacian dan kemarahan.
"Aku sudah pernah mencoba meminta maaf kepada mereka, namun mereka semua menolak ku dan tidak mempercayai ucapan ku" menunduk sedih dan malu pada Rama dan dirinya sendiri
"Mas Rendi tidak perlu khawatir, aku akan membantu. termasuk mengirimkan orang-orang ku untuk menemani mas Rendi nantinya"
"Terima kasih Rama" Rendi menatap pasangan itu penuh haru
__ADS_1