Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Kemarahan Jessica


__ADS_3

Dengan penuh amarah Jesika menuruni tangga. dan memergoki Sinta dan bi Ijah sedang berbisik di ujung tangga.


"Apa yang kalian lakukan?" hardik Jessica. membuat kedua asisten Rumah tangga itu terlonkak kaget.


"Terserah kami donk mulut - mulut kami ngapain situ yang sewot " ujar Sinta tidak kalah geram.


"Berani sekali kamu, kamu belum tau siapa saya hah?" ucap Jesika seolah mencemooh.


"Iya, seorang pelakor yang tidak tau diri" ucap Sinta


Jesika membanting kasar sebuah figura besar yang tergantung didinding, hingga hancur berantakan. lalu melangkah pergi dengan angkuhnya.


"Untung saja, tuan Rama tidak jadi menikahi wanita ular itu ya bik." ujar Sinta pada bik Ijah, sambil membersihkan serpihan kaca figura yang berserakan di lantai.


Jesika melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak peduli dengan keselamatan nya sendiri. sudah berapa kali dia hampir bertabrakan dengan pengendara lain. dan menghentikan mobilnya disebuah danau buatan, dan berteriak ditepi danau itu. untuk melupakan emosinya. dia tidak menghiraukan tatapan orang-orang disana yang menggapnya aneh. kemudian dia menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Cepat kamu cari tau tentang wanita yang bernama Anyelir. yang sekarang menjadi istri Rama." ucap nya geram.


"Baik nona, tapi kami minta dp nya dulu?"


"Baik akan segera aku kirim" ucap Jesika menutup panggilan.


Sampai dirumah, Jessica langsung masuk kekamar tidak menghiraukan papa yang menyapa. Jesika membanting apa saja yang ada dikamar nya dan menangis histeris


"Apa kurang nya aku dibandingkan bocah ingusan itu Rama." sambil menghadap kaca besar dan meninju kuat kaca itu mengunakan tangannya, dia tidak menghiraukan rasa perih dan darah yang berceceran dilantai.


"Sayang kamu kenapa nak?" ucap papa berusaha menenangkan nya dan menuntunnya berjalan ke arah sofa. dan meminta bibi membawakan kotak P3K dengan segera.


"Rama telah menikah pa, dia mencampakkan Jesi gitu aja. " ucap nya sambil menangis sesenggukan.


Bibi cicih datang membawa kotak obat, dan mengambil peralatan di dapur untuk membersihkan kamar Jesika yang berantakan. dengan perlahan papa membersihkan luka Jessica dan memasang kan perban.

__ADS_1


"Tapi tidak begini cara nya, meluap kan kekecewaan mu. apalagi dengan menyakiti dirimu sendiri, disini kamu juga salah. pergi meninggalkan Rama begitu saja " ujar papa.


"Aku mencintai Rama pa, aku tidak akan merelakan orang lain untuk memilikinya. dan merebut kembali apa yang telah menjadi milik ku" ucap Jesica sambil mengeratkan giginya, penuh kemarahan.


"Papa tidak menyetujui keputusan mu ini nak, masih banyak lelaki lain yang lebih pantas untuk mu."


Jesica tertawa sinis menanggapi ucapan itu


"Aku bisa sendiri melakukannya, tanpa dukungan papa maupun Rangga."


Setelah beberapa saat berlalu, Jesika tertidur di bahu papanya, sesekali masih terdengar isakan. perlahan bapak Admaja merebahkan kepala Putri nya disofa dan menyelimuti tubuhnya.


"Kasian kamu sayang" ucap nya berlalu dari kamar Jesica.


Sementara dikamar nya Rama masih asyik menjaihili Anyelir, dia tidak memberikan kesempatan Anyelir untuk lepas dari pelukan nya. kadang dia mengulung Anyelir dengan selimut dan menggelitik telapak kakinya.

__ADS_1


Disaat Rama lengah, Anyelir pun membalas dengan mengulung Rama Dengan selimut dan menduduki nya sambil mencabut bulu bulu yang tumbuh dikaki Rama. hingga dia minta ampun agar Anyelir menghentikan aksinya.


__ADS_2