
Gilang sengaja pulang kerja dari kantor agak larut, untuk menghindari agar tidak bertemu dengan Cantika. suasana di perusahaan sudah sepi
dan sebagian lampu diruangan itu juga sudah mati. Gilang melirik jam dipergelangan tangannya
"Sudah larut sebaiknya aku kembali pulang, aku rasa cewek manja itupun sudah tidur jam segini. karena Mama sangat memperhatikan nya dan pastinya tidak akan membiarkan nya begadang menunggu ku pulang.
Aaahhk....,, untuk apa juga aku berfikir dia akan menunggu ku. tidak..,, tidak..,, kami berdua saling membenci dan dia hanya objek dari pembalasan sakit hatiku terhadap kakaknya.
Gilang melajukan mobilnya membelah jalanan yang sudah mulai sepi kendaraan, Karena tempat nya bukanlah kota besar, melainkan hanya kota kecil.
Cantika yang resah dan susah untuk memejamkan matanya, miring ke kiri dan kanan mencari posisi yang pas untuk tidur, namun selalu gagal untuk bisa tidur dengan nyenyak.
"Sudah jam sebelas lebih, Kenapa aku masih susah memejamkan mata, sayang kita cari makanan yuk kedapur" berbicara pada anaknya yang masih dalam perut sambil mengelus-elus pelan
Cantika berjalan keluar kamar menuju dapur, dia sengaja tidak menghidupkan lampu. karena pencahayaan dari celah ruangan lain bisa menerangi nya menuju dapur Meskipun agak temaram. Cantika membuka kulkas mencari makanan dan susu hamil.
Setelah menyiapkan susu dan menaruh makanan pada mapan, Cantika berjalan pelan menuju kamar. namun tiba-tiba langkah nya terhenti ketika melihat seperti sosok bayangan seseorang membuka pintu dan masuk kedalam Rumah.
Spontan Cantika menaruh kembali makanannya, mengambil teflon besar, berjalan pelan dari arah belakang lalu....
"Plackkk....,, memukul keras tubuh pria tersebut hingga oleng dan menabrak Gucci besar kesayangan mamanya
"Bruuuaggkk, Prracckkngg.....,," Gucci besar itu pecah dan berserakan
Keributan yang terjadi membangun kan beberapa orang pelayan dan kedua orang tua Gilang.
"Suara ribut-ribut apa itu ma ? Papa mengambil kaca matanya yang diatas nakas, sementara Mama memperbaiki Piyama tidur nya dan berjalan berin menuju lantai dasar.
__ADS_1
"Rasain kamu maling" teriak Cantika
"Hey gadis si**"** apa yang kamu lakukan" Gilang berdiri membentaknya, emosi Gilang rasanya sudah mencapai puncak
Cantika yang menyadari sudah melakukan kesalahan besar, langsung mundur beberapa langkah namun langkah kakinya sudah tertahan tembok pembatas ruangan. Gilang terus berjalan maju hingga tidak ada jarak pembatas diantara mereka.
"Cewek manja apa yang kamu lakukan Malam begini kelayapan dalam Rumah ku" kedua tangan Gilang telah mengunci pergerakan Cantika
"Ba...ba..bayi ku kelaparan" refleks Cantika mengucapkan kata-kata itu
Gilang langsung terdiam mendengar kata bayi, hatinya merasa seperti ada sebuah ketenangan mendengar kata itu, tanpa sadar Gilang mendekatkan wajahnya perlahan kewajah Cantika yang tiba-tiba memejamkan matanya.
Cantika juga bingung dengan persaan nya sekarang entah takut, rindu atau nyaman de Gilang yang sekarang.b ibir Gilang sudah hampir menyentuh bibir mungil Cantika. namun tiba-tiba
Cekklek....,, lampu menyala sempurna
Mama dan papa paham apa yang tengah terjadi antara anak menantu nya langsung bersuara
"Gilang....,, lanjutkan saja nak, Ciuman nya mama dan papa ngak liat kok. ayo...pa kita kembali ke kamar" Mama menarik tangan suaminya yang masih enggan untuk beranjak
"Ma bukan semua ini tidak seperti yang Mama lihat" Cantika mencoba menjelaskan
"Ngak papa kok sayang kami ngerti kok" ucap Mama dan memerintahkan para pelayan yang ikut terbengong membersihkan Gucci kesayangan nya yang telah hancur.
Sementara Gilang langsung berlari menuju kamar nya dilantai dua, tidak mempedulikan lagi ocehan Mama, begitu pun Cantika ikut ngacir ke kamar nya.
Melihat kedua anak itu yang salah Tingkah, Mama dan papa jadi tertawa lepas,
__ADS_1
"Ma lucu juga ya, melihat anak zaman sekarang, mau ciuman saja membuat ribut satu Rumah, termasuk merusak Gucci mahal mu itu" ledek Tuan Husein
"Biarkan saja pa, Mama iklhas asal anak menantu Mama bisa berbaikan. jangan kan satu Gucci, segudang Gucci mahal pun akan Mama korban jika mereka bisa saling mencintai" ucap Mama
Tuan Husein hanya mangut- magut mendengar penuturan istri nya, sambil mengikuti langkah nya menuju kamar kembali.
Dari lantai dua Mama Gilang kembali berteriak pada madam jane yang ikut membantu membersihkan pecahan Gucci
"Madam Jane tolong kamu buatkan Cantika susu panas kembali dan makanan yang baru, sekalian kamu antarkan kekamarnya"
"Baik Nyonya"
Dikamar Cantika menenggelamkan wajahnya dalam selimut, dia sangat malu atas kejadian itu.
"Bodoh... Kenapa aku harus keluar segala, jika tadinya aku tetap melanjutkan tidur, semua itu tidak akan terjadi" menyesali dirinya
Tock...tock...,, pintu kamar Cantika digedor-gedor
" Duh..apa lagi sich" Cantika merasa was-was takut Gilang akan datang dan menuntut telah memukul nya tadi. Cantika Memilih mengabaikan ketukan pintu kamar nya...,,
"Nona tolong buka pintunya, aku membawakan susu panas dan makanan untuk mu" terdengar suara madam jane
Cantika pun membuka pintu perlahan dan mengambil mapan itu
"Terimakasih madam" menutup pintu segera
Dikamar nya Gilang memeriksa tubuhnya yang perih akibat pukulan keras Cantika, dan berjalan menuju kamar mandi berendam untuk menghilangkan kekesalan nya dan perasaan aneh yang telah meneror hari hari nya.
__ADS_1