Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Bertanggungjawab


__ADS_3

Naura tertidur dalam bis yang membawanya, perjalanan panjang. serta rasa lelah tubuh dan pikiran membuat Naura tidur begitu pulas.


sehingga, gadis malang dan ketiban sial oleh keegoisan orang tuanya itu, bisa merileks kan sejenak masalah yang tengah dihadapi dan keluarnya.


Dikantor, Dion tertunduk lemas. karena merasa gagal menghentikan Naura yang lari begitu cepat.


"Baiklah Naura, nanti aku akan mengajak bos Gilang untuk menemui kedua orang tuamu. aku akan bantu kamu mencari solusi dan jalan keluar dari semua masalah yang membuatmu berkorban besar ini. aku mau mempertanggungjawabkan semuanya. bersabarlah Naura, dan aku harap kamu bisa menerima semua ini. dan tidak mengambil keputusan yang salah nantinya." gumam Dion mengusap wajahnya kasar berkali-kali.


Tanpa Dion sadari, ternya Gilang memperhatikan semua gerak - gerik Dion yang terlihat begitu panik itu. Gilang sengaja memperhatikan Dion dari jarak yang tidak terlalu dekat.


"Ada apa dengan Dion.? sepertinya dia tengah frustasi dan panik. apa yang terjadi padanya? padahal semalam sewaktu aku tinggalkan dia terlihat biasa-biasa saja. bahkan dia terlelap begitu pulas." gumam Gilang berjalan mendekati Dion


" Hey, kesambet setan Apa kamu Dion, dari tadi Ku perhatikan panik begitu.?" ucap Gilang duduk dikursi kebesaran.


Dion tidak menyadari kehadiran Gilang, karena dia masih fokus Pada Naura. serta rasa bersalah saat melihat gadis itu begitu sedih dan terpikul, begitu mengetahui jika dia hanyalah seorang adisten dan Bukanlah Gilang.

__ADS_1


Gilang kesal, berdiri dan langsung memukul tubuh Dion menggunakan bantalan kursi yang berserakan diruangan itu.


"Puuuccckk,, Dion terlonjak kaget.


"Bos." ucapnya dan kembali melamun.


"Dion, ada apa denganmu, aku memperhatikan dari tadi sikap anehmu itu." nada suara Gilang terdengar keras.


"Maaf bos, aku sedang pusing sekarang.?


" Apa yang telah membuatmu seperti ini.? tanya Gilang kembali.


"Bos, semalam aku telah melakukan kesalahan besar. kejadian itu terada begitu cepat dan tiba-tiba." Dion menarik nafas panjang


"Kesalahan apa maksudmu.?

__ADS_1


Dion memulai ceritanya, Hingg merekun mengulang cctv yang memperlihatkan kedatangan Naura sambil membawa nampan yang semula telah dicampur obat perangsang.


"Brengsek, benar-benar Orang tua biadap." Gilang mengepalkan tangannya emosi. setelah mendengar permintaan Naura dari suara rekaman cctv mereka.


Gilang langsung menutup monitor, ketika melihat a dengan panas Dion dan Naura yang akan memulai permainan panas mereka itu.


" Dion bagaimana pun, kamu harus mepertanggung jawabkan semua ini, meskipun ini terjadi diluar kesadaranmu. tidak menutup kemungkinan gadis itu akan mengandung benihmu."


"Ya bos, aku bersedia untuk bertanggung jawab." ucap Dion mantap


"Syukurlah, aku sangat lega mendengarnya.!"


Dirumah, mama Naura mondar-mandir didepan pintu, perasaan cemas menghantuinya. karena sudah menjelang siang. Naura belum juga kembali pulang.


" Kamu kemana duh nak.? kenapa no. ponselmu ikutan tidak aktiv, apa kamu masih bersama mas Gilang. atau jangan-jangan sesuatu yang buruk terjadi padamu. tapi kamu sangat cantik tidak mungkin mas Gilang menolak pesona mu.' gumam mama Naura.

__ADS_1


"Sebaiknya aku temui papa saja, ke klinik tempat dia dirawat. aku yakin Naura pasti langsung menemui papanya karena tidak sabar. dan memberitahukan tentang keberhasilannya." tersenyum senang berjalan menuju mobilnya.


Didaerah tempat Gilang sekarang, kita hanya bisa memperoleh signal ditempat tertentu. karena daerah perbukitan dan posisinya yang jauh dari pusat kota.


__ADS_2