
Tuan Anwar menemui Gilang pagi ini, memberitahukan permintaan Larasati yang menginginkan pertarungan antara Zein dan Gilang. untuk menentukan siapa yang muncul jadi pemenang, maka dia lah yang berhak bersanding dengan nya nanti.
Gilang dengan senang hati menyambut permintaan Larasati, yang terasa konyol itu " Baiklah Om Anwar, aku setuju melawan pria Bloon itu" ujar Gilang sambil menyeringai karena merasa yakin akan muncul sebagai pemenang dari pertarungan itu.
"Om tentukan saja waktunya" tantang Gilang
"Bagaimana kalau lusa?" ucap Anwar
"Okey aku setuju" mereka pun berjabat tangan.
Perusahaan Rama sedikit terbengkalai, karena dia lebih sibuk mencari Zein. semua pekerjaan Rama lebih sering dibantu papa dan sekretaris nya. sebenarnya papa sudah lama pensiun dari pekerjaan. dia ingin menikmati hari tuanya dengan bermain bersama Zio. tapi melihat kondisi perusahaannya. yang dibangun susah payah dari nol itu. mau tidak mau dia ikut andil juga.
Anyelir pun ikut merasakan kesedihan Rama. yang kehilangan Asisten dan sahabat baik nya itu, mereka selalu bersama dalam suka dan duka. dan sekarang Zein menghilang begitu saja. Anyelir menghampiri Rama yang sedang melamun dan memijit pelan bahu nya.
"Kak aku yakin Zein tidak kenapa Napa?" ucap Anyelir
Rama menoleh ke arah Anyelir " Maksud mu?" ucap Rama.
"Meskipun Om Zein itu tidak ahli beladiri, tapi dia itu orangnya jeli dan cerdik. buktinya selama ini dia bisa membekuk Rey dan Nara." ucap Anyelir meyakinkan Rama.
"Iya aku mengakui Zein itu jeli dan cerdik, tapi Zein itu bisa lemah dan bodoh jika sudah jatuh cinta." ucap Rama yang teringat laporan orang suruhan nya beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
"Bos aku menemukan bukti, sebelum menghilang Tuan Zein bersama seorang gadis." ucap orang-orang suruhan Rama
"Apa Gadis ? ucap Rama heran
"Iya bos, dan ini bukti rekaman CCTV yang kami temukan dislokasi Club Malam" dan memutar rekaman itu. nampak Rama berlari sambil membimbing seorang gadis dan membantu nya naik kesebuah mobil bok, yang berhenti di depan mereka.
"Ayo kita selidiki Rumah Zein dulu" ucap Rama
Rama dan beberapa anak buahnya, memeriksa seluruh ruangan Rumah Zein, benar saja. Rama menemukan beberapa pakaian wanita yang baru habis dipakai. dikamar lantai bawah
Rama kemudian memutar rekaman CCTV Rumah Zein. nampak kegiatan sehari-hari seorang gadis membereskan Rumah dan mengurus keperluan Zein.
"Cepat selidiki gadis ini" ucap Rama, dan kembali ke kantornya.
Rama menarik Anyelir kepelukanya, dan mengelus-elus perut Anyelir yang sudah semakin membesar dari hari ke hari " sayang bagaimana hasil kontrol mu kemaren?" tanya Rama.
"Bayi kita sehat, dan dia berjenis kelamin perempuan" ucap Anyelir senang
"Alhamdulillah, aku senang mendengar nya." ucap Rama
"Perkiraan dokter delapan Minggu lagi, aku sudah bisa lahiran sayang." ucap Anyelir antusias
__ADS_1
"Aku akan menemanimu lahiran nanti, dan maafkan aku sewaktu Zio kamu melewati nya sendiri" ucap Rama mempererat pelukannya.
"Nggak apa-apa sayang, aku mengerti kok kondisi mu saat itu. jadi kak Rama ku sayang, tidak perlu merasa bersalah karena nya." ujar Anyelir mengajak Rama kekamar untuk istrahat
Sampai dikamar bukan nya istrahat, adek kecil Rama malah bangun minta jatah. karena sudah beberapa hari ini terabaikan. Rama mencium wajah Anyelir dengan lembut sampai Area favorit nya, dan semakin bersemangat setiap mendengar desahan....demi desahan... yang keluar dari mulut Anyelir. sebagian pakaian Anyelir telah terlepas, sekarang gantian Rama yang melepas kaos nya, dan melanjutkan permainan mereka, Anyelir Begitu agresif meski dengan perut yang membuncit.
Mereka berdua kaget...dan langsung menyembunyikan tubuh dalam selimut, tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan Zio kecil dengan santai nya masuk kedalam.
"Mami, Zio malam ini pengen tidur dekat mami. boleh ya" ucap nya sambil naik keatas ranjang
"Tidak bisa, malam ini mami miliknya papi" ucap Rama spontan karena kesal sesuatu yang dibawah sudah meronta-ronta minta disalurkan
"Boleh ya mi" ucap Zio dengan wajah imutnya
Anyelir Hanya bisa mengangguk pelan sambil menaikkan selimut hingga menutupi leher "tapi Zio pakai selimut sendiri ya" ucapnya kembali, karena saat ini tubuhnya sudah polos.
"Iya mi" ucap polos dan langsung tidur tengkurap dengan selimut sendiri
Setelah memastikan Zio tertidur, Rama mematikan lampu dan menggantikannya dengan lampu yang temaram.
"Ayo sayang kita lanjutkan lagi" ucap Rama
__ADS_1
Namun tidak ada Jawaban dari Anyelir, yang pura-pura tidur karena takut Zio terbangun lagi.
Rama yang tahu sandiwara Anyelir, kembali menyusup ke dalam selimut dan langsung xxxx . hingga Anyelir tidak tahan dan ikut membalas permainan Rama.