
Sudah tiga bulan Anyelir terbaring kaku disebuah Ruangan Rumah Sakit, Tubun nya dipenuhi dengan berbagai peralatan Medis, yang membantu denyut jantung nya. agar dia bisa bertahan hidup.
Perlahan dia menggerakan tangannya, dan kaki yang terasa berat dan dipasangi gift, dan membuka matanya dan melihat sekeliling nya putih semua.
"Aku dimana ..apa aku telah meninggal?"
Seseorang berpakaian Putih pun mendekat dan meriiksa tubuhnya.
"Kamu siapa...apa kamu malaikat.?"
Tanya Anyelir bingung sambil mengernyitkan kening nya.
"Aku dokter yang menangani kamu.. nama saya Fadlan, kamu koma sudah tiga bulan, dan sedang hamil tiga bulan jugu dan sebaiknya kamu jangan banyak bergerak dulu." ucap dokter Fadlan.
Anyelir meraba perut nya, dia pun teringat kejadian naas itu, dimana dia berpegangan erat pada tangan Rama namun karena arus yang kencang pegangan mereka terlepas. dan kakinya terbentur batu hingga semua nya gelap.
"Mana suamiku?" ucap Anyelir.
"Sebentar kami panggil kan, tadi dia sedang menebus obat untuk kamu." jawab perawat wanita yang berdiri di sebelah sang dokter.
Seseorang pun muncul di balik pintu.
__ADS_1
"Rangga?" ucap Anyelir dengan mata membulat tidak percaya
"Iya aku Rangga Anyelir."
"Bagaimana ini bisa, tunggu dimana suamiku Rama?" tanya Anyelir dengan perasaan yang bercampur aduk.
"Rama selamat dari tragedi itu, tapi sayang dia kehilangan ingatan nya" ucap Rangga.
Anyelir menangis sedih mendengar penuturan Rangga tersebut.
"Terus bagaimana aku bisa bersama kamu.?"
"Waktu kejadian itu aku disana, menyusul kakak ku yang keras kepala dan dibutakan hati nya oleh dendam dan cinta. dan disaat kamu hilang, aku orang pertama yang menemukanmu, serta menyelamatkan kamu dan membawa ke tempat ini agar terhindar dari orang yang ingin mencelakakan kamu."
"Apa salah ku dan untuk apa dia mencelakai aku dan siapa orang itu.?" ucap Anyelir sambil menghapus air mata yang terus menetes.
"Rey dan kakakku Jessica." ucap Rangga.
Anyelir kaget spontan menutup mulutnya.
"Jadi kamu adeknya Jessica?"
__ADS_1
"Ya ...karena itu lah aku menyelamatkan mu, karena kesalahan kakak ku kamu jadi begini, aku akan membantumu kembali bersama Rama, tapi bukan untuk saat ini, target utama Rey adalah kamu, selain ingin balas dendam merebut Perusahaan Rama dia juga ingin membuat Rama kehilangan kamu."
"Bagaimana dengan Jessica, apa dia selamat?"
"Tidak aku terlambat untuk menyelamatkan kakak ku." ujar Rangga sedih.
"Sebenarnya, adik perempuan Rey meninggal, karena sakit dia tidak mampu mengobati penyakit nya yang butuh biaya banyak dan mahal. sementara perusahaan keluarga nya bangkrut karena dikalahkan olah perusahaan Rama yang waktu itu dipimpin papa nya Rama.
makanya dia ingin Rama merasakan kehilangan orang yang dicintai dan disayangi seperti yang Rey rasakan dulu."
"Aku hamil...anaknya Rama." ucap Anyelir sambil mengusap pelan perutnya yang masih datar.
"Aku tahu aku dan papaku, akan membantumu sebisa kami. merawat dan membesarkan nya."
"Dimana aku sekarang?"
Anyelir bingung melihat banyak orang bertubuh tinggi dan seperti bule semua, kecuali dirinya Rangga dan dokter Fadlan.
"Kita di Belanda." ucap Rangga.
"Untuk sementara waktu kita akan tinggal dan menetap disini, sampai keadaan Aman terkendali, dan orang-orang menganggap kamu telah tiada dan merubah sedikit penampilan mu, agar mereka tidak mengenalmu lagi dan hanya kamu yang bisa menyelamatkan Rama dari kejahatan Rey." ucap Rangga panjang lebar.
__ADS_1