Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Mimpi Cantika


__ADS_3

Gilang melirik jam dipergelangan tangan nya "Sudah sore sebaiknya aku menjemput Cantika sekarang" berjalan pergi meninggalkan ruangan kerjanya


"Dion aku pulang duluan, kamu handel semua pekerjaan karyawan yang lembur malam ini" ucap Gilang


Gilang melajukan mobilnya menuju Rumah Cantika, membelah jalanan yang mulai ramai pengendara lainnya, karena sekarang bertepatan jam pulang kantor.


Mobil Gilang berhenti dihalaman yang luas, berjalan menuju pintu, sambil memencet bel, pelayan berlari membuka kan pintu


"Eh... Tuan muda Gilang, silahkan masuk" ucap pelayan


"Ya terimakasih .." Gilang melangkah masuk


"Nak Gilang apa kabar" sapa Mama yang kebetulan melihat kedatangan Gilang


"Baik...,, Oya Cantika mana ma ???

__ADS_1


"Kamu langsung aja ke kekamar atas, Cantika lagi istrahat" ucap mama


Gilang dengan persaan tidak menentu menaiki tangga, dilantai dua itu terdapat beberapa Kamar tidur, dia bingung untuk menentukan kamar Cantika.


Membuka kamar yang pertama, terlihat bersih dan rapi. namun kosong tidak ada tanda-tanda habis ditempati


"Mungkin yang ini" membuka kamar yang berjarak satu ruangan dari kamar yang tadi


"Cekklek.... pintu terbuka, benar saja Cantika tidur dengan pulas nya, perlahan Gilang mendekat sambil menutup pintu pelan. Gilang duduk disisi tempat tidur sambil memandangi wajah cantik istri nya itu.


"Anak papa sehat terus didalam ya sayang.... jangan buat bunda susah. Kasian bunda yang telah menderita karena ulah papa dulu"


Gilang merebahkan tubuhnya di samping Cantika, yang tiba-tiba mengeliatkan tubuhnya, menghadap Gilang dengan paha menghimpit dan tangan memeluk tubuh Gilang dari samping, layaknya memeluk guling yang empuk dan hangat


Nafas Gilang terasa sesak, dengan detak jantung yang terus berpacu menikmati kehangatan tubuh Cantika kembali, tapi dengan persaan cinta dan sayang, serta ingin selalu melindungi. Tidak ada perasaan seperti dulu lagi yang dipenuhi nafsu dan dendam.

__ADS_1


Mata Gilang tertuju pada bibir indah mungil itu, yang terasa begitu manis dan kenyal, ingin rasanya Gilang menikmati itu kembali, perlahan dia mendekatkan bibirnya dan ******* secara perlahan-lahan takut Cantika terbangun


"Aku harus segera pindah duduk ke sofa itu, kalau tidak aku tidak bisa lagi menahan hasrat ku yang menggebu ini" perlahan mengangkat yang Cantika yang masih memeluknya itu


Dalam tidurnya Cantika tengah bermain indah, bermain dengan bayi kecil yang sangat lucu, sambil menidurkan nya dalam gendongannya, tiba-tiba seorang lelaki datang ...semakin dekat lelaki itu yang ternyata adalah Gilang, mengambil bayi dalam dekapan Cantika dan menidurkan nya dalam bok bayi, lalu Gilang membalikkan badannya mendekati Cantika, dan menciuminya dan terus ke bibir nya.


Dalam mimpinya itu Cantika seperti terhipnotis dan sangat Menik ciuman Gilang itu, hingga dia membalas nya.....,,


" Bagaimana ini, dekapan Cantika semakin erat, jika aku terus memaksa melepaskan nya, aku takut dia terbangun...." Gilang bergumam sendiri, sambil terus berusaha mengendalikan hasrat yang sudah menggebu


Tiba-tiba Cuuppp.... Cantika mencium bibir gil "oh Tuhan bagaimana ini...aku tidak tahan lagi..., benteng pertahanan Gilang sudah mulai goyah, dia mulai membalas lumayan bibir Cantika yang masih terhanyut dalam alam mimpi itu.


Sesuatu yang dibawah Gilang sudah meronta-ronta siap tempur, membuat nya pusing harus bagaimana untuk menenangkan nya, sementara bibir mereka masih bersatu.


"Cantika .... aku benar-benar tersiksa,,

__ADS_1


__ADS_2