
Anyelir membuka pintu ruangan Rama, niat usil muncul di pikiran nya, begitu mendapati Rama duduk membelakangi dan menghadap jendela kaca yang menampakkan keindahan kota dari atas gedung. perlahan dia berjalan dan menutup kedua mata Rama.
Rama langsung menarik tangan itu, dan mendudukkan dipangkuan nya.
"Aku menyayangimu istri ku Anyelir dan jangan pernah berfikir lagi untuk meninggalkan ku"
Anyelir tersenyum manis, Rama menatap wajah cantik istri nya, perlahan mengecup bibir Anyelir.
"Sayang hari ini aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat. yang paling indah " ucap Rama sambil berdiri dan mengandeng Anyelir memasuki mobil.
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, Zein membelokan mobil disebuah pesisir danau yang dikelilingi pepohonan dan nampak plank nama.
" Selamat datang di Pulau Pohon Seribu Pinus "
Mata Anyelir berbinar bahagia melihat hamparan danau yang indah. dengan riak air yang tenang. dan ditengahnya terdapat beberapa pulau kecil yang saling menghubungkan, ada juga diantara pulau itu yang berukuran luas , yang digunakan untuk bangunan yang menyerupai hotel. hembuskan angin sepoi-sepoi menerpa rambut bergelombang Anyelir.
__ADS_1
"Sayang, kita akan melanjutkan bulan madu kita di pulau ini, dimana tidak ada seorang pun yang akan mengganggu Kita."
Sementara itu, Zein telah mempersiapkan segala sesuatunya, dan memasukkan nya ke dalam kapal. dan berjalan menghampiri Rama.
"Zein untuk beberapa hari ini kamu yang akan mengurus perusahaan " ucap Rama.
"Baik, jaga diri boss dan Anyelir, ujar Zein dan berpamitan untuk kembali pulang.
"Sayang tapi kita tidak punya persiapan, dari kantor kita langsung menuju kesini." ucap Anyelir sambil merangkul mesra lengan Rama.
" Disana kamu tidak butuh apapun sayang."
Ucap Anyelir menunjuk salah satu pulau. yang berdiri Bangunan megah ditengah-tengah nya.
Salah seorang laki-laki Keluar dari Kapal dan menghampiri mereka
__ADS_1
"Silahkan kan den, Nona, kapal nya sudah siap."
Rama pun menuntun tangan Anyelir memasuki kapal. dan duduk disalah satu sofa yang disiapkan untuk kenyamanan pengunjung. tali pengikat kapal pun di lepas, perlahan meninggal kan dermaga. Anyelir merasa takut dan memeluk erat lengan Rama, ini pengalaman pertama buat Anyelir menaiki kapal. ditengah-tengah danau yang terbentang luas, dibawah sinar matahari sore dengan warna kuning keemasan, yang memantul pada permukaan air danau.
"Kamu suka tempat ini sayang,?" ucap Rama meluk Anyelir dari belakang.
"Ya suka banget, terimakasih ya suamiku sayang." ucap Anyelir sambil membalikan tubuhnya.
"Kita akan menghabiskan senja, sambil melihat sanset, yang akan muncul sebentar lagi." ucap Rama
Kapal pun merapat disebuah bangunan yang sangat mewah. persis hotel berbintang, dan merupakan paling besar ditengah-tengah pulau itu. Rama membimbing Anyelir keluar dari Kapal, tampak cahaya lampu berkelap-kelip diantara bangunan yang satu dan yang lainnya.
Mereka disambut dan dibawa menduduki korsi diruangan yang tertutup pintu kaca disekelilingnya, sudah tersedia beraneka makan panas, dan minuman penghangat tubuh.
Rama berjongkok di depan Anyelir, dan merogoh saku celana nya. dan mengeluarkan sebuah kotak kecil merah hati berbentuk love, serta membukanya nampak sebuah cincin berlian yang berkilau indah berukiran huruf R.A yang terbuat dari permata. dan memasang Kan nya dijemari manis Anyelir.
__ADS_1
Air mata bahagia mengalir membasahi pipi Anyelir, perlahan Rama menghapus nya.
"Sayang, cicin ini jangan pernah kamu lepas apapun terjadi, cincin ini bukti cinta kita dan yang akan menyatukan kita" ucap Rama dan membawa Anyelir kembali kepelukanya.