Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Anyelir Kembali


__ADS_3

Rama mengusap kepala nya kasar, Zein juga tidak bisa memberikan informasi apapun. dan semakin hari Selena terus berusaha memberikan perhatian pada Rama, namun selalu mendapat kan penolakan. Rama juga tidak bisa memberikan gambaran. yang jelas tentang wajah Anyelir, karena semua nya terlihat samar.


Sementara itu di Belanda setelah sekian lama menunggu waktu yang tepat, Rangga memberanikan diri mengungkapkan perasaan pada sinta disebuah taman kota, yang dikelilingi Kincir Angin Raksasa. wajah Sinta bersemu merah, dan air mata lolos dipipi mungil nya, dia tidak menyangka Rangga memiliki perasaan yang sama dengan nya


"Sinta mau kah kamu menikah dengan ku." ucap Rangga berlutut dihadapan nya sambil menyerahkan sebuket bunga.


Sinta tidak bisa berkata-kata, mulut nya seakan terkunci, hanya mampu mengangguk kan kepala dan tersenyum manis, Sinta pun mengambil buket bunga pemberian Rangga.


Rangga mengeluarkan Cicin Berlian dan menyematkan di jemari manis Sinta. mereka pun berpelukan bahagia.


"Kita kesana yuk."


Sinta menarik tangan Rangga berjalan kearah sungai panjang yang terletak ditengah-tengah pusat kota Belanda, mereka menaiki Kapal Persigar, yang sengaja disediakan untuk para Turis yang ingin berkeliling menikmati keindahan kota Amsterdam di sore hari. yang membelah sungai panjang itu, mereka berpelukan saling memberi kehangatan.

__ADS_1


"Rangga terimakasih atas semua nya. " ucap Sinta.


Rangga merenggangkan pelukannya, dan memutar tubuh Sinta hingga mereka berhadapan.


"Maksudmu, berterimakasih untuk?"


Tanya Rangga sambil menautkan kedua alisnya.


"Sayang, mungkin sudah jalannya seperti ini, jadi kita jalani saja hidup kita seperti air mengalir itu." ucap Rangga sambil menunjuk ke sungai panjang.


"Sinta aku ingin kita menikah, setelah pendidikan mu selesai dan kita kembali ke Indonesia."


"Iya Rangga aku setuju." ucap Sinta tersenyum manis.

__ADS_1


Tiba masanya Anyelir dan Sinta untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan atau Magang dan mereka memutuskan magang di Indonesia, Rangga menyuruh Sinta untuk Merekomendasikan Perusahaan nya, agar mereka bisa bersama terus, sementara Anyelir Merekomendasikan ke pihak universitas Perusahaan MNCR Groups, yaitu Perusahaan Rama, dia sudah mendapatkan izin dari Rangga. dengan syarat menutupi identitas asli nya.


Satu bulan menunggu, pihak Universitas menerima balasan surat dari Perusahaan Rama, mereka bersedia menerima Anyelir sebagai Mahasiswa magang di perusahaan mereka.


Rangga dulu memang mengganti semua dokumen tentang Anyelir termasuk namanya yang terdaftar di kampus menjadi Jasmine. Anyelir tidak keberatan dengan semua itu, dia yakin itu untuk kebaikan dan keselamatan nya.


Anyelir pun merobah penampilan nya, rambutnya lurus pendek, dan memakai softlens, serta hidungnya yang bertambah mancung pasca operasi waktu kecelakaan dulu, hidung Anyelir cedera parah yang mengharuskan nya untuk dioperasi plastik. dan Rangga sengaja merobah sedikit mancung, sehingga lebih mirip hidung wanita Arab. bik Romlah saja pangling waktu Pertama bertemu Anyelir.


Hari ini Perasaan Anyelir tidak menentu, antara bahagia dan senang, sebentar lagi akan bertemu dengan orang yang begitu dirindukannya. di Indonesia Rangga telah menyiapkan Apartemen buat mereka berempat Sinta, bik Romlah Anyelir dan sikecil Zio Aleksander.


Anyelir tersenyum bahagia, karna sudah menghirup udara segar negara nya kembali. setelah sekian lama dibelanda.


"Anyelir ingat pesan ku namamu Jasmine, wanita yang kuat pemberani, wanita modern, dan tidak kampungngan lagi." ujar Rangga.

__ADS_1


__ADS_2