
Enam bulan berlalu, Selena berhasil diselamatkan, dan menjalani hukuman nya. termasuk dokter fian yang dulu ikut membantu nya.
Rama semakin terpuruk dengan kepergian Jasmine, dia tidak pernah datang ke perusaan nya lagi. penampilan nya sudah tidak karuan, Rambut dibiarkan tumbuh memanjang, serta bulu bulu halus yang tumbuh disekitar wajah. setiap hari waktu nya dihabiskan dengan mengurung diri dikamar, atau Club malam dan pulangnya sudah tidak sadar kan diri karena mabuk. dari hari ke hari tubuh Rama Semakin mengurus.
Mama Merlin dan suaminya begitu terpukul, dengan keadaan putra semata wayangnya, ditambah lagi dengan penjelasan Zein. yang mengatakan bahwa Anyelir mengandung anak Rama pada saat tragedi itu. mereka selamat dan masih hidup, dan kembali Sebagai Jasmine untuk melindungi dirinya. dan mencoba membantu Rama agar kembali mengingat nya secara perlahan.
Kemudian Zein memperhatikan foto-foto Zio dari ponsel Anyelir. yang ditemukannya tidak jauh dari lokasi pembekapannya dulu.
Air mata Mama Merlin tumpah melihat cucunya, yang sangat mirip sekali dengan Rama.
"Pa...ini cucu kita...." ucap nya berurai air mata
Segala cara telah mereka tempuh untuk membujuk Rama, dan mengerahkan orang-orang nya untuk mencari Anyelir sampai ke Belanda, berdasarkan data Jasmine yang mereka dapatkan dari bagian personalia kantor. namun hasilnya nihil, Zein juga turun langsung ke Apartemen yang pernah ditempati Anyelir dibelanda. tapi madam Kate, tidak bisa memberikan informasi apapun.
Pagi ini Rama tergelak pingsan di kamarnya, membuat mamanya panik kelimpungan melihat kondisi nya yang lemah. segera mereka membawa kerumah sakit. menurut keterangan dokter Rama kehilangan banyak cairan tubuh. sehingga harus dirawat intensif.
"Sayang bangun nak ! ucap Mama memandangi wajah anak yang kurus, makan tidak teratur, kantung mata yang menghitam karena kurang tidur. Mama Merlin terus mengelus rambut Rama dengan air mata yang terus mengalir.
__ADS_1
Tiba-tiba Rama terbangun, Melirik mamanya yang tersenyum kearah nya " syukurlah nak kamu sudah siuman." ujar Mama.
"Aku dimana ma?" Rama bingung melihat sekitar yang bukan kamarnya.
"Tadi pagi kamu tergeletak Pingsan, lalu Mama membawamu kerumah sakit"
Mama melirik Rama, ragu untuk memulai kata kata nya, tapi dia mencoba memberanikan diri, dengan harapan Rama bisa menjadi lebih baik bila sudah mengetahui kebenarannya.
"Rama, sebenarnya ada sesuatu yang ingin Mama beritahukan" ucap Mama dengan suara bergetar
"Beritahukan apa ma?" Mama menatap wajah Mama yang mulai gusar
"Iya ma...,, Rama janji." ucapnya memberi keyakinan pada Mama
"Sebenarnya kamu telah menikah dengan seorang gadis, kurang lebih tiga tahun yang lalu, wanita berambut gelombang yang selalu dimimpimu, namanya Anyelir" ujar Mama khawatir melihat reaksi Rama
"Anyelir ma.?" Rama mengkerut kan keningnya merasa tidak asing lagi, dengan nama itu.
__ADS_1
Mama kembali melanjutkan, melihat Rama yang tenang
"Kamu dan Anyelir sudah mempunyai seorang anak laki-laki namanya Zio Alexander" ujar Mama dengan mata berbinar-binar menyebutkan nama cucunya itu dan terdiam membayangkan wajah ganteng Zio
"Lanjutkan ma."
"Dan.... Anyelir itu sebenarnya Jasmine" ucap Mama terhenti melihat Rama kesakitan memegang kepalanya,mama panik memanggil dokter. setelah diberi obat Rama tertidur kembali.
Keesokannya Rama terbangun, namun dia enggan bergerak takut membangun kan Mama yang tertidur di sofa. dia masih teringat perkataan mamanya kemaren
" Anyelir adalah Jasmine" dan mereka selama menikah tinggal diapartemen Rama.
Perlahan Mama membuka mata dan langsung menghampiri Rama. "Kamu sudah bangun nak.?" ujar nya
"Mama aku ingin ke apartemen." untuk mencoba mengingat Anyelir lagi
"Tapi nanti kamu kesakitan, jika dipaksakan nak " ujar Mama kawatir
__ADS_1
"Tidak ma.., sakit nya sudah berkurang tidak seperti dulu lagi."
"Baiklah nak, Mama beritahukan ke dokter yang menanganimu dulu " ujar Mama berjalan keluar mencoba menemui dokter