Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Penculikan Anyelir


__ADS_3

Hari kelima Anyelir menghabiskan waktunya di pulau ini, berbagai tempat wisata telah mereka kunjungi.


"Rama, besok kita balik ke Jakarta lagi ya, aku kengen banget sama Zio" ucap Anyelir dengan mata berkaca-kaca. selesai Vidio call dengan putra kesayangannya.


"Baiklah aku setuju" jawab Rama sambil menggenggam erat tangan Anyelir menuju pusat perbelanjaan dikota itu, Anyelir ingin membelikan Zio, Sinta dan bibi Romlah oleh oleh-oleh khas Pulau Bintan.


Merasa sesuatu yang mendesak, yang segera harus dituntaskan. Anyelir pamit ke Rama menuju Toilet Wanita. entah kenapa Akir ini Anyelir sering buang air kecil, dan merasa cepat lelah, ditambah lagi cram dibagian bawah perutnya.


Setelah merasa lega, dan memperbaiki makeup, Anyelir melangkah ke luar, namun sebuah tangan kekar membekap mulutnya, Anyelir meronta-ronta, kemudian merasakan tenaga yang semakin melemah, seperti memasuki sebuah lorong yang panjang, dan semua terasa gelap.


Bodyguard yang berjaga, terkecoh dengan penyamaran para penculik itu, mereka menggunakan pakaian wanita, untuk bisa masuk kedalam toilet, serta masker yang menutupi wajah mereka.


Zein yang curiga, seperti melihat seseorang sedang menyeret wanita, yang pakaian nya mirip yang dikenakan Anyelir, mengikuti dari belakang


"Berhenti kalian."


Zein menodongkan pistol berisi penuh peluru, begitu mengetahui bahwa Anyelir dalam bahaya, tapi dia kalah cepat, penculik berhasil membawa Anyelir masuk ke dalam mobil dan melaju kencang.

__ADS_1


Zein tidak bisa melepas tembakan begitu saja, karena posisi nya sedang ditempat umum, dengan segera dia menghubungi Bodyguard, agar segera mengejar mobil itu.


Aksi kejar-kejaran pun begitu dramatis, penculik Anyelir berhasil melepaskan tembakan tiga kali kearah ban mobil Bodyguard yang mengejar dari belakang. mobil pun oleng dan menabrak pembatas jalan.


Rama yang penasaran, mencoba untuk masuk ke toilet wanita dengan ragu. " Kenapa Jasmine lama sekali di dalam, dan menghubungi No Hp nya namun masih tidak ada jawaban."


Dari arah berlawanan nampak Zein berlari dan memberi kode


"Cepat bos Jasmine diculik." ujar Zein.


Rama yang masih dengan keterkejutan nya, ikut berlari masuk mobil dan mengejar dari arah belakang. namun mereka kehilangan jejak. sementara para Bodyguard sewaan Zein pun tidak mengangkat panggilan nya.


"Jasmine dimana kamu sayang..." Rama menangis.


Anyelir tersadar saat seseorang menyiram wajah nya dengan air, dia merasakan perih ditangan nya, yang diikat kebelakang, mulut yang ditutup pakai lacban. sekuat tenaga dia meronta, dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


Dua orang wanita muncul dihadapannya, Nara dan Selena mereka berdua menertawakan dirinya yang tidak berdaya.

__ADS_1


Dari arah samping muncul beberapa orang lelaki berbadan besar, yang ikut menertawakan nya juga. salah seorang maju setelah mendapat kode dari Selena. dan mencabut lacban yang menutupi mulut Anyelir.


"Awh....sakit, Selena dan kamu Nara... kenapa kalian menculik ku?" Suara Anyelir bergetar dengan air mata yang masih mengalir


"Ooo hebat, jadi kamu masih mengingat ku gadis kampung." hardik Selena. dan melayangkan tamparan keras kewajah Anyelir. yang meninggalkan bekas merah dan darah segar, yang mengalir di sudut bawah bibir Anyelir.


"Kamu pikir bisa mengelabui orang, dengan penyamaran serta manipulasi identitas barumu itu, Ha..ha ..ha...aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan" ujar Selena


Nara maju dan ikut menjambak rambut Anyelir, dari arah belakang.


"Gara-gara kemantelan mu ini menggoda Rama. aku kehilangan karierku. dan rasakan pembalasan ku ini." ujarnya. Anyelir hanya bisa menangis, menahan rasa sakit di sekujur tubuh. mereka berdua tanpa kasian menyiksa Anyelir.


"Tidak seorang pun yang bisa merebut Rama dariku, termasuk kamu, dan kupastikan setelah ini Rama tidak akan melirik mu lagi" ujar Selena memberikan kode pada para lelaki bertubuh besar itu.


"Wanita ini kuserahkan pada kalian, silakan kalian nikmati tubuh murahan nya ini" ujar Selena yang berlalu bersama Nara.


"Jangan Selena, aku mohon lepaskan aku..." tangis Anyelir tumpah.

__ADS_1


" Selepas ini aku berjanji akan pergi dari kehidupan Rama untuk selamanya" Anyelir teringat Zio, bagaimana pun dia harus hidup untuk anak nya.


__ADS_2