
Larasati mengambil mangkok berisi bubur, mulai memakan nya dengan lahap. kebetulan dia belum makan apa-apa dari kemaren hingga membuat tubuh dan tenaga nya melemah.
Dilanjutkan meminum obat yang telah disediakan Zein. "ternyata Om itu baik juga" ujarnya tersenyum berjalan keluar kamar, namun kosong.. melanjutkan langkah ketaman belakang, nampak Zein sedang berdiri menghadap kolam kecil yang berisi beberapa ekor anak ikan louhan.
"Om sedang apa?" Larasati mencoba mengakrabkan diri. namun dilihat nya lelaki itu tidak bergeming, dan melanjutkan memberikan ikan kecil makan. Larasati mencoba memberanikan diri untuk bertanya lagi, sambil meremas kedua tangannya
"Om terimakasih ya sudah membantu saya?" menunduk kan muka dan memperjelas pendengaran menanti jawaban lelaki itu.
"Mmmhhh " jawab Zein singkat dan duduk dikorsi taman, dan mengangkat tangan nya memberi kode pada gadis itu,supaya mendekat dan duduk dikorsi yang ada didepannya.
Zein pun mulai bersuara "untuk sementara waktu kamu boleh tinggal disini, sampai kamu sembuh dan pakailah baju yang ada di lemari itu" ujar nya tanpa menoleh sedikit pun pada Larasati.
"Maaf Om, kalau boleh tau itu pakaian siapa dan apa dia istri Om?" tanya Larasati ingin memancing reaksi Zein, dia ingin tahu status Zein
__ADS_1
"Kamu tidak perlu kepo" ujar Zein ketus
"Aku cuma takut dia akan marah.' ucapnya lagi.
"Itu pakaian adik perempuan ku, dia sedang berada di Luar Negeri" jawab Zein akirnya
Tiba-tiba gadis itu menjulurkan tangan "Perkenalkan nama ku Larasati om," sambil tersenyum manis menunjukkan kedua lesung pipi, merip sekali artis India Preity Zinta.
"Zein" ucap nya singkat sambil mengontrol detak jantung, yang berpacu kencang tidak seperti biasanya.
Zein kembali tersadar dan menarik tangannya "lanjutkan istrahat mu" ucap Zein dan berjalan pergi menuju mobil. melesat kencang meninggalkan rumahnya.
flasback dirumah Tuan Anwar "Larasattiii...... " ucap Tuan Anwar sambil meremas kertas kecil yang ditemukan diatas meja rias anak sulung nya itu.
__ADS_1
"Ada apa pa?" Mama tiri Larasati berlari menuju kamar anak tirinya ? sebenarnya secara tidak langsung dia merasa senang sekali, Larasati pergi dari rumah ini.
"Larasati kabur, besok adalah hari pertemuan dengan keluarga Tuan Husein. bikin malu saja dasar anakxxxx" ucap papa marah kemudian memerintahkan beberapa anak buahnya untuk melacak keberadaan Larasati.
Mereka hampir berhasil menemukan Larasati, yang tengah menunggu sahabat nya. yang hendak menjemput kesebuah kafe, Untung Larasati cepat mengetahui dan menyelinap ke sebuah mobil saat Zein turun memeriksa ban mobil tanpa menutup pintu, dan kembali melanjutkan perjalanan nya.
Tuan Anwar marah besar, begitu mengetahui anak buahnya gagal menemukan Larasati. tidak tanggung-tanggung Tuan Husein pun menambah jumlah orang-orang nya, dan menyebarkan mereka diberbagai kota untuk mencari Larasati. termasuk menghubungi semua teman-teman nya.
Zein melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan, dia sengaja pergi untuk menghindari gejolak perasaan yang tidak menentu, semenjak melihat senyum gadis itu, Zein mengusap dadanya pelan "ada apa dengan jantung ku? apa sekarang aku sudah punya penyakit jantung?" ucap nya khawatir.
Rama kembali melirik jam tangannya "sudah sore sebaiknya aku pulang saja." dia sudah tidak sabar untuk bertemu, dan bermain dengan Zio serta menjahili Anyelir.
Sebenarnya Rama ingin menghubungi Zein terlebih dahulu, memberi tahu bahwa dia telah berada di Indonesia, dan menceritakan tentang acara besar penyambutan tujuh bulanan kehamilan Anyelir. bagaimana pun juga Zein merupakan salah satu orang terdekat nya. namun kembali Rama urungkan "Mungkin Zein masih capek dan butuh istrahat" dan berlalu pergi pulang ke rumahnya.
__ADS_1