
Rama menarik tangan Anyelir.
"Ayo, kuantarkan kamu pulang kerumah."
"Maaf Tuan, saya tidak mau merepotkan Anda." Anyelir menarik tangan nya kembali.
"Apa?" Rama menghentikan langkah kakinya, berbalik menatap wajah Anyelir.
"Tidak baik bagi seorang wanita seperti kamu. masih di luaran jam segini." dan kembali menyeret tangan itu menuju mobilnya.
Tanpa banyak bantahan lagi, Anyelir masuk ke mobil Rama, dan duduk disebelah nya. Sudah sekian lama Anyelir tidak menaiki mobil ini. dan sekarang dia merasa seperti mimpi, bisa menaikinya dan duduk kembali bersama Rama dengan situasi dan kondisi yang berbeda. dan aroma wangi mobil ini masih seperti yang dulu.
Mobil Rama melaju kencang, meninggalkan gedung MNCR Groups, Rama menyetir sendiri, karena Zein sudah dia suruh pulang duluan. Rama sesekali melirik ke samping, memperhatikan Anyelir yang mulai gelisah. dan pandangan nya selalu tertuju pada luar jendela mobil. saat Rama hendak mengajukan pertanyaan, Hp Anyelir menyala dan terdengar suara panggilan.
"Hallo Zio, ganteng nya mami " ucap Anyelir penuh semangat menjawab panggilan itu.
"Hallo juga mami, mami cenapa eelum campai lumah...? Iiio kangen mami. huhu... hu." terdengar suara anak laki-laki diseberang sana.
"Zio sayang, mami kerja buat Zio. sekarang mami masih dijalan. sabar ya embulnya mami lagian ada Aunty Sinta dan Oma."
__ADS_1
" Iiio maunya mami."
"Mami janji, Minggu nanti bawa Zio jalan- jalan ke Mall, beli mainan Legend Hero yang banyak. okey boy..." jawab Anyelir penuh semangat membujuk buah hatinya.
"Ocey mami, apa mami udah kecemu papinya Iiio ? nanti kita bawal papi ya mi." ujar anak yang masih polos itu.
"Iya sayang, tapi Zio nya sekarang Bobo dulu ya ! udah malam. nanti sampai rumah mami keloni Zio bobonya. Mmuuaachh sayang mami." dan menutup kembali panggilan Videonya.
Rama masih tidak percaya dengan pendengarannya.
" Apa anak?"
"Ternyata dia sudah mempunyai seorang anak laki-laki dan sudah menikah, Rama gusar dengan pikiran nya sendiri. atau hanya sandiwara nya saja untuk mengibuliku, karena dari penampilan nya, dia seperti wanita yang masih gadis dan belum pernah melahirkan anak.?"
Rama membelokan mobilnya, kesebuah kafe ditepi pantai. dan memakirkan mobilnya, setelah menemukan tempat yang pas.
"Kita makan malam dulu disini." ujar Rama dan turun memutari mobil, dan membukakan pintu untuk Anyelir.
Anyelir membulatkan matanya, seakan tidak percaya dengan penglihatan nya. Rama membawa nya, ketempat favorit mereka berdua dulu, kafe yang menyerupai kapal Titanic yang berdiri sangat megah. ditambah Kilauan lampu yang menambah romantisnya suasana.
__ADS_1
Rama menuntut Anyelir memasuki Ruangan khusus. disana telah tersedia makanan dan minuman sea food, kesukaan Anyelir. ditambah Kilauan cahaya lilin ditengah meja makan diiringi musik band artis ibukota disalah satu Ruangan terbesar kafe itu.
Rama menarik kursi dan mempersilakan Anyelir duduk. dengan bahasa tubuhnya, Anyelir seperti Terhipnotis. dan menurut saja saat Rama mencium lama keningnya.
"Kamu menyukai nya?" Rama mendekatkan wajahnya dekat telinga Anyelir, seakan berbisik, dan bibir mereka bertabrakan saat Anyelir menoleh kearahnya.
Anyelir hanya mengangguk kan kepala, tanpa ada suara yang keluar, mulut nya seakan terkunci rapat. dia masih syok.
"Apa yang membuat Rama seperti ini, apakah nalurinya sebagai seorang suami ?"
Anyelir tersadar, melihat Rama telah duduk didepan nya. mereka makan dengan diam, tiba-tiba Anyelir menghentikan makannya.
"Sudah malam mari kita pulang?" ajak Anyelir karena dia merasa Rama sengaja mengulur- ngulur waktu.
"Kenapa buru-buru?" tanya Rama.
"Anak ku menunggu dirumah." jawab Anyelir jujur.
"Kamu beneran sudah mempunyai anak?" tanya Rama.
__ADS_1
"Ya" jawab Anyelir singkat, tangannya ditarik Rama. saat mencoba untuk berdiri.
"Kamu tidak perlu risau memikirkan anak mu, diakan mempunyai seorang ayah. yang mengurus nya. atau jangan-jangan anak mu tidak memiliki Ayah ucap Rama tertawa menyeringai."