Anyelir, Istri Bayaran Ku

Anyelir, Istri Bayaran Ku
Pasta Pernikahan


__ADS_3

Anyelir membawa Zaki kedalam dekapan hagatnya, lalu mulai memberikan Asi eklusifnya. sambil mengelus-elus pelan kepala anaknya yang terlihat begitu kehausan. hingga tertidur begitu saja.


"Sayang, bawa sini anak ganteng papi ini." ucap Rama. yang mengambil alih mengendong Zaki, yang sudah tertidur pulas.


Malam itu, atas permintaan Anyelir. mereka memutuskan untuk menginap dirumah kecil peninggalan kedua orang tua Anyelir. besok paginya mereka baru berangkat menuju villa yang dibuat khusus oleh Rama bukti cintanya kepada sang istri.


Dua hari berlalu, dihabiskan dengan jalan-


jalan dan mengunjungi para kerabat Anyelir. setelah acara ramah tamah dengan mereka, barulah Rama menyampaikan keiinginan serta tujuan mereka untuk mengadakan pesta pernikahanya.


Semua menyambut antusias, Rama juga mengundang para rekan bisnis serta koleganya untuk hadir, serta sekalian memperkenalkan keindahan desa sang istri.


Zein dan keluarga tidak bisa datang menenuhi undangan tersebut. mengingat kondisi larasati yang masih dalam masa pemulihan. serta dirumahnya juga ada Cantika yang selalu uring-uringan pasca putus contak dengan Gilang.


Acara pesta Rama berjalan lancar, bahkan diliput berbagai media yang menayangkan acara itu secara live. nampak senyum kebahagian terpancar dari wajah pasangan itu.


"Duuuhh....,, senangnya. akirnya mereka bisa mewujudkan pernikahan setelah mempunyai tiga orang anak" ucap larasati memandang takjub saat menyaksikan acara itu yang diputar secara live dilayar televisinya.

__ADS_1


"Iya kak, aku juga ikut merasakan kebahagian mereka" ucap Cantika sendu, karena sangat merindukan Gilang.


"Gimana dengan Gilang dek, apa dia masih belum bisa untuk dihubungi ?"


"Iya kak, karena tempat kerjanya sekarang tidak ada signal"


"Kamu yang sabar ya dek"


"Iya kak" jawab Cantika yang terlihat mencoba untuk ceria dan tersenyum.


"Kak Cantika kekamar duluya"


"Iya dek, kamu istrirahat dulu Sana"


Dikamar Cantika merebahkan pelan tubuhnya diranjang, tangan Cantika mengelus-elus perutnya.


"dek...,, kamu pasti kangen banget ya sama papa. dek sabarya....moga saja urusan papa disana cepat selesai. biar papa segera jemput kita kesini. Bunda juga kangen banget dipelukan hangat papa satang" tanpa sadar air mata Cantika lolos membasahi kedua belah pipinya yang mulus.

__ADS_1


Kerinduan Cantika semakin menyiksanya, tanpa bisa berbuat apa-apa. matanya terus memandangi wajah tampan suaminya melalui layar ponselnya.


"Kak Gilang, kamu sedang apa Semarang.? apa kakak juga merindukanku dan bayi kita ini, hari-hariku terasa berat tanpa ada kamu sayang"


Ditempat kerjanya Gilang juga tidak bisa fokus, pikiranya terus tertuju pada Cantika. beberapa kali dia mengajak Dion, ketempat tertentu berharap mendapatkan signal. namun usahanya sia-sia belaka. membuat Gilang melongos kesal dan meninggalkan tempat ITU, sambil menghempaskan kasar pintu mobilnya.


Dion sempat terlonjak kaget, saat Gilang menghempaskan pintu, mulutnya seakan ikut terkunci Dion memilih jalan aman dengan tidak bersuara melihat kemarahan Bos nya


"Dion, bagaimana dengan hasil penyelidikan my ?" tanya Gilang tiba-tiba


"Piling kelihatanya sama Bo's, aku juga sangat mencurigai kepala cababang pabrik pengolahan bahan mentah basil perkebunan itu bos"


"Apa alasanmu mencurigainya ?"


"Menurutku, dia memanfaatkan kondisi dan situsasi letak perkebunan yang terisolosir, sehingga dia dengan bebas bisa memanfaatkan dana perusahaan dengan bebasnya" u cap Dion


"Kalau begitu kirim tambahan orang-orang untuk bekerja, serta lalukan penyelidikan sebaik mungkin."

__ADS_1


__ADS_2