BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU

BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU
PERSAINGAN SENGIT


__ADS_3

"Tanpa menunggu terlalu lama, saya akan umumkan siapakah gerangan yang beruntung mendapatkan proyek ini."


Pria berhidung mancung itu menjentikan jari, memberi isyarat pada asistennya untuk membawakan sebuah amplop putih. Di dalam amplop tersebut berisi nama perusahaan yang beruntung bekerjasama dengan Mr. Tamada.


Setelah merobek dan membaca sekilas, pria itu tersenyum puas.


"Perusahaan yang beruntung adalah..."


Mr. Tamada sengaja menjeda ucapannya, ia menghela napas panjang dan diam beberapa saat.


Diamnya pria itu semakin membuat para tamu undangan semakin penasaran. Pasalnya, nominal proyek yang diberikan jika memenangkan lelang cukup untuk menggaji seluruh karyawan selama setengah tahun kedepan. (Di sini author hanya menggunakan perkiraan saja tapi kalau ada yang tahu, boleh tulis di kolom komentar. ☺)


"Wah, nampaknya raut wajah rekan-rekan semua begitu tegang. Kalian bisa sambil menikmati hidangan yang tersedia di atas meja untuk mengusir ketegangan," Mr. Tamada mencoba mencairkan suasana.


"Perusahaan yang beruntung itu adalah PT Indah Sentosa," ujarnya sambil memberikan tepuk tangan.


Terdengar suara tepuk tangan bergemuruh, menggema memenuhi ballroom hotel bintang lima.


"Kepada Tuan Mark, selaku CEO perusahan mohon untuk maju ke depan menerima bukti kerjasama secara simbolis untuk PT Indah Sentosa."


Merasa namanya dipanggil, pria setengah bule itu maju ke atas stage, memberikan sepatah kata dan menerima bukti kerjasama secara simbolis.


Acara pengumuman lelang proyek berakhir, namun semua tamu undangan masih duduk manis di kursi masing-masing. Mereka menunggu acara puncak berlangsung yaitu peniupan lilin kue ulang tahun.


Semua tamu turut larut dalam suka cita acara pesta, walaupun diadakan saat jam kerja dan di siang hari namun tak menyurutkan kebahagiaan mereka memberikan do'a bagi pasangan suami istri yang tengah berbahagia merayakan wedding anniversary.


"Selamat Tuan, akhirnya kerja keras Anda selama beberapa bulan belakangan membuahkan hasil. Dengan proyek ini kita bisa memulai kembali bisnis yang sudah dirintis oleh Tuan Besar," ujar Winda dengan mata berbinar bahagia.


"Tidak Winda, ini bukan hanya kerja keras saya melainkan kerja keras kita semua. Termasuk kamu, Barra dan karyawan lain. Terima kasih karena kalian masih setia dan mau berjalan bersama PT Indah Sentosa meskipun keadaan perusahaan sedang berada di level terendah," ucap Mark bersungguh-sungguh.


Sorot mata pria itu memancarkan ketulusan, baik Winda maupun Barra bisa melihatnya.

__ADS_1


"Tuan, apapun yang terjadi, kami akan selalu berada di samping Anda. Benar kan, Bu Winda?" tanya Barra sambil melirik ke arah rekan kerjanya.


"Benar, Tuan. Kami akan menjadi Front Pembela Tuan Mark," ujar wanita itu sambil terkekeh.


Mark hanya tersenyum garing, ia masih kaku untuk terlibat perbincangan ringan bersama karyawannya.


"Kalian lanjutkan obrolan, saya mau ke toilet sebentar."


Pria itu berjalan meninggalkan keramaian ballroom hotel, suara musik dan nyanyian merdu dari seorang Diva Indonesia melebur menjadi satu menggema memenuhi ruangan. Sebagian ada yang ikut bernyanyi sambil menggerakan kepala, menjentikan jari dan mengayunkan kaki sesuai irama musik.


Ia mencari letak toilet khusus pria, kemudian menuntaskan hajatnya. Setelah hajat terpenuhi pria itu mencuci tangan di westafel menggunakan sabun dan membilasnya. Saat Mark akan meninggalkan toilet, dari balik tubuhnya muncul sosok pria yang selama ini menjadi pesaing bisnis yaitu Mr. Lee.


"Entah trik apa yang Anda gunakan sehingga bisa menarik Mr. Tamada untuk memilih PT Indah Sentosa menjadi partner kerjanya," Mr. Lee memutar keran air, tatapan matanya ke depan cermin.


Baru beberapa langkah, Mark hentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang dan tersenyum sinis.


"Saya bukan orang licik seperti Anda, Mr. Lee. Jika kali ini menang lelang, itu berkat kerja keras seluruh karyawan perusahaan bukan atas sogokan apalagi tipu muslihat yang menggunakan obat perangsang untuk menjebak seseorang," sindir Mark.


"Apa maksudmu!" Mr. Lee maju beberapa langkah ke depan, tangannya sudah terkepal dengan sorot mata penuh emosi dan rahang menonjol keluar.


"Anda jangan pura-pura bodoh, karena sekarang saya sudah tahu hal bejat apa yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu."


"Anda sengaja melarutkan obat perangsang ke dalam minuman untuk memeras perusahaan dengan cara menggunakan foto-foto saya bersama wanita yang kamu suruh kan. Namun sayangnya, usahamu sia-sia sebab Ameera lebih dulu menyelamatkanku."


"Sungguh licik, kamu Lee!"


Aroma permusuhan yang kuat menjalar. Suasana mulai memanas dengan saling melempar tatapan sinis.


Perkataan Mark bagaikan sebuah belati yang menancap tepat di jantung, selama beberapa bulan ia menutup rapat rahasia ini namun pada akhirnya terbongkar juga. Siasat licik untuk menjatuhkan Mark terbongkar dan kini ia tak memiliki kesempatan membela diri.


"Tapi saya ucapkan terima kasih, berkat tipuanmu itu akhirnya Ameera memberikan keturunan kepada keluarga Pieter dan menjadikanku ayah paling bahagia di bumi ini."

__ADS_1


"Ya, gadis itu memberikanmu keturunan tapi statusnya dalam keluarga Pieter tak dianggap bahkan di mata negara pun tidak. Sungguh malang sekali nasib istri sirimu itu, Mark!"


Sindiran pria itu tepat mengenai jantung, sakit tapi tak berdarah. Emosi pria itu sudah berada di ubun-ubun dan siap untuk meledak.


"Setidaknya aku memperistri seorang gadis single, bukan mengejar-ngejar wanita yang sudah bersuami dan berniat menjadikannya ratu di istanamu."


Di saat suasana sudah semakin memanas, dari luar Barra muncul di antara mereka dengan membawa amplop coklat.


"Tuan, saya menunggu Anda di kursi tapi sampai detik ini belum juga kembali dan akhirnya memutuskan menyusul ke sini."


"Mari Tuan, kita tinggalkan tempat ini. Mr. Tamada dan istri sudah menunggu."


Mark menuruti perintah sang asisten, ia berjalan di depan menuju ballroom hotel.


"Saya peringatkan Anda, Tuan. Jangan pernah ada niat lagi untuk menghancurkan PT Indah Sentosa apalagi menyentuh Tuan Mark. Jika itu terjadi, maka saya dan Naomi tidak akan tinggal diam," ancam Barra sebelum meninggalkan toilet.


"Saya tidak takut ancamanmu, anak muda. Kita lihat saja, apakah Bosmu akan tetap bersikap angkuh setelah semua yang dimilikinya ada di tanganku!"


Namun pria muda itu tak menghiraukan ucapan Mr. Lee, ia terus berjalan hingga tubuhnya menghilang di pertigaan lorong.


"Sial, aku semakin bersemangat untuk menghancurkanmu Mark. Dendam ini akan kubawa sampai kapanpun. Kamu sudah merebut Stevanie dariku dan kini proyek itu seharusnya menjadi milik PT Glory tapi malah jatuh ke tangan pria brengsek itu!" maki Mr. Lee.


Ia meninju pintu bilik toilet hingga menimbulkan suara. Untung saja keadaan toilet sepi sehingga tidak ada orang menyaksikan bagaimana kemarahan pria itu.


"Aku harus segera menyusun rencana untuk menghancurkan Mark dan perusahaannya."


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


Yuhu, author update lagi nih. Jangan lupa likenya ya Kak. Suk**a sedih deh kalo liat yang kasih like cuma dikit. 🥺**


__ADS_2