BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU

BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU
FAKTA TERBARU


__ADS_3

Happy reading 🤗


" Tolong bawa laporan yang saya minta kemarin ke ruangan sekarang!" ujar Mark pada Winda sekretarisnya sebelum pria itu masuk ke dalam ruangan CEO.


"Baik, Tuan!" jawab Winda seraya membungkukan badan.


Mark langsung saja masuk ke dalam ruang kerja dan menggantung jas kerjanya ke sebuah standing hanger yang berada di samping kursi kebanggaannya.


Pria itu menatap keluar jendela memperhatikan lalu lintas kendaraan, asap knalpot dan suara klakson saling bersahutan membuatnya terbuai dan terlena.


Terdengar suara ketukan membuatnya tersadar dari lamunan panjang, ia segera duduk dan merapikan posisi dasi.


"Masuk!" titah pria itu pada seseorang di luar sana.


Seorang pria jangkung melangkah dan masuk ke dalam ruangan.


"Tuan, ini beberapa laporan yang Anda minta," ucap Joe.


"Saya meminta Winda, mengapa kamu yang datang?" Mark membuka satu buah laporan dan membacanya dengan teliti.


"Winda masih harus mengerjakan laporan yang lain, Tuan. Kebetulan saya ke sini ingin meminta izin untuk pulang lebih awal."


Mark menghentikan sejenak kegiatannya, ia menatap ke arah Joe menaikan dan menurunkan alisnya secara bergantian.


"Aku dengar Tante Aura sudah kembali dari Australia, apa kamu berecana pergi jalan-jalan dengan beliau sehingga meminta cuti kerja setengah hari?"


Joe tertawa mendengar pertanyaan sahabat sekaligus sahabatnya, "Anda lucu sekali, Tuan!" ucap Joe sinis.


"Apa maksudmu!" ucap Mark kesal, ia melempar laporan yang sedang dibaca hingga hampir terjatuh dari atas meja kerja.


"Aku menertawakan kebodohanmu, Mark!" kali ini Joe merubah gaya bicaranya. Ia sudah tidak lagi menggunakan bahasa formal.


"Hei, apa masalahmu!" Mark berdiri dari kursi dan mencengkram kerah kemeja Joe.


Aroma permusuhan yang kuat menjalar. Suasana mulai memanas dengan saling melampar tatapan sinis. Joe tersenyum smirk melihat sikap arogan yang ditunjukan sahabatnya.


"Seharusnya dulu kamu tidak usah menikahi Ameera dan biarkan dia menggugurkan kandungannya!"


Bugh!


Sebuah tinju mentah Mark hadiahkan pada wajah Joe. Setetes darah segar mengalir di sudut bibir pria itu.


"Aku bukan manusia bejat yang tega membunuh darah dagingnya sendiri!"


"Ya, kamu manusia bermoral dan terhormat tapi bodoh!"


"Mata dan hatimu sudah dibutakan oleh cinta hingga tak bisa mendengar dan melihat sebuah kenyataan. Jangan menyesal jika suatu hari nanti istrimu direbut dan dibawa pergi oleh pria yang begitu mencintainya!"


Mark semakin mengencangkan cengkramannya membuat Joe batuk dan sesak napas akibat kekurangan oksigen.


"Kali ini aku memaafkanmu asalkan..."


"Aku sudah tahu kamu mau bicara apa!"


"Ameera saat ini sedang dirawat di rumah sakit, nyawa anakmu hampir saja melayang jika tidak segera ditangani oleh tenaga medis."

__ADS_1


Tubuh Mark seketika hilang kendali, ia berjalan sempoyongan sembari meraba ujung meja kerja.


Apa! Bagaimana mungkin bisa terjadi? Bukan kah kemarin aku melihat Ameera dan bayinya baik-baik saja lantas mengapa Joe mengatakan saat ia dirawat di rumah sakit!


"Kamu pasti terkejut mendengar berita ini kan!"


"Mark, kamu akan lebih terkejut lagi jika mengetahui bahwa Ameera celaka akibat perbuatan istri tercintamu, Stevanie!"


"Tutup mulutmu, Joe!" bentak Mark.


"Aku berkata sejujurnya, Mark. Buka mata dan hatimu sebelum semuanya terlambat."


"Stevanie wanita baik-baik, ia tidak mungkin tega mencelakai Ameera," ucap Mark bersikeras membela istri pertamanya.


"Batu! Terserah, pokoknya aku akan tetap meminta cuti setengah hari. Semua urusan pekerjaan, kuserahkan pada Winda," Joe segera berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan Mark.


Mark melempar semua tumpukan berkas laporan dan berhamburan ke lantai. Ia menyisir rambut menggunakan jari dan berteriak sekencang-kencangnya.


***


Joe kembali melanjutkan pekerjaan, ia berusaha profesional dalam bekerja tak mau melibatkan emosi jika menyangkut urusan perusahaan.


Mendiang Papa Taufiq memberikan tanggung jawab pada pria itu untuk mengembangkan perusahaan meskipun keluarga Kurniawan hanya memiliki 30% saham atas PT Indah Sentosa namun ia akan bekerja keras agar perjuangan dan keringat papanya tidak sia-sia.


Dulu, saat mulai merintis PT Indah Sentosa, 3 serangkai yang terdiri dari Tuan Ibrahim, Taufiq Kurniawan dan mendiang mama Stevanie bahu membahu membangun perusahaan agar bisa mengeparkan sayap dan menjadi salah satu perusahaan yang patut dipertimbangkan dalam dunia pertambangan.


Selama bertahun-tahun mereka bekerja tanpa mengenal waktu hingga keberhasilan kini bisa diraih.


PT Indah Sentosa menjadi saksi perjuangan bagaimana sulitnya 3 serangkai membangun perusahaan sampai berada dititik puncak saat ini. Tidak ada sebuah keberhasilan tanpa adanya pengorbanan.


Setelah setengah hari bekerja dengan penuh perjuangan dan semangat yang tersisa akhirnya Joe bisa membesuk Ameera di rumah sakit. Ia sudah menyiapkan parsel buah-buahan untuk adik angkatnya tercinta.


Kini ia sudah berada di dalam lift yang membawa tubuhnya menuruni gedung-gedung perusahaan. Saat pintu lift terbuka, ia melihat Mama Aura berjalan ke arahnya.


"Mama!"


"Loh, Joe! Kenapa kamu sudah keluar kantor, kan belum waktunya pulang kerja."


"Kamu pasti ada janji dengan wanita genit di luaran sana kan!" Mama Aura menjewer telinga anaknya.


"Aduh, Ma!"


"Sakit!"


"Ma, lepaskan! Malu jika ketahuan karyawan kantor, nanti reputasi Joe hancur."


Mama Aura melepaskan tangannya dari telinga Joe.


"Benar katamu, jika karyawan kantor melihat asisten CEO dijewer oleh mamanya maka mimpiku menimang cucu lucu dan menggemaskan akan semakin jauh."


"Kecuali, jika Ameera adalah benar-benar Gladys maka Mama tidak akan memaksamu menikah dalam waktu dekat."


"Ma, kecilkan suaranya jangan sampai orang lain tahu," Joe berbisik.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Dinding perusahaan dapat berbicara jadi kita harus waspada jangan sampai fakta ini dimanfaatkan orang jahat."


Mama Aura menganggukan kepala, "oh ya, kamu mau kemana?"


"Joe akan ke rumah sakit membesuk Ameera."


Kedua mata Mama Aura terbelalak sempurna, ia menutupi mulut dengan telapak tangannya.


"Ameera!" ucap Mama Aura terbata-bata.


"Lebih baik Mama ikut Joe, kita bicara di dalam mobil."


Joe menyentuh pundak dan membantu wanita paruh baya itu berjalan. Mereka keluar kantor beriringan dan kini sudah berada di dalam mobil. Pria itu dengan penuh perhatian memasangkan sabuk pengaman untuk mamanya.


"Kemarin siang, Naomi meminta izin pulang cepat karena ingin membesuk Ameera. Maaf, Joe baru memberitahu Mama sekarang karena sibuk dengan pekerjaan."


"Saat ini perusahaan sedang banyak masalah dan membutuhkan penanganan segera," Joe mulai menyalakan mesin kendaraan.


Mobil yang dikendarai Joe perlahan-lahan berjalan meninggalkan area perkantoran menuju rumah sakit tempat Ameera dirawat.


"Bagaimana keadaan Ameera?"


"Untung saja Donny segera membawa Ameera ke IGD jika saja telat satu detik maka nyawa bayi dalam kandungan adikku tak bisa diselamatkan."


"Fakta yang mengejutkan adalah Stevanie merupakan dalang dari kecelakaan yang menimpa Ameera."


Mama Aura memukul dashboard mobil menggunakan tas miliknya, "Vanie sialan! Berani-beraninya dia mencoba mencelakai cucuku!"


"Dulu saat Gladys kecil, wanita itu selalu saja membuat putriku menangis dan kini ia malah mau mencelakai cucuku!"


"Ma, belum tentu Ameera itu adalah Gladys," ucap Joe.


"Mama tidak peduli, kalaupun Ameera bukan Gladys, aku akan tetap menyayangi gadis itu dan menganggapnya seperti anakku sendiri."


"Jika memang Tuhan tetap tidak mempertemukan Mama dengan Gladys selamanya, apa boleh buat."


"Mama hanya bisa ikhlas dan merelakannya asalkan Ameera selalu bersama kita."


"Mama sabar ya, Joe akan berusaha mencari kebenaran tentang jati diri Ameera."


"Sudah sejauh mana Joe?"


"Menurut informasi yang Joe terima, saat kejadian kebakaran, Ayah Ameera berada di lokasi kejadian dan kemungkinan besar beliau...."


Bersambung...


.


.


.


Hayo, beliau apa nih kira-kira! 🤭


Ish kok author selalu bikin penasaran sih. Hehe, sabar ya Kak kelanjutannya akan datang nanti malam. So, jangan lupa kasih jempol untuk author. ❤

__ADS_1


__ADS_2