BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU

BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU
CALON MERTUA?


__ADS_3

Happy reading 🤗


"Halo, Ma, Pa!" sapa Donny pada kedua orang tuanya.


"Aduh sayang, kenapa jam segini kamu baru sampai. Mama, Papa dan ketiga temanmu sudah lama menunggu," balas Reina, Mama Donny.


"Maaf Ma, Pa, tadi jalanan macet sekali. Donny terjebak lampu merah sebanyak tiga kali," lanjut Donny.


"Oh iya, kenalkan ini Ameera!" ucap Donny memperkenalkan gadis di sampingnya.


"Halo Om dan Tante, perkenalkan saya Ameera Chantika!" ujar Ameera menyentuh tangan kedua orang tua Donny.


Cantik, lemah lembut dan matanya begitu indah. Pantas saja putraku tergila-gila pada gadis ini. Ia calon menantu idaman dan pantas menjadi Nyonya Muda Keluarga Kurniawan.


"Halo Ameera, senang berkenalan denganmu," Reina mengusap lengan Ameera lembut.


"Senang berkenalan dengan Om dan Tante juga," Ameera membalas dengan senyuman.


"Ya sudah, ayo silakan duduk." Kenzo, Ayah Donny mempersilakan duduk.


Donny menarik kursi untuk Ameera, setelah gadis itu duduk nyaman barulah ia duduk.


"Meera, bagaimana rasanya berduaan dengan Donny di dalam mobil? Apakah kalian sempat ---"


Belum sempat Naomi melanjutkan perkataannya namun sudah dihentikan oleh Ameera.


"Dasar otak mesum!" bisik Ameera.


"Menurutku lebih baik kamu menjalin kasih dengan Donny, dia pria baik dan tulus mencintaimu."


"Daripada bersaing dengan Nyonya Stevanie dan kita sudah tahu kamu akan kalah jika melawan wanita itu."


"Aku yakin, jika kalian menikah maka wajah keturunanmu pasti tampan sekali mirip aktor drama Cina," bisik Naomi ke telinga Ameera.


"Naomi!" ucap Ameera seraya menatap sahabatnya dengan tatapan siap memangsa. Sorot mata tajam setajam pisau yang baru saja diasah.


Naomi hanya terkekeh karena sukses menjaili sahabatnya 'Meera, aku melakukan ini semua demi kebahagiaanmu karena sampai kapanpun Nyonya Stevanie akan terus menyakitimu kecuali salah satu diantara kalian ada yang---'


Tidak! Apa yang sudah kuucapkan. Ya Tuhan, tolong maafkan aku. Sungguh tadi tidak sengaja.


Naomi menggeleng-gelengkan kepala dan di saat bersamaan seorang pelayan datang menghampiri meja yang dipesan oleh Tuan Kenzo Kurniawan.


"Permisi, Tuan dan Nyonya ini menu makanan dari restoran kami silakan dipilih dulu," ucap salah satu pelayan.


Pelayan tersebut memberikan tiga buah buku menu, ia berdiri menunggu Ameera dan kawan-kawan serta mama, papa Donny memilih hidangan.


Hari ini merupakan perayaan ulang tahun pernikahan orang tua Donny yang ke 21 tahun, mereka sengaja meminta putranya mengundang Ameera dan teman-temannya untuk hadir dalam acara tasyakuran kecil-kecilan.

__ADS_1


Tuan dan nyonya Kurniawan sebetulnya bisa saja mengadakan pesta besar-besaran di sebuah hotel mewah di Jakarta namun mereka berjanji untuk wedding anniversary yang ke 21 kali ini hanya akan dirayakan bersama keluarga serta turut mengundang teman dekat sang putra.


Kebetulan Donny, putra mereka sudah satu tahun belakangan ini menceritakan Ameera. Sosok gadis cantik, pemilik mata indah seperti almond dengan karakteristik kelopak mata lebih kecil dan lebar lebih panjang daripada bentuknya yang bulat mampu menghipnotis Donny hanya dalam satu kali lirikan mata.


Pria itu sudah lama mengenal Ameera karena mereka teman satu angkatan dan juga satu fakultas namun baru dekat satu tahun belakangan saat keduanya diminta pihak kampus mengadakan acara bakti sosial di sebuah daerah di pedalaman. Donny dan Ameera dipercaya menjadi ketua dan sekretaris panitia.


Sejak saat itu mulai dekat dan tumbuh benih cinta di hati Donny, ia bukan hanya menganggap Ameera sebagai seorang teman namun mengingingkan gadis itu menjadi istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya kelak.


Banyak cita-cita yang sudah ia rangkum dalam sebuah buku agenda khusus berisikan semua catatan tentang Ameera. Bahkan pria itu sudah meminta sang mama menyiapkan gaun pengantin, dekorasi pernikahan dan konsep resepsi yang ingin diwujudkan saat menikahi gadis pujaan hati.


Donny mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil pemberian kedua orang tuanya, ia membuka rekening tabungan pribadi tanpa sepengetahuan papa dan mama. Uang itu rencananya akan digunakan untuk membiayai pesta pernikahan yang akan digelar ketika menikahi Ameera namun harapannya hancur tatkala ia mengetahui bahwa gadis itu telah menikah dengan pewaris tunggal PT Indah Sentosa.


Saat semua oeang sibuk memilih menu, Donny menyempatkan diri mencuri-curi pandang ke arah Ameera sedangkan gadis itu tak mengetahui bahwa tengah diawasi oleh pemilik mata elang.


"Nom, aku mau ini saja sepertinya lezat."


"Iya bumil, bawel sekali kamu!" ucap Naomi berbisik, ia sedikit jengkel karena Ameera tidak berhenti mengganggunya memilih menu.


"Ih, kamu!" dengus Ameera kesal. Matanya sudah mulai berkaca-kaca, namun dengan sigap Naomi menenangkan sahabatnya.


"Aduh bumil, jangan nangis dong nanti aku bisa diusir oleh calon suami dan mertuamu!" ucap Naomi pura-pura panik.


"Naomi!" kali ini Ameera sudah bersiap menimpuk sahabatnya menggunakan tas yang ia pangku namun tiba-tiba saja suara lembut Reina menghentikannya.


"Ameera!"


"Eh, iya, Tante."


"Dua puluh satu tahun, Tante."


"Kamu sudah punya pacar?"


"Loh, memang Tante tidak tahu jika Ameera itu pacarnya Donny!" cerocos Emon.


Sontak ucapan Emon memicu reaksi berbeda-beda bagi siapa saja yang mendengar. Naomi dan Barra tersenyum bahagia sementara Ameera dan Donny tertunduk malu. Wajah mereka merona bagaikan memakai blush on di kedua pipinya.


"Semua sudah selesai memesan makanan?" tanya Kenzo mengubah topik pembicaraan. Pria paruh baya itu melihat ekspresi tak nyaman pada diri Ameera.


"Mbak, semua pesanan sudah dicatat di sini. Tolong siapkan segera!" ucap Kenzo seraya menyerahkan kertas orderan makanan kepada pelayan.


"Kamu seperti tahu banyak tentang Donny!" ucap Reina.


"Tahu dong. Aku kan sahabat terbaik Donny, bisa dikatakan BFFnya anak Tante!" ucap Emon menyedot gelas berisi jus alpukat pesanannya.


Kenzo dan Reina terkekeh melihat sikap sahabat putranya.


Tak lama berselang, seorang pelayan membawakan nampan berisi makanan.

__ADS_1


"Tante, jika boleh tahu mengapa menjuluki Ameera dengan sebutan guardian angel? tanya Ameera disela menyantap makanan.


"Oh itu, karena kamu selalu menolong Donny saat ia mengalami kesulitan di kantor dan juga kampus."


"Benar kan, Pa!" tanya Reina ke arah suaminya.


"Benar, maka dari itu Om dan Tante sepakat memberikan julukan itu untukmu."


"Om dan Tante terlalu berlebihan. Menurut Ameera, Donny lebih sering menolong saat membutuhkan pertolongan."


"Berlebihan apa? Aku setuju dengan Om dan Tante," sanggah Barra.


"Kamu bagaikan seorang dewi penolong bagi kami. Di saat Tuan Mark marah karena hasil pekerjaan kurang memuaskan di saat itulah kamu berdiri di depan dan membantu menjelaskan padanya."


"Entah mengapa, dia langsung luluh setelah mendengar penjelasanmu. Aku merasa sepertinya Tuan Mark menjadi jinak jika berada di dekatmu."


Tentu saja jinak, sahabatku ini adalah istri kedua pria breng*ek itu. Ditambah dalam rahimnya kini ada benih yang ia tanam secara paksa, jika emosi maka sama saja dengan melukai darah dagingnya sendiri.


"Ameera, kapan-kapan kamu main ke rumah. Tante ingin berbincang denganmu, Nak. Mau kan?"


"Tentu saja boleh, Tante. Nanti Naomi akan mengantar Ameera." serobot Naomi.


"Naomi, lagi-lagi kamu memutuskan sesuatu tanpa bertanya padaku!"


"Biarkan saja, jarang-jarang kita berkunjung ke rumah seorang pengusaha sukses seperti mereka. Siapa tahu bisa mencuri ilmu bagaimana menjadi orang sukses di usia muda," Naomi menunjuk ke arah orang tua Donny.


Ameera menghembuskan napas berat dan memutar kedua bola matanya, ia hanya bisa pasrah jika Naomi sudah memaksa maka jalan satu-satunya hanya mengalah. Sekeras apapun berusaha menolak ia akan kalah karena Naomi memiliki seribu jurus mengalahkan Ameera.


Waktu bergulir dengan cepat dan tak terasa kini hari sudah semakin sore. Naomi, Barra dan Emon sudah berpamitan kini tersisa hanya Donny dan Ameera.


"Pa, Ma, Donny harus mengantar Ameera pulang sepertinya akan turun hujan."


Ameera menatap keluar jendela, awan sudah mulai menghitam dan suara gemuruh petir bersahutan. Cahaya kilat datang silih berganti menandakan hujan akan turun.


"Iya, kamu antarkan Ameera sampai rumah. Hati-hati di jalan."


Ameera dan Donny berpamitan dan berjalan keluar restoran.


"Pa, Mama menyukai gadis itu. Dia gadis cantik, baik hati dan saat berada di sisinya hati ini terasa nyaman."


"Papa setuju kan jika Donny menjadikannya sebagai pasangan?"


"Tentu, Papa akan setuju."


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Kak. ❣


__ADS_2