
Happy reading 🤗
Ameera membuka pintu kamar dan melepas handuk kecil yang membalut rambut basahnya, ia mengambil hairdryer dari dalam laci meja belajar kemudian menuangkan hair tonic sebelum mulai mengeringkan rambut.
Mark masih berada di dalam kamar utama sedangkan Bunda Meta dan Ayah Reza pergi ke pasar membeli bahan makanan selama tiga hari ke depan.
Ameera sengaja tidak membangunkan suaminya karena hari ini adalah weekend, biasanya Mark akan bangun siang jika libur kerja. Gadis itu masih sibuk mengeringkan rambut namun tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu, membuat ia terpaksa beranjak dari kursi dan berjalan menuju ruang tamu.
Ameera sedikit terkejut saat pintu rumah terbuka, di sana Stevanie berdiri dengan tangan kanannya menjinjing tas bekal makanan. Gadis itu berusaha bersikap acuh dan mempersilakan Stevanie masuk.
"Silakan masuk, Nyonya Vanie!"
"Apa suamiku semalam menginap di sini?" tanya Stevanie tanpa basa basi.
"Ya, Ayah memintanya menginap semalam!" ucap Ameera tanpa memandang wajah Stevanie.
"Alasan! Pasti kamu kan yang meminta suamiku menginap di gubuk jelek ini!" ucap Stevanie sinis.
Ameera menarik napas dalam berusaha mengurai rasa marah, ia lebih memilih membuatkan minuman untuk Stevanie daripada melayani wanita itu.
"Di mana suamiku sekarang?"
"Di kamar utama, ketuk saja pintunya!" teriak Ameera.
"Sayang, buka pintunya. Ini aku istri tercintamu!" ucap Stevanie sedikit berteriak. Ia sengaja mengeraskan suara agar Ameera mendengar ucapannya.
Di dapur, Ameera hanya memutar bola matanya dengan kesal. Sebenarnya ia geram melihat tingkah Stevanie namun gadis itu tetap bersikap santai karena menurutnya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melawan istri pertama suaminya.
Mark mengerjapkan mata dan melihat sinar mentari sudah menampakan pesonanya. Ia mendengar pintu yang diketuk dengan keras dan suara itu tidak asing bagi pria itu.
Ia beranjak menuju pintu dan membukanya.
"Sayang!" Stevanie langsung memeluk tubuh suaminya.
"Kenapa kamu ada di sini?"
"Aku merindukanmu, sayang!" ucap Stevanie manja. Wanita itu semakin mengeratkan pelukannya.
"Semalam kamu tidak mengabariku, membuat khawatir saja!" lanjut Stevanie.
"Iya, maafkan aku sayang semalam ponselku kehabisan batre!"
Stevanie mendongakan kepala dan menatap wajah Mark penuh cinta.
"Ehem, minumnya sudah siap Nyonya."
Mark melepaskan pelukan Stevanie dan menjaga jarak dengan wanita itu.
Sial, baru semalam jauh dariku sikap Mark mulai berbeda dari biasanya. Ini pasti gara-gara wanita itu, awas saja kamu Ameera, akan kubuat kamu menangis karena sudah merusak moment romantis antara aku dan Mark!
__ADS_1
"Ayah dan Bunda ke mana?" tanya Mark yang langsung duduk di sofa ruang tamu.
"Pergi ke pasar, jika Tuan mau sarapan silakan. Semua sudah disiapkan oleh Bunda."
"Sayang, aku membawakan makanan untukmu. Makan ini saja ya!" Stevanie membuka kotak makan yang sedari tadi tergeletak di atas meja.
"Lihat, pelayan kita membuatkan nasi goreng seafood. Ayo, buka mulutmu!" Stevanie mengulurkan sendok ditangannya ke mulut Mark.
Bagus, ini kesempatan bagiku untuk memanas-manasi Ameera. Jika dia emosi maka Mark pasti akan memarahinya dan hubungan mereka semakin renggang.
Mark menuruti perintah Stevanie, ia membuka mulut dan mengunyah nasi goreng yang sengaja istrinya bawa dari mansion.
"Bagaimana, enak?"
"Enak sekali, terima kasih!" Mark melirik Ameera namun gadis itu memalingkan wajah.
Ameera berusaha menutupi rasa cemburu yang bergejolak di dalam hati, ia tak sanggup melihat Mark dan Stevanie bermesraan di depan matanya.
Ya Tuhan, rasanya hatiku sakit sekali melihat aksi mesra suamiku dengan istrinya yang lain. Andai saja aku memiliki pintu Doraemon, maka saat ini akan kugunakan untuk pergi ke manapun asalkan jauh dari mereka.
Ameera mencoba mengalihkan perhatiannya agar tidak melihat kemesraan Mark dengan Stevanie, namun semakin ia berusaha hatinya malah semakin sakit.
"Kalian lanjutkan saja, aku mau menjemur handuk dulu," ucap Ameera.
Ia berjalan ke halaman depan dan menjemur handuk miliknya. Dari kejauhan, gadis itu melihat sebuah mobil terparkir di depan pagar rumahnya.
Seorang pria berkulit kuning langsat turun dari mobil dan menghampiri Ameera.
"Donny, kenapa kamu di sini? Bukankah Tuan Mark memintamu untuk menjauhiku!" ucap Ameera dengan nada cemas.
Donny terkekeh melihat ekspresi wajah kekhawatiran Ameera.
"Kamu mengkhawatirkanku?"
"Itu artinya, kamu mulai menyukaiku!" goda Donny.
"Donny, kecilkan suaramu. Di dalam ada Tuan Mark, jika ia mendengar maka habislah riwayatmu!" lanjut Ameera.
"Biarkan saja, aku tidak peduli. Dia pasti sedang bermesraan kan dengan Nyonya Stevanie?"
Bagaimana Donny tahu Nyonya Stevanie ada di dalam! Apakah ia bisa membaca pikiranku? Gawat, jika benar maka aku harus berhati-hati mulai dari sekarang jangan sampai pria ini mengetahui isi hatiku.
"Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku tahu Nyonya Stevanie ada di dalam, iya kan?"
"Itu karena aku melihat mobilnya terparkir di sana," Donny menunjuk sebuah mobil mewah terparkir di samping mobil milik Mark.
"Astaga Meera, kamu bodoh sekali jelas-jelas mobil mewah Nyonya Stevanie terparkir di sana tapi kenapa beranggapan Donny memiliki kemampuan membaca pikiran orang!" gumamnya.
Ameera memukuli kepalanya dan tingkah gadis itu sukses membuat Donny tertawa.
__ADS_1
"Hei, hentikan!" Donny menyentuh tangan Ameera dan tatapan mata mereka tak sengaja beradu.
"Apakah kamu cemburu melihat suamimu bermesraan bersama istrinya yang lain?"
Ameera tertunduk dan meremas ujung kaos yang ia pakai.
"Jika kamu sudah tak sanggup lagi berada di sisinya, tinggalkan dia dan ikutlah bersamaku. Aku janji akan membahagiamu. Kelak, kita akan menjadi pasangan yang sangat serasi karena sama-sama memiliki paras cantik dan tampan semua orang pasti iri!" ucap Donny setengah menggoda.
"Donny, kamu jangan bercanda!"
"Aku serius, coba kamu tatap mataku dan lihatlah adakah kebohongan di sana?"
Donny menyentuh pundak Ameera dan gadis itu menatap mata pria di hadapannya.
"Kamu bisa melihatnya kan!"
Aku bisa melihat ketulusan cintamu namun maaf cinta dan hati ini sudah dimiliki Tuan Mark, selamanya hanya dia yang berhak atas cintaku.
"Ameera!" terdengar suara seorang pria memanggil nama gadis itu.
"Ayah, Bunda!"
Donny segera melepaskan Ameera dan menghampiri orang tua gadis itu.
"Halo om, tante!" sapa Donny sembari mencium punggung tangan orang tua Ameera bergantian.
"Ayah, kenalkan ini Donny ketua magang Meera!"
"Nak Donny, terima kasih kemarin sudah mengantarkan Ameera pulang."
"Sama-sama, om!"
"Ayo masuk dulu, biar nanti dibuatkan teh manis oleh Bunda Meta."
"Ayah, di dalam ada Nyonya Stevanie," bisik Ameera.
Hufh!
Ayah Reza menghela napas secara kasar, 'kenapa kedua orang ini muncul di waktu yang tidak tepat. Masalah antara anak dan menantuku belum selesai namun kini muncul masalah baru.'
"Tidak apa- apa. Ayo masuk!"
Ayah Reza berjalan di depan. Bunda Meta, Donny dan Ameera mengekor dibelakang. Mereka berjalan beriringan menuju ruang tamu.
.
.
.
__ADS_1
Oh iya, author mau mengucapkan selamat tahun baru. Kalau boleh tahu, harapan kalian di tahun 2022 apa nih? Kalian bisa tulis di kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa likenya juga ya Kak. ❤