BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU

BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU
HOT NEWS


__ADS_3

"Karena orang yang sedang dibantu Tuan Joe, adalah iparnya sendiri," ucap asisten Mr. Lee.


Jleger!


Seperti suara petir di siang bolong. Semua informasi yang didengar oleh Mr. Lee membuat tubuhnya terkulai lemah di atas kursi empuk kebanggaannya.


"Sebenarnya, putri kandung mendiang Tuan Taufiq tidak tewas dalam insiden kecelakaan. Dia berhasil selamat dari amukan si jago merah tapi mengalami amnesia. Menurut kabar yang beredar, wanita itu dulu merupakan salah satu mantan mahasiswa magang di PT Indah Sentosa, bernama Ameera."


"Kamu bercanda, iya kan?" tanya pria itu tak percaya.


"Tidak, Tuan. Anda bisa melihat berita yang beredar di televisi. Bahkan berita itu sudah menjadi hot news dan semua media elektronik maupun media cetak tengah berlomba-lomba menggali seputar berita tersebut."


Dengan tangan gemetar, Mr. Lee mengerakan mouse dan mengetik sebuah kata kunci di layar monitor. Mencari kebenaran atas informasi yang baru saja dia dapat.


"Sialan!" teriak pria itu. Mr. Lee menggertakan gigi seraya mencengkram ujung meja kerja erat.


"Batalkan semua jadwalku hari ini," ujar Mr. Lee dengan nada tinggi. Dia beranjak lalu berjalan menuju pintu. Pria itu membanting daun pintu dengan sangat keras hingga membuat jendela ruangan presdir bergetar.


***


Sementara itu, di sebuah apartemen mewah di pusat Ibu Kota. Seorang wanita yang baru empat bulan menyandang status janda sedang duduk di sofa sambil menikmati cake kesukaannya.


Brownies cheescake merupakan perpaduan manisnya cokelat dan keju yang khas membuat kue ini terlihat menarik, dengan tekstur dan rasa legit membuat lidah semua orang tergiur untuk mencicipinya berulang kali. Dia masih sibuk menyuap sepotong cake dan mengunyahnya perlahan.


"Ehm, sungguh lezat. Lee memang pintar membuat hatiku bahagia," pujinya seraya mengingat kejadian dua hari lalu.


Flash back on


Di tengah hujan deras, Stevanie duduk santai di sofa panjang di depan televisi. Wanita itu membuka lembaran majalah, saat tengah asyik membaca sebuah iklan komersial, seorang wanita mempromosikan iklan produk olahan berbahan baku susu yang digumpalkan membuatnya tergiur dan ingin mengecap bagaimana lezatnya produk olahan berwarna kuning.


Dia meraba meja, meraih ponsel yang tergeletak di atas meja lalu menelepon nomor kekasihnya.


"Lee, tiba-tiba saja aku menginginkan makanan dengan olahan keju. Bisakah kamu tolong belikan cake berbahan dasar keju?" ucap wanita itu tanpa menunggu kekasihnya mengucapkan salam terlebih dulu.


Di seberang sana, Mr. Lee tertawa mendengar permintaan sang kekasih. "Baiklah, aku akan membawakan cake kesukaanmu."

__ADS_1


"Oke, aku tunggu." Kemudian Stevanie mematikan sambungan telepon secara sepihak.


Bola mata Mr. Lee berbinar bahagia, pasalnya ini pertama kali Stevanie meminta sesuatu padanya.


"Semoga ini awal baik bagi kita dalam menjalani hubungan yang lebih serius lagi." Lalu pria itu melanjutkan kembali pekerjaannya.


Flash back off


"Nyonya, ini air putih yang Anda minta," seorang pelayan membawa nampan gelas air putih lalu meletakannya di meja.


"Terima kasih, Mbak," balas Stevanie seraya tersenyum manis.


Setelah menyelesaikan tugasnya, pelayan yang bekerja di apartemen Mr. Lee berjalan ke arah dapur dan melanjutkan pekerjaannya.


Jadi, semenjak bercerai dengan Mark, Stevanie menghabiskan waktu berdiam diri di apartemen milik sang kekasih. 


Bukan tanpa alasan, Mr. Lee meminta Stevanie tinggal bersama dalam satu atap. Dia ingin menjaga kekasihnya serta perlahan-lahan menyingkirkan nama mantan suami Stevanie dari dalam hati wanita itu karena Mr. Lee ingin hati dan cinta wanita itu hanya untuknya seorang.


Selama empat bulan belakangan, Stevanie menjalankan perannya sebagai kekasih yang baik untuk Mr. Lee, melayani dan merawat pria itu layaknya seorang istri yang melayani suami.


Usai menghabiskan dua potong cake kesukaannya, Stevanie menyalakan televisi lalu mencari saluran yang menanyangkan berita gosip seputar artis tanah air Indonesia.


"Kabar mengejutkan datang dari salah satu pengusaha sukses penerus PT Indah Sentosa. Beberapa hari lalu, menurut informasi, Tuan Mark Pieter melangsungkan pernikahan secara diam-diam di tempat kediamannya dan rumor yang beredar mengatakan bahwa wanita itu disebut-sebut merupakan penyebab retaknya hubungan pernikahan Tuan Mark dengan istrinya terdahulu," ujar presenter gosip.


"Namun, hingga kabar ini mencuat ke permukaan, belum ada tanda-tanda dari pihak mereka melakukan klarifikasi." Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh presenter gosip di salah satu stasiun swasta tanah air.


"Semua informasi itu tidak benar. Gladys bukan orang ketiga dalam hubungan rumah tanggaku!" ucapnya setengah berteriak.


"Bravo... Bravo, Stevanie!" Seorang pria jangkung berdiri tepat di samping sofa seraya menepuk tangan dan tersenyum smirk.


Stevanie terlonjak, belum usai keterkejutannya melihat gosip yang beredar, kini dia dikagetkan oleh kedatangan Mr. Lee secara tiba-tiba.


"Lee, sejak kapan kamu datang?" tanya wanita itu dengan tubuh gemetar. Dia ketakutan tatkala melihat segurat cahaya emosi di bola mata coklat milik kekasihnya.


Mr. Lee mencengram bahu Stevanie, murka melihat kabar yang beredar di berbagai media sosial.

__ADS_1


"Apa maksudmu membocorkan rahasia masa lalu perceraian kalian?" hardik Mr. Lee. Wajahnya memerah menahan amarah.


"Aku tidak melakukan apa pun, Lee. Demi Tuhan, aku tidak tahu siapa yang menyebarkan berita itu!"


"Bohong! Kalau bukan kamu, siapa lagi?"


"Tapi sungguh, Lee, bukan aku orangnya." Stevanie menggeleng seraya mengusap air mata yang mulai jatuh membasahi pipi.


"Pembohong!" bentak Mr. Lee sembari mendorong tubuh kekasihnya. Hingga tubuh wanita itu terhempas ke belakang.


Pria itu melempar gelas, hiasan dan pajangan yang ada di ruang tamu hingga pecahan beling berserakan di mana-mana.


"Kamu menyebarkan gosip itu karena sampai detik ini belum ikhlas dengan perceraian kalian, iya kan?" tanya Mr. Lee tersenyum sinis. "Setelah berita semakin memanas, kamu memanfaatkan semuanya agar bisa bertemu dengan Mark lagi. Itu kan rencanamu?" Mr. Lee menaikan satu oktaf nada suaranya.


"Diam-diam kamu menyelidiki keadaan perusahaanku. Setelah tahu perusahaan mulai dilanda masalah, kamu mengejar laki-laki itu lagi karena tidak mau hidup susah! Benar-benar hebat, kamu Stevanie!" Mr. Lee menarik lengan kekasihnya, menyeret wanita itu masuk ke dalam kamar.


"Ayo masuk!" titah Mr. Lee sambil mencengram pergelangan tangan Stevanie.


Di dalam kamar Mr. Lee berteriak seperti orang gila, membanting semua barang yang ada.


"Kenapa kamu masih mencintainya? Coba katakan padaku, kelebihan apa yang dia miliki hingga kamu belum melupakannya?" tanya Mr. Lee dengan nada penuh emosi.


Stevanie bergeming, dia menangis di sudut ruangan. Terduduk di lantai dingin sambil menutup mata dan telinga. Dia benar-benar ketakutan melihat emosi kekasihnya meluap-luap.


"Brengsek!" teriak Mr. Lee. Dia meninju cermin di meja rias, menyebabkan tangannya berdarah.


"Vanie, kamu tahu bagaimana perasaanku padamu. Aku tulus mencintaimu, tapi apa yang kudapatkan." Mr. Lee berdiri menatap pemandangan dari luar jendela kamar.


"Seharusnya dulu aku tidak jatuh cinta pada rubah betina sepertimu. Wanita matre, licik, culas dan mandul sepertimu tidak pantas mendapatkan cintaku!" ujar Mr. Lee tanpa menoleh ke belakang.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


Episode selanjutnya diperkirakan akan update malam hari.


__ADS_2