BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU

BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU
ME TIME VERSI IBU HAMIL


__ADS_3

Hai-hai, Kakak semua apa kabar nich? Moga sehat selalu ya. Terima kasih author ucapkan karena kalian masih setia menunggu kelanjutan kisah Neng Ameera. Oke dech gak perlu nunggu terlalu lama, mari kita lanjut.


Selamat membaca 🤗


Saat ini Ameera sudah berada di salah satu mall terkenal di kawasan Jakarta Pusat. Ia sengaja memilih mall tersebut karena jaraknya tak begitu jauh dari taman kota yang biasa dikunjungi saat merasa penat.


Biasanya gadis itu akan menghabiskan waktu di sana bersama Naomi, memandangi sebuah aliran air yang menyebar secara diagonal dari suatu sumber atau biasa dikenal dengan istilah air mancur. Ameera dan Naomi akan nongkrong di sana sambil menikmati sepiring siomay dari pedagang keliling yang biasa menjajakan dagangannya.


Sebenarnya Ameera bisa saja meminta Naomi menemaninya namun enggan dilakukan mengingat hari ini merupakan office hour dan perusahaan pasti tak memberikan izin pada sahabatnya karena gadis itu sudah mengambil jatah cuti yang diberikan oleh pihak perusahaan oleh sebab itu mau tak mau Ameera pergi sendirian tanpa ditemani siapapun.


Ameera berjalan berkeliling mall keluar masuk dari toko satu ke toko lain, mencuci mata melihat beraneka ragam pakaian, sepatu, tas branded merk terkenal. Semenjak menjadi istri siri dari pewaris tunggal anak pendiri PT Indah Sentosa, ia bisa keluar masuk mall tanpa harus merasa cemas isi dompet terkuras habis karena tabungannya pasti akan terisi kembali pada bulan berikutnya dengan nominal cukup besar menurut gadis itu.


Sepuluh juta per bulan merupakan jumlah yang sangat besar bagi Ameera karena seumur hidup, baru kali ini ia mendapatkan uang cash pemberian seseorang dan tak lain pria itu adalah suaminya.


Sewaktu Ameera masih single, untuk mendapatkan uang sepuluh juta ia harus mengumpulkan dalam waktu kurang lebih satu tahun ditambah kerja lembur sebagai seorang pelayan selama lima bulan namun setelah menyandang status sebagai istri siri hanya menunggu tiga puluh atau tiga puluh satu hari, uang itu akan langsung masuk rekening meskipun harus dibayar dengan air mata dan penderitaan setidaknya hidup gadis itu tak terlalu sengsara karena kelak akan ada malaikat kecil menghiburnya.


Kini ia berdiri di depan pintu masuk sebuah toko maternity, di sana menjual beraneka ragam kebutuhan ibu dan anak seperti dress, segi tiga biru, kacamata dan lain-lain khusus ibu hamil serta perlengkapan si kecil mulai dari usia nol bulan hingga usia empat tahun.


"Wah, toko ini laksana surga dunia bagi kaum Hawa yang sedang hamil sepertiku," ia tersenyum sambil mengusap-usap perutnya. Gadis itu berjalan menoleh ke kanan dan ke kiri melihat jejeran pakaian anak yang di tata di sebuah rak pakaian.


"Benar-benar imut dan menggemaskan," Ameera mengambil salah satu romper dan menimang-nimang layaknya seorang bayi. Ia membayangkan anaknya akan terlihat lucu jika mengenakan pakaian tersebut.


"Tunggu, kata Bunda pamali jika membeli keperluan si kecil sedangkan usia belum genap delapan bulan. Segala sesuatu bisa saja terjadi selama kurun waktu tersebut. Lebih baik aku tunda saja," kemudian ia meletakan kembali romper tersebut dan berjalan ke arah rak khusus ibu hamil.


"Halo Bunda, ada yang bisa dibantu!" sapa salah satu SPG (sales promotion girl).


"Halo, Mbak. Saya sedang mencari dress dan keperluan ibu hamil," jawab Ameera antusias.


"Di sini khusus ibu hamil semua, Bun," SPG tersebut menunjuk satu lorong tempat Ameera berdiri.


"Kalau boleh tahu, usia kandungan berapa minggu, Bun?"


"Sekitar tujuh belas minggu."

__ADS_1


"Sudah memasuki trimester kedua ya, Bun. Semoga diberikan kelancaran sampai proses melahirkan."


"Aamiin, terima kasih banyak, Mbak," jawab Ameera lembut.


"Bunda bisa memilih barang sesuai selera. Di sini kami banyak memiliki model yang variatif serta bahannya lembut dan nyaman saat digunakan karena seratun persen katun asli."


"Barangnya pun di impor dari luar loh, Bun. Dijamin tidak akan menyesal membeli produk kami," ucap SPG tersebut. Ia mengeluarkan trik dalam memasarkan produk agar konsumen tergiur dan membeli di toko tersebut.


Ameera tersenyum melihat antuasime SPG tersebut dalam mempromosikan dagangan "wanita ini masih muda namun ia begitu ulet bekerja, orang tuanya pasti bangga. Aku seperti bercermin pada diriku sendiri, seusianya harus bekerja paruh waktu demi membantu perekonomian keluarga," ucap gadis itu dalam hati.


Ameera berjalan kemudian berhenti di depan patung display baju. Mannequin tersebut mengenakan dress hamil di bawah lutut berwarna putih motif polkadot hitam dan kuning serta di sebelahnya satu set overall. Ia terkesiap beberapa saat.


"Bagus sekali!" gumamnya.


"Selera Bunda memang hebat! Kedua produk ini banyak dibeli konsumen, dua puluh item terjual hanya dalam dua minggu."


"Bunda boleh mencobanya di ruang ganti."


"Iya Mbak, tolong carikan sama persis seperti ini," tunjuk Ameera pada dua patung display di depannya.


Tak lama berselang, SPG itu membawa dua item pakaian untuk Ameera dan ia mencobanya di ruang ganti.


Ameera berdiri di depan cermin memperhatikan pantulan tubuh di sana.


"Cantik sekali dan sangat cocok di tubuhku. Andai Tuan Mark di sini, ia pasti setuju dengan penilaianku."


"Stop, Ameera! Kamu tidak boleh mengingat lagi pria itu, ia hanya akan menjadi kenangan bagimu. Jadi, mulai sekarang belajar melupakannya. Oke!"


"Bagaimana Bun?" tanya Mbak SPG tatkala melihat Ameera keluar dari ruang ganti, membawa dua item pakaian di tangannya.


"Saya jadi membelinya tapi tolong carikan warna lain dengan model yang sama masing-masing satu," titah Ameera.


"Baik Bunda, akan saya carikan."

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian, Ameera mengantri di depan kasir. Ia membeli empat pakaian ibu hamil, dua kacamata multifungsi untuk menyangga dan memudahkan ketika menyusui si kecil serta dua segi tiga biru.


Hari itu Ameera menghabiskan total belanjaan mencapai empat juta rupiah namun ia bersikap santai dan masa bodo jika uangnya habis karena semuanya bukan berasal dari kantong pribadi melainkan bersumber dari Mark.


"Selama aku masih menjadi istrinya, maka uang yang ia kirimkan akan kumanfaatkan sebaik mungkin. Jika sudah berpisah belum tentu memiliki kesempatan berbelanja layaknya kaum menengah ke atas, lagipula semua ini demi kepentingan bayiku juga kok," ucapnya seraya meyakinkan diri bahwa yang dilakukannya bukan merupakan sebuah kesalahan.


Ameera berjalan menuruni eskalator yang membawa tubuhnya ke lantai satu sesekali bersenandung menyanyikan sebuah lagu ciptaannya sendiri, saat kakinya baru saja menyentuh lantai seorang wanita tak sengaja menabraknya.


~Brugh~


"Aw!" pekik Ameera. Semua barang belanjaannya terjatuh ke lantai melebur menjadi satu bersama barang belanjaan wanita tersebut.


"Aduh, maafkan saya, Mbak!" ucap wanita tersebut.


"Iya Nyonya, tidak apa-apa," ucap Ameera. Ia memunguti belanjaannya dengan posisi sedikit menunduk, rambut indahnya terjatuh ke samping.


"Sekali lagi saya minta maaf ya, Mbak!" wanita itu masih memunguti belanjaannya tanpa memperhatikan wajah gadis yang ditabrak.


Deg!


Kedua mata wanita itu menangkap sosok gadis cantik di depannya, deru napas berhembus tak beraturan, detak jantung yang terus meningkat seketika membuat pandangannya sedikit kabur.


"Gladys, putriku!" ucapnya dalam hati.


bersambung....


.


.


.


Untuk bagian ini mohon dimaklum jika ceritanya sedikit tidak masuk akal, soalnya jujur author belum pernah belanja kebutuhan ibu hamil karena masih nunggu amanah dari Tuhan. 🥺 (abaikan saja bagian ini) hehe...

__ADS_1


Makin ke sini makin penasaran nggak nih? Kalo iya, tungguin terus ya cerita selanjutnya dan jangan lupa tinggalkan jejak Kak. ❣


__ADS_2