BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU

BERBAGI CINTA : MENJADI ISTRI KEDUA BOSKU
TERUNGKAP LAGI


__ADS_3

Puas kan dengan cerita yang author buat? 😆 Memang sudah disiapkan jauh-jauh hari cuma emang sengaja cari waktu yang pas agar bisa nyambung dengan cerita selanjutnya. Ya udah, kita lanjut aja yuk.


Happy reading 🤗


"Jadi, Ameera sengaja menikah dengan Tuan Mark karena pria itu telah memperkosanya!"


"Pantas saja saat bulan pertama magang, Ameera nampak murung dan lebih menutup diri ternyata sebuah bencana sudah menimpanya," gumam Donny dibalik pintu ruang rawat inap.


Pria itu baru saja kembali dari kantin, ia sengaja membeli beberapa makanan dan minuman untuk disuguhkan pada Joe dan Mama Aura. Saat kembali Donny malah mendengar sebuah fakta mengejutkan dibalik alasan gadis yang dicintainya menikahi pria beristri.


"Pantas saja Ameera bersedia menerima statusnya sebagai istri kedua. Jika tidak, mana mungkin dia rela menderita karena harus disiksa oleh istri pertama Tuan Mark."


Kemudian Donny melangkah masuk ke dalam kamar rawat inap, meletakan makanan serta minuman dan ia duduk di sofa bersebelahan dengan Joe.


"Tuan dan Nyonya, silakan dinikmati!" ujar Donny sambil menunjuk hidangan di atas nakas.


Memang makanan dan minuman yang dibeli tidak terlalu mahal akan tetapi Joe dan Mama Aura menghargai ketulusan hati Donny yang sudah bersedia menjamu mereka dengan baik.


"Aduh terima kasih Don, maaf sudah merepotkan. Kamu memang mahasiswa magang terbaik dan penuh perhatian. Saya yakin wanita yang kelak menjadi kekasihmu akan sangat beruntung," kata Joe sambil melirik ke arah Ameera.


"Terima kasih Nak Donny."


Ameera hanya memutar bola mata dan mendengus kesal, "meskipun aku menyukai Donny namun akan membutuhkan waktu lama hingga benar-benar bisa melupakan Tuan Mark apalagi sebagian darahnya mengalir pada tubuh anakku."


Pria itu tersenyum dan meraih tasnya kemudian mengeluarkan laptop. Ia mulai merevisi halaman skripsi yang diminta oleh dosen pembimbing.


Donny berencana mengikuti wisuda gelombang pertama agar ia bisa lulus bareng Ameera itulah sebabnya mengapa pria itu akhir-akhir ini jadi sering ke kampus menemui dosen pembimbing.


Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore tak terasa berlalu dengan cepat. Mama Aura mengambil tasnya di atas meja.


"Joe, ayo kita pulang biarkan Ameera beristirahat!"


"Meera, Tante pulang dulu. Besok ke sini lagi. Istirahat yang cukup dan jangan sampai terlalu stres," ucap Mama Aura sebelum melangkah ke luar.


"Nyonya Meta, Ameera dan Donny, kami permisi dulu. Selamat sore!"


Mama Aura dan Joe berjalan melewati koridor rumah sakit, wanita itu berhenti tepat di depan pintu sebuah ruangan. Di depannya bertuliskan sebuah papan nama dokter yang sedang berjaga.


Ia mengetuk pintu ruangan tersebut, suara bass seorang pria terdengar dan mempersilakannya masuk.


"Dokter Firman, lama tak jumpa," ucap Mama Aura saat berada di ambang pintu.


Seorang pria berumur 48 tahun duduk dengan posisi tegap di kursi kebanggannya. Memiliki sorot mata tajam, hidung mancung dan sebagian rambut sudah mulai ditumbuhi uban akan tetapi aura ketampanan pria itu masih terlihat jelas.

__ADS_1


Meskipun usianya sudah tak lagi muda akan tetapi ia masih rajin berolahraga itulah sebabnya mengapa postur tubuh pria itu masih gagah bahkan semakin mempesona di usianya yang menginjak hampir 50 tahun.


"Halo Dokter Aura, senang bisa berjumpa denganmu lagi," balas pria itu.


"Duduk!"


Mama Aura tersenyum dan duduk di kursi yang sudah disediakan. Ia menyilangkan kaki serta menopang tangan di atas dagu.


"Terima kasih karena sudah membantu. Kebaikanmu begitu berarti dan kelak kamu bisa meminta imbalannya."


"Apapun yang kumau?" tanya pria itu, ia mendekatkan kursinya hingga kini jarak dua orang tersebut hanya dua jengkal.


"Tentu, akan kukabulkan."


"Jika aku memintamu menjadi istriku, bagaimana?"


"Permintaanmu barusan tak kan bisa kukabulkan karena cinta ini sudah untuk Mas Taufiq." Mama Aura menyenderkan tubuh ke belakang.


"Ya, aku sudah tahu jawabanmu, Ra."


"Putramu mana?"


"Aku suruh dia menunggu di mobil. Kapan hasil DNA tersebut bisa dilihat?"


"Besok siang paling lambat sore. Kenapa? Sudah tidak sabar melihat hasilnya!"


Dokter Firman terkekeh, "kamu masih sama seperti dulu jutek dan selalu berterus terang."


"Kapan kamu kembali dari Australia?"


"Kemarin lusa, kamu tahu Fir saat berjalan-jalan di mall aku langsung bertemu gadis itu."


"Wajah dan senyumnya mirip putriku, Gladys."


"Sehingga kamu langsung meminta bantuanku untuk melakukan tes DNA pada gadis itu!" Dokter Firman menyergah perkataan Mama Aura.


"Kamu selalu bisa menebak cerita selanjutnya," Mama Aura tersenyum.


"Saat menangani kasus gadis itu, aku pun langsung berpikiran sama denganmu jadi tak heran mengapa kamu begitu antusias melakukan tes DNA secara sembunyi-sembunyi."


"Ra, kamu tidak berkeinginan untuk kembali praktek di rumah sakit! Kurasa, pasienmu akan mengantri jika mengetahui dokter favorit sudah kembali."


Mama Aura berpindah ke sofa dan menghempaskan tubuhnya di sana.

__ADS_1


"Aku tidak yakin mereka masih setia berobat jika mengetahui dokter idolanya merupakan mantan pasien rumah sakit jiwa."


"Itu kan masa lalu, buktinya sekarang kamu sudah sehat dan kembali menata lembaran baru."


"Percayalah, semua pasienmu akan memaklumi karena dokter juga manusia apalagi kamu merupakan seorang ibu yang ditinggal pergi anak tercinta dalam sebuah kebakaran!" Dokter Firman mencoba meyakinkan Mama Aura untuk kembali praktek dan bekerja sebagai dokter di sebuah rumah sakit.


Dulu, saat Mama Aura masih muda ia kuliah mengambil jurusan kedokteran.


Aura muda sempat menjalin kasih dengan seorang pria teman kuliahnya bernama Firman akan tetapi akibat sebuah perjodohan jalinan cinta yang terjalin selama 4 tahun harus kandas dan wanita itu harus iklas menikah dengan anak dari sahabat sang papa.


Awal pernikahan terasa hambar karena tidak ada cinta di dalam hati wanita itu akan tetapi seiring berjalannya waktu, Mama Aura mulai menerima dan mencintai Taufiq.


Dua tahun pernikahan, lahirlah seorang bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan merupakan buah cinta wanita itu bersama suami dan kebahagiaan semakin lengkap dengan kehadiran malaikat kecil berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Gladys.


Namun, kebahagiaan itu harus hancur saat si jago merah mengamuk dan memusnahkan apa yang ada di dekatnya. Mama Aura terpuruk dan jiwanya terguncang hingga terpaksa Taufiq membawa istri tercinta masuk rumah sakit jiwa.


Wanita itu di rawat di sana sampai 9 tahun lamanya dan tugas serta peran sebagai seorang ibu diambil alih oleh Taufiq. Pria itu berperan sebagai ayah sekaligus ibu bagi Joe kecil.


Sejak saat itu tidak ada lagi senyum dan tawa menghiasai kediaman Kurniawan.


Taufiq Kurniawan sibuk membangun bisnis bersama rekan kerjanya, Tuan Ibrahim. Pria itu juga harus disibukan mengurus semua keperluan Joe hingga melupakan kesehatan dan tepat di tahun ke-10 pasca kebakaran, kondisi tubuhnya melemah dan dokter memvonis ia terkena kanker usus besar disebabakan oleh pola makan kurang serat, terlalu banyak merokok dan jarang berolahraga.


Jiwa Mama Aura semakin terguncang saat mengetahui suami tercinta harus kembali kehadapan Sang Pencipta untuk selamanya.


Dua bulan mengurung diri di balik pintu rumah sakit membuat otaknya kembali berpikir jernih, kini tidak ada lagi yang bisa merawat dan mendidik Joe dan ia mulai bangkit dan menata kembali kehidupannya.


Wanita itu mulai menuliskan lembaran baru kehidupan, melupakan semua masa lalu dan kenangan pahit yang membuat dadanya sesak.


Mama Aura ingin kebahagian yang sempat sirna hadir kembali dan menyinari keluarga Kurniawan meskipun tanpa suami dan anak tercinta, wanita itu harus bangkit demi Joe karena hanya pria itulah satu-satunya yang ia miliki saat ini.


Untung saja Papa Joe membesarkan putranya dengan penuh cinta dan perhatian sehingga dia tumbuh menjadi anak baik, patuh, jujur dan selalu bisa diandalkan.


Melihat sikap Joe, membuat Tuan Ibrahim tertarik dan memberikan kepercayaan penuh untuk membantu Mark mengelola perusahaan dan menjadikannya asisten pribadi.


"Tapi aku sudah tak berminat bekerja di rumah sakit, hanya ingin menikmati masa tua, melihat perkembangan cucu dan tentunya menghabiskan uang hasil jerih payah anakku," ucap Mama Aura sambil tertawa.


Dokter Firman pun ikut tertawa mendengar ucapan mantan kekasihnya.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


Episode selanjunya diperkirakan akan diupdate nanti malam. Siang ini baru akan diketik setelah pekerjaan rumah tangga selesai. (Bisa kalian abaikan part ini ya Kak). 🤣


__ADS_2