
Happy reading 🤗
Setelah kepulangan Mark dan Stevanie, Donny masih duduk manis di sofa bersama Ameera dan kedua orang tua gadis itu. Mereka bercengkrama hingga jam menunjukan pukul sebelas siang.
"Om dan Tante, apakah Donny boleh mengajak Ameera makan di luar? Kebetulan hari ini adalah ulang tahun pernikahan Mama dan Papa, mereka ingin mengenal si guardian angel! ucap Donny seraya melirik ke arah Ameera.
"Boleh, asal jangan pulang terlalu larut," jawab Ayah Reza santai dengan tersenyum.
"Ya sudah, Ameera ke kamar dulu mau siap-siap." Kemudian ia beranjak dan masuk ke dalam kamar.
Di kamar, Ameera sibuk memilih pakaian yang akan dipakai untuk menemui kedua orang tua Donny. Maklum saja, ini merupakan pertemuan pertama bagi gadis itu jadi ia ingin memberikan kesan positif saat bertemu orang tua Donny.
Ameera mencoba semua pakaian yang ada di dalam lemari hingga ranjang gadis itu penuh ditutupi oleh kaos, dress dan celana miliknya hingga ia memutuskan mengenakan dress polos selutut berwarna navy. Gadis itu berdandan di depan cermin memakai krim tabir surya SPF 50+ dan mengoleskannya di sekitar area hidung, pipi, dahi, bibir atas, dagu dan leher.
Selama masa kehamilan, Ameera mengalami flek hitam yang cenderung membentuk pola kupu-kupu di seluruh wajah. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya hormon estrogen, menyebabkan kelebihan melanin dan terjadi pada usia kehamilan trimester kedua atau ketiga.
Saat pertama kali muncul flek hitam di wajah, Ameera begitu ketakutan hingga ia memutuskan berkonsultasi pada dokter kulit.
Ameera mendapatkan informasi bahwa keadaan yang tengah terjadi padanya saat ini merupakan hal wajar pada ibu hamil, ia disarankan menggunakan produk tabir surya saat berada di luar ruangan untuk meminimalisir paparan sinar UV (ultra violet) agar tidak memperburuk keadaan.
Setelah rapi, ia berjalan ke luar kamar dan menemui Donny beserta kedua orang tuanya.
Hari ini entah mengapa Ameera begitu menawan dengan rambut di cepol atas menampilkan leher jenjang miliknya dengan rambut halus yang berjatuhan.
Donny terkesiap oleh penampilan Ameera yang terlihat begitu mempesona. Walaupun gadis itu hanya menggunakan tabir surya dan bedak tipis namun tak menyurutkan kecantikan alami ala wanita Asia. Donny berkali-kali menelan salivanya dengan susah payah, matanya tak berkedip dan ia terus memandangi wajah cantik nan rupawan milik Ameera.
Ya Tuhan, sungguh indah sekali ciptaan Mu. Aku tidak tahu nikmat mana lagi yang harus kudustakan.
"Donny, aku sudah siap!" ucap Ameera membuat Donny menjadi salah tingkah.
"Oh itu! Eh, ya! A-anu...."
Ayah Reza dan Bunda Meta terkekeh melihat sikap Donny.
"Maaf, Meera!" Donny tertunduk malu menutupi kegugupannya.
"Nak Donny, jika mau pergi sekarang silakan. Jangan membuat kedua orang tuamu menunggu terlalu lama."
"Baik, Om. Kalau begitu, Donny pamit dulu!"
__ADS_1
Donny mencium punggung tangan Ayah Reza.
"Nak Donny, tolong jaga Ameera," ucap Bunda Meta saat tangannya disentuh oleh Donny.
"Tentu, Tante. Donny akan menjaga Ameera seperti layaknya menjaga sebongkah berlian berharga." Donny tersenyum dan senyuman itu dibalas oleh orang tua Ameera.
"Ayah, Bunda. Ameera pergi dulu."
"Assalamu a'laikum," ucap Ameera dan Donny hampir bersamaan.
"Wa'alaikum salam," jawab Ayah Reza dan Bunda Meta bersamaan.
Di dalam mobil, Donny beberapa kali tertangkap basah oleh Ameera sedang mencuri-curi pandang namun gadis itu pura-pura tidak menyadari karena ia tidak ingin membuat situasi menjadi canggung.
"Meera!" ucap Donny saat kendaraan berhenti di lampu merah.
"Ya, kenapa?"
"Kamu pasti canggung berada dalam satu mobil denganku!"
"I-iya, Don sedikit," ucap Ameera seraya meremas kedua tangan dipangkuannya.
"Kamu tenang saja, aku sudah mengundang Naomi, Barra dan Emon untuk makan siang bersama."
"Maka dari itu aku juga meminta mereka untuk hadir makan siang bersama kita."
"Terima kasih banyak ya Don, kamu selalu mengerti aku," ucap Ameera lirih.
"Tidak perlu sungkan Meera asalkan kamu bahagia, akan kulakukan semua untukmu!"
"Donny, banyak hal yang belum kamu ketahui tentangku jadi sebaiknya akhiri semua sebelum menyesal!" ucap Ameera seraya memalingkan wajah ke luar jendela.
"Tentang apa? Statusmu sebagai istri kedua Tuan Mark? Atau ada hal lain lagi yang ingin diceritakan! Ceritakan padaku semuanya Meera!" lanjut Donny disela-sela aktivitasnya melajukan kendaraan.
Konsentrasi Donny kini terbagi dua antara memikirkan perkataan Ameera dan fokus terhadap jalanan ibu kota.
"Aku tidak bisa memberitahukanmu Don, maaf!"
Donny mencengkram stir erat-erat dan menghembuskan napas secara kasar hingga sukses membuat Ameera mengarahkan padangannya pada pria itu.
__ADS_1
Ameera melihat raut kekecewaan pada wajah Donny, ia terpaksa meminta pria itu untuk mengakhiri semuanya sebelum terlambat.
Ameera tidak ingin memberikan harapan palsu pada pria itu karena sampai kapanpun hati dan cintanya hanya untuk Mark.
"Don, tolong maafkan aku."
"Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi. Sebaiknya kamu tidur karena jalanan macet, akan membutuhkan waktu lama hingga sampai tujuan," ucap Donny menahan rasa kesal akibat ucapan Ameera.
"Baik!" Ameera menyandarkan kepala dan punggung ke belakang.
Maafkan aku karena tidak bisa membalas cintamu. Kamu adalah pria baik, kuyakin suatu hari nanti akan datang seorang wanita yang berhati malaikat menjadi pendamping hidupmu namun orang itu bukan aku.
Ameera, apakah di hatimu tidak ada sedikit saja rasa cinta untukku? *Aku sudah berjuang merebut hatimu namun hingga detik ini es batu dalam dirimu tak kunjung mencair. Haruskah aku korbankan diriku agar kamu melihatku sebentar saja*!
Sepanjang perjalanan, Ameera lebih memilih menutup matanya rapat-rapat. Ia pura-pura tidur sementara Donny fokus mengendarai mobilnya.
Jalanan ibu kota macet saat akhir pekan. Beberapa kali mereka terjebak lampu merah hingga membuat Donny mendegus kesal dan meracau tak karuan.
"Sial, kenapa aku harus terjebak lampu merah lagi!" omel Donny seraya memukul stir mobil saat mobilnya terjebak lampu merah untuk ketiga kali.
Hampir satu jam berada di dalam mobil, kini mobil Donny sudah memasuki area parkir sebuah restoran, ia melihat delapan mobil terparkir rapi di sana. Dua diantaranya milik orang tua Donny dan satu lagi milik Naomi.
Saat mobil sudah terparkir dengan rapi, ia membangunkan Ameera.
"Meera, kita sudah sampai!" ucap Donny. Ia membuka sabuk pengaman miliknya.
Ameera mengerjapkan mata dan mengusap wajahnya, ia melihat sekeliling rupanya mereka sudah tiba di restoran.
"Berapa lama aku tertidur?"
"Sekitar setengah jam. Ayo turun, Mama dan Papa pasti sudah menunggu."
Donny membuka pintu dan mempersilakan Ameera turun. Mereka jalan bersisiran memasuki area restoran. Saat pintu restoran dibuka, seorang pelayan wanita menyambut kedatangan mereka dengan senyuman ramah.
to be continued....
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa likenya ya Kak. ❤